The words. The thoughts. The journal.

December 06, 2018

KIRA

Kutapaki jalan dan kolase foto
Tak dapat kutemui diri sendiri
Bukan wajahku, bahkan bukan namaku
Kutatap diri ini di cermin
Mata, berhentilah melihat
Jika yang kaulihat adalah kepalsuan dan kebencian
Telinga, berhentilah mendengar
Jika yang kaudengar adalah rasa sakit
Mulut, berhentilah berucap
Jika suaramu hilang ditelan bungkam
December 05, 2018

ProKlim Cilongok: Upaya Peningkatan Kesadaran Adaptasi dan Mitigasi Pada Masyarakat Desa

Halo, apa kabar?

Sebagai mahasiswa yang berasal dari desa, tentunya sadar dan pengin dong kalo punya kontribusi lebih apalagi dari orang asli desa tersebut. Kemudian udah ditambah pengalaman KKN juga di desa orang, makin-makin dong pengin berkontribusi lebih dan maksimal, dan timbulah kira-kira pertanyaan gimana cara memulainya, alat dan perangkat apa yang dibutuhkan, dan kira-kira bisa untuk jangka waktu yang lama atau tidak. Nah kebetulan juga kemarin sempet sih diajak sama Bapak buat ikut semacam kunjungan ke desa lain yang katanya buat desa wisata percontohan dalam peningkatan pendapatan ekonomi. Dari situ juga kepikiran kalau ada benernya juga mengunjungi dulu desa-desa percontohan yang mulai mandiri membangun dan berkembang.


Daaan ternyata ada dong dan masih satu kabupaten dengan desa saya, yaitu Desa Langgongsari di Kecamatan Cilongok yang juga merupakan salah satu program CSR Astra Group bernama Kampung Berseri Astra (KBA). KBA sendiri merupakan program kontribusi sosial berkelanjutan dalam pengembangan di bidang pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan. Tujuannya di sini agar masyarakat dan pihak yang terkait dapat membangun dan mewujudkan sendiri wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produkti hingga nantinya kualitas hidup mereka sendiri meningkat. Berdasarkan web Astra sih ada 5 bidang kampung unggulan yang mereka canangkan yaitu Kampung Produktif, Kampung Cyber, Kampung Budaya, Kampung Hijau, dan Kampung Wisata.

Pinjaman Kredit Tanpa Agunan, Disitu Aja!

Halo, apa kabar? 

Sebagai manusia milenial, kita kudu banyak bersyukur karena hampir segala aspek yang berhubungan dengan kegiatan manusia sehari-hari sudah dimudahkan. Yap, akibat positif dari perkembangan teknologi. Termasuk dalam kegiatan keuangan kita nih, kan semakin kita berumur udah pasti punya rencana-rencana di masa depan apalagi investasi. Dimulai dengan pengembangan usaha, perbaikan kendaraan, atau biaya kebutuhan yang sifatnya primer seperti tempat tinggal. Atau bagi yang sudah menikah tentu saja memertimbangkan berbagai kebutuhan yang penting lainnya seperti biaya pendidikan, asuransi, atau berobat.

Nah kebutuhan-kebutuhan semacam di atas tentunya perlu finansial yang matang, ada waktu di mana seseorang perlu mengambil dana atau modal lebih, namun bagaimana jika penghasilan benar-benar belum menutup kebutuhan tersebut? Pinjaman tentunya. Denger kata pinjaman rasanya udah agak-agak sensitif, namun sebenarnya nggak juga karena sebelum memutuskan untuk meminjam, seseorang pastinya sudah harus memertimbangkan banyak hal. Dari rencana pengembalian, sampai memilih layanan pinjaman yang sesuai.


Trik Meningkatkan Penyewaan Hunian Via Platform Digital

Halo, apa kabar?

Menyewakan hunian kini telah mencari tren investasi baru untuk menambah penghasilan tambahan pasca beragamnya platform penyewaan hunian online. Tidak hanya bisa mendapatkan penghasilan per bulan, beragamnya waktu sewa hunian juga dapat menghasilkan pendapatan mingguan bahkan harian.


Namun, lakunya penggunaan beragamnya platform jasa penyewaan rumah yang menyebabkan banyak properti yang disewakan, membuat persaingan sewa rumah atau sewa apartemen kini semakin ketat. Apalagi ditambah dengan transparansi dari komentar testimoni para konsumen terhadap penggunaan hunian tersebut yang mudah terakses di platform tersebut.