The words. The thoughts. The journal.

April 21, 2018

Kenanglah Ia Dengan Bahagia dan Lapang

Ada banyak alasan untuk tetap tinggal, begitu juga dengan meninggalkan. Banyak alasan yang tak perlu disebutkan ketika posisimu sudah tergantikan—oleh banyak hal tentunya. Ada amarah yang bergejolak dalam dirimu dan banyak pertanyaan mengapa bukan kamu, atau juga mengapa harus kamu.

Hal yang pertama harus kamu sadari adalah penerimaan, kembali berpikir logis dan realistis alih-alih terjebak dalan kenangan dan memori bahagia yang candu. Ingat kembali alasan mengapa kalian tak harus bersama, karena cinta memang tak seharusnya dipaksakan. Jangan terjebak dengan rasa nyaman. Jalan terbaik dari patah hati adalah bangkit.

What doesn't kill you makes you stronger
, mungkin kamu sudah sering membaca kalimat itu, dan patah hati adalah salah satunya. Seperti dia yang berhak bahagia, kamu juga. Rayakanlah kesedihan secukupnya agar kamu masih mempunyai energi untuk kembali membangun dirimu sendiri, ada banyak hal yang mungkin selama ini tak terlihat olehmu. Ada banyak hal yang memang harus kamu simpan sendiri, dan tak semua harus diekspresikan. Rasakan benar energi dan rahasia-rahasia semesta yang akan kamu temui.

Kenanglah ia dangan perasaan bahagia dan lapang dada, bukan luka atau dendam, maka kamu akan lekas pulih. Kalian hanya ada di masa lalu, dan jemputlah kebahagiaan di depanmu itu. Sungguh, ada banyak hal yang dapat diperjuangkan daripada hanya mengais-ngais agar bersama kembali. Akan ada ketika hari kamu bertemu dengannya akan biasa saja, tanpa dendam maupun penyesalan yang tertinggal. Akan butuh proses yang panjang dan berat, namun saya yakin kamu bisa melewatinya, menjadi pribadi yang lebih bijak.

Luka memang ada, namun jangan sampai kalah oleh pikiran dan asumsi sendiri. Mungkin saja kamu tidak setuju dengan tulisan ini, namun kamu juga boleh menyimpannya dalam prosesmu, mengingatnya atau suatu hari justru menambahkan. Lekaslah pulih, lekas bahagia, hidup memang terus berjalan dan sayang untuk tak dinikmati.
***

2 comments:

  1. Harus berani melepas dan menjadikannya kenangan yg biasa meskipiun sejarah bersamanya penuh luka ataupun tawa. Eeaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa ngakak ya baca ini nyahaha

      Delete

Hai. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Jika postingan ini menarik/menginspirasi, jangan segan untuk dibagikan ke media sosial agar blog ini terus semangat memberi manfaat. Jangan segan juga untuk memberi kritik/masukan/komentar. Tetap berlangganan agar tak ketinggalan postingan terbaru ya. Salam, Marfa.