The words. The thoughts. The journal.

October 26, 2018

Ngobrolin Beasiswa dan Kuliah di Luar Negeri dengan Pak I Made Andi Arsana



Halo, apa kabar?

Sebenernya seminar ini udah lama banget sih pas 28 September lalu, namun ingatan tetep jalan dong. Karena ya, kapan terakhir kali kamu ketemu dengan orang yang unik? Kalau saya, jawabannya sudah tertera dalam judul postingan ini.

Mungkin dari beberapa pembaca sudah paham atau mengenal, kalau saya baru saat itu mengetahui Pak Andi ini. Seminarnya beda sama pembicara-pembicara seputar kuliah di LN yang alurnya gitu-gitu aja. Pak Andi ini mengajak namun juga merangkul audience buat tetep percaya akan dirinya sendiri, bukan terorientasi dengan pengalamannya Pak Andi aja. Dari awal dijelasin tuh tentang gimana kondisi dunia sekarang yang seperti tanpa garis batas. Yang mana bisa jadi kesempatan atau potensi besar bagi individu yang mau menempa diri.

Daftar negara yang sudah dikunjugi Pak Made Andi, nyusul juga ah :3

Nah kunci di sini mungkin materi yang dibawain Pak Andi sendiri juga, kemudian diarahin tuh gimana persiapan Indonesia di G20, ekonominya gimana, kira-kira potensi atau inovasi apa yang sudah atau sedang berjalan. Dibahas juga tuh tentang fourth industrial revolution dan tentang segala sesuatu yang sudah bertransformasi menjadi digital, bisnis-bisnis di dunia digital dengan pemanfaatan aplikasi, dan penggunaan sosial media era sekarang. Poin terakhir itu yang paling penting juga karena sudah seberapa bijak kita menghabiskan waktu di media sosial. Dan yaa, Pak Andi ini juga seorang bloger, tambah menarik perhatian saya karena sesama bloger namun beliau bisa sehebat itu di berbagai bidang-saya juga mau! Postingan di Instagram beliau juga selalu berisi, dan profil LinkedInnya beuh—udah nggak perlu diragukan lagi. Saran saya silakan diikuti karena menginspirasi sekali dan ramah juga pribadinya.


Then, kunci dari bagaimana individu dapat berkembang dengan proses yang cepat adalah melalui pendidikan. Bentuknya ya bisa dengan kuliah di luar negeri ini dengan dukungan wawasan baru dan relasi yang lebih banyak yang kita akan dapat. Dijelasin juga mengapa kuliah di luar negeri, dimulai dari memang keliling dunia mencari ilmu, memanfaatkan dan melatih mental dengan kerja paruh waktu di LN, belajar mengenai keberagaman dan perbedaan, menemukan sahabat-sahabat baru. 



Yang perlu dipersiapkan hampir sama sih seperti seminar beasiswa yang lain pada umumnya, ditambah lagi jangan hanya melengkapi isian namun lampauilah agar berbeda. Nah, dalam berproses ini jangan pesimis atau menghakimi diri sendiri dulu karena masih dalam taraf mencoba, karena “don’t judge yourself through someone else’s eyes”. Hal penting lainnya yaitu manfaatkan mesin pencari, mencari negara tujuan yang pas dengan kita, memersiapakan rekomendasi dan motivation letter, memersiapkan paspor paling penting, memenuhi skor toefl atau ielts, concern pada bahasa Inggris, mencari celah topik berbeda dan baru dari proposal penelitian, membuat CV dengan out of the box packaging dan detail menggunakan padanan istilah (misalnya dari “Pembantu Umum” ke “General affairs assistant taking care of all detailed non substansial aspects to ensure the accuracy of program execution”). 


Wah keliatan banyak ya, namun itulah perjuangan. Menurut beliau nih, nggak masalah di mana kita lahir namun di mana kita bermimpi. Kuliah di luar negeri itu bukan tujuan akhir melainkan kita harus punya tujuan di sana. Boost terus semangat yang ada dalam diri kita, tahu saatnya kapan kita down dan gimana ngatasinnya. Percayalah dan yakinlah mimpi kalian akan berguna untuk orang lain jadi jangan pernah berhenti di tengah jalan. Nah dari tadi keliatannya pengalaman Pak Andi hebat banget kan? Namun tau nggak kalau dahulu Pak Andi ini juga dari keluarga biasa saja, IPKnya pernah 1,2 aja. Nah loh, beneran kan nggak ada yang nggak mungkin asal kita serius berjuang!



Nah, semoga tambah memotivasi kalian para pejuang dan pemimpi hebat kuliah di luar negeri ya. Ayo sama-sama raih mimpi kita. Semangat!
 ***
Sumber gambar: Made Andi’s PPT.

2 comments:

Hai. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Jika postingan ini menarik/menginspirasi, jangan segan untuk dibagikan ke media sosial agar blog ini terus semangat memberi manfaat. Jangan segan juga untuk memberi kritik/masukan/komentar. Tetap berlangganan agar tak ketinggalan postingan terbaru ya. Salam, Marfa.