The words. The thoughts. The journal.

February 16, 2019

What Did I Learn From Purwokerto StartUp Coop Camp Batch I

Halo, apa kabar?

Sejak masuk kuliah dan mengenal yang namanya organisasi kampus, pasti nggak jauh-jauh dari yang namanya kepanitiaan. Nah otomatis dari iklim kepanitiaan kampus, saya penasaran banget pengin nyoba model kepanitiaan baru. Modelnya ya yang sedikit orang aau personelnya namun justru dapat bekerja dengan maksimal dan memberikan dampak yang besar ke acara. Katanya sih model-model kerja begini bakal didapetin saat kerja nanti, tapi saya kan belum kerja ya, jadi pengin ngerasain model kerja seperti itu namun masih dengan status mahasiswa nyahaha.


Alhamdulillah, awal Februari 2019 kemarin ngerasain juga dengan adanya StartUp Coop Camp di Hotel Meotel, Purwokerto selama 4 hari. Luar biasa rasanya, mantap abis! Tunggu-tunggu, sabar. Jadi gini, sebelumnya saya sudah membahas sedikit tentang InnoCircle di profil Anis Saadah. InnoCircle ini adalah ruang baru untuk ide, kolaborasi dengan mengingkubasi startup coop model di Purwokerto. Rata-rata pelaku startup sih emang yang gabung dengan InnoCircle tapi juga tetep ada wadah buat orang-orang yang punya skill di bidang IT seperti developer, programmer, designer, blogger, android kickstarter, dan lainnya. Nah saya gabung dengan Inno ini sejak Oktober 2018, yang mana sudah berdiri sejak 2018. Well, pertama saya gabung kirain orang-orangnya strict gitu sih ibaratnya siapalah saya gitu kan ternyata enggak. Bersahabat semuanya meskipun sudah pada pegang sebagai mentor di usia yang muda. Bukan cuma paham IT tapi juga segi bisnisnya.

Balik lagi ke StartUp Coop Camp (SCC) yang emang diorganisir sama InnoCircle, bentuk kerja sama dari Kementerian UKM dan Koperasi, PT. Sakti Kinerja Kolaborasindo, dan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI). Awalnya sih saya pengin jadi peserta, tapi kemudian Alhamdulillah diajak jadi panitia. Mau nolak juga ngapain padahal kesempatan besar banget buat belajar kan, ibaratnya udah bukan kampus lagi tapi mendekati dunia kerja di bidang digital creative. And it was soooo LIT! Jadi, dari 2 minggu persiapan saya baru jadi gabung kepanitiaan di seminggu terakhir. Koordinasi aja baru ikut sehari sebelum acara, yang bikin perkakas buat photobooth lah, co card peserta lah, pembagian tugas konfirmasi dengan pembicara untuk materi dan moderator—padahal belum pernah jadi moderator sebelumnya dong nyahaha langsung kontak temen yang udah biasa MC gitu akhirnya.



Langsung aja ke apa sih yang saya dapatkan dari menjadi fasil di SCC selama 4 hari itu? Kalau dari cara kerja saya suka sih, cocok banget malah. Lebih efisien dan cepet aja karena masing-masing udah diserahkan ke bagian yang berada di bidangnya misal dokumentasi acara ke fotografer, pembuatan video langsung ke yang bisa editing. Kalau kebagian press release per harinya. Hari pertama dan kedua lancar sih cuma yang ketiga dan keempat baru H+2 nyahaha karena waktu acara ngurus administrasi terus pasca acara sempet ada kegiatan lain juga. Amazed aja ternyata bisa ya emang kalau ada deadline gitu, padahal nulis blogspot aja butuh seminggu. Enak kali ya kalau skripsi ada yang ngejer-ngejer gini.

Terus yang bikin keren lagi sih masing-masing bersama 8 orang ini udah auto ngerjain hal yang misal belum kehandle walaupun bukan job khususnya. Keren! Udah punya skill ibaratnya namun inisiatifnya tetep jalan demi acara. Ekosistem gini nih yang saya cari-cari selama ini, jadi fokus ke acara dan pas evaluasi nggak ada drama-dramaan juga sih malah jatuhnya seneng, puas, sharing-sharing cerita. Anak muda, mahasiswa, tapi udah paham gini tentang profesionalitas. Dari sini juga saya belajar kudu bisa dalam waktu cepat gimanapun caranya. Misal belajar jadi moderator walaupun basicnya bukan ngomong, belajar ngehandle waktu konfirmasi dengan pembicara, mastiin materi, sekalian jadi LOnya. Ngerangkap-rangkap itu emang tapi karena mungkin saya sistem kerja yang menantang gitu jadi 4 hari bener-bener nggak kerasa. Selain itu sistem di sini juga mengutamakan hospitality, ibaratnya sama talent muda aja ramahnya bersahabat, apalagi sama orang-orang penting. Nggak ada pembatas ibaratnya dari manusia-manusia koperasi ini yang saya apresiasi sih. Bangga dan seneng aja kerja dengan sepadat itu namun dengan SDM yang minimalis.



Kemudian dari banyaknya materi dari pembicara, saya ngambil poin yang menurut saya menarik. Yang pertama dari Arsyad Dalimunthe dengan materi Apa dan Bagaimana Koperasi yaitu:

Hubungan tertinggi antar manusia adalah trust atau kepercayaan. Trust, tentunya tak akan hadir tanpa bentuk dari rekam jejak atau kumulasi kebaikan-kebaikan yang kita lakukan selama hidup.

Jleb banget, iya nggak sih karena makin sini kita dalam menaruh kepercayaan juga harus benar hati-hati ya kan hanya sedikit yang tetap tinggal wazig. Kamu mau menetap gitu nggak? Kemudian yang kedua saya dapet dari Arnold Ong dalam materinya Creative Thinking. Udaaah biasa banget kalau cuma bahas cara nemu ide di proses kreatif dan Arnold ini memberikan beberapa insight dalam proses kreatif ini. Betapa berpikir kreatif itu bukan cuma mikir aja tapi butuh sikap DISIPLIN, untuk terus berpikir dan bertindak kreatif setiap hari secara berkelanjutan, tetap mengenali betul kelemahan dan kekuatan dalam diri sendiri, pokoknya mah jangan males riset terhadap diri sendiri dengan memperluas wawasan yang kita sudah paham (unlearn). Mantap nggak tuh. 

Yang terakhir saya dapet dari pelaku startup sendiri, bukan main-main jika udah terjun ke dunia startup. Kemudian bagaimana mereka menolak multitalent namun justru fokus dan detail pada satu atau dua skill bidang saja. Justru, orang yang bisa semuanya malah hampir nggak dipakai di startup ini karena kan ada pembagian masing-masing tugas. Selama ini mikir juga multitasking itu keren namun ternyata justru beberapa waktu nggak efektif, benar-benar perlu pengalokasian energi yang tepat.


Sering baca juga kalau startup itu lebih enak karena jam kerja ngatur sendiri, ngomongin ide juga enak karena umur biasanya hampir sama. Tapi kalau ngeliat kemarin malah pelaku startup itu ya bener-bener serius, jam tidur yang bias, ngerjain kemungkinan ini itu apalagi bagi yang belum mendapatkan funding. Ibaratnya mertaruhin materil iya, kesehatan juga iya lho.

Kalau SCC selama 4 hari itu ngapain aja? Isinya workshop dan training buat dua kelas yaitu kelas startup founder sama pemuda koperasi dengan jumlah 60 orang yang sebelumnya diseleksi dari 245an peserta. Tujuannya itu menstratupkan koperasi dan membawa ekosistem koperasi bagi para pelaku startup dengan tema Rejuvenating Cooperatives Through Innovation. Ada sesi pitching juga buat pendanaan dari investor, ngeri sih bagian ini udah lebih dari sidang skripsi dan jurinya kritis-kritis banget. Untuk masing-masing kegiatan perhari udah ada di web InnoCircle, sebagai berikut:





Nah, dibaca aja buat yang penasaran lengkapnya tentang acara atau penasaran sama startup gitu. Udah panjang nih, terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!
***

9 comments:

  1. Berarti koperasi mau dijadikan start up ya? Wah kudu nunggu Kelanjutannya nih. Anyway 60 org panitia ya ber8 doang? Wow luar biasa

    ReplyDelete
  2. aku jadi teringat masa masa kerempongan organisasi dan segala tetek bengek kepanitiaan dulu waktu masih kuliah. dan setelah udah kerja memang nyadarin kalau bekerja dengan sedikit orang akan lebih bisa konsen dan berdampak besar terhadap goals asalkan masing2 individunya mau kerja sama dengan baik. aku selalu tertarik ngulik tentang startup yang sekarang memang lagi naik daun kaan.. kayaknya asik juga nih kalo bisa ikutan startup coop camp jugaa

    ReplyDelete
  3. Ikut acara kaya gini tuh seru banget pasti, apalagi tema-tema yang disuguhkan memang yang kita minati, selain nambah koneksi nambah ilmu juga :)

    Sangat mengapresiasi anak-anak muda yang antusias dan mau berbagi pengalamannya, terhadap kegiatan positif semacam ini :D
    kalo di Jakarta ada juga, sepertinya aku akan memberanikan diri untuk ikut

    ReplyDelete
  4. Sama juga ya kayak blog, lebih banyak dicari blog yang berniche khusus, bukan yang multitasking. Hehehe.
    Btw keren ya acaranya, 4 hari yang oadat, penuh ilmu dan pengalaman baru pastinya :)

    ReplyDelete
  5. tuh kan, acara-acara kalian di pulau Jawa ini keren-keren. Di tempatku jarang banget yang ginian, apa iya aku harus pindha ke Jawa...eng ing enggg

    ReplyDelete
  6. Semuanya serius mengikuti artinya semua materi yang diberikan sangat berguna. Buat bekal untuk terjun ke dunia digital beneran. Semoga bisa diadakan diluar pulau Jawa juga

    ReplyDelete
  7. Ternyata sebelumnya dirimu pernah cerita ttg camp ini ya mbak?
    Zaman now banyak yg pengen jd pengusaha khususnya bikin start up, itu bagus, tapi sebaiknya emang jgn setengah2 ya, krn itu perlu camp2 pembekalan kym gini.
    Kalau dirimu kira2 abis ikut acara ini mau bikin apa mbak? #kepoh xixixii

    ReplyDelete
  8. Wah ... dengan menggunakan start up, operasional koperasi bisa lebih baik dan lebih maju ya...

    ReplyDelete
  9. keren nih mba kegiatannya pas banget dengan perkembangan jaman sekarang, aku jadi makin penasaran dengan yang namanya startup, semoga suatu hari nanti bisa ikutan belajar juga

    ReplyDelete