A lifelong learner's digital journal you will read passionately

May 17, 2019

What Did I Learn From Startup Coop Camp Batch II Yogyakarta?



Startup, ternyata bukan cuma sekadar tentang teknologi dan bisnis


Halo guiesse, apa kabar?

Bentar-bentar, atur napas dulu atur napas. Jadi gini, sebenernya ini udah ditulis di web InnoCircle beberapa saat yang lalu. Saya kira bakal lengkap di sana ternyata setelah buka lagi catatan banyak banget insight yang bisa dibagi-bagi. Kalau di situ versi agak formalnya sih, nah kalau di blog ini lebih opini persona ya. Duh, padahal udah hampir dua bulanan! Ya gini nih, kalau hobinya nunda-nunda but baiklah, here we are.  

startup coop camp yogyakarta

Jadi, yah jadi jadi mulu ini padahal jadian aja kagak. Skip.

Iya, 28-31 Maret 2019 lalu Alhamdulillah saya diberi kesempatan buat ikut Startup Coop Camp lagi. Kalau sebelumnya jadi fasilitator, batch yang kedua ini saya jadi peserta dan sekaligus mewakili dari InnoCircle karena emang sebelumnya tertarik sama materi-materinya, pengin belajar langsung gitu memperdalam langsung. Nah setelah drama salah kereta yang harusnya 3 jam aja dari Purwokerto jadinya malah 8 jam itu akhirnya sampailah di Yogyakarta jam 8 malem padahal acara dimulai udah dari pagi nyahaha.


Hari pertama sayang banget sih, nggak ikut opening seminarnya tapi nggak papa. Oh iya kalau gambaran dan serangkaian detail acara sudah saya tulis di Startup Coop Camp Batch II: Berkarya dan Bergerak di Era Digital ya jadi nggak bakal dibahas lagi di sini nanti kepanjangan. Intinya camp ini tujuannya menyebarkan gerakan semangat koperasi di startup sebagai model baru, juga menstartupkan koperasi dong, selama ini kan kalau orang denger koperasi pasti old school banget, iya nggak? Let’s see. Selain otomatis empat hari tiga malam di sini ketemu orang-orang keren, anak muda yang udah ke mana-mana dengan karyanya dan otomatis bikin semangat lagi buat maksimalin passion, dan temen kelompok ngobrol yang asyik tentang digital talent, saya juga dapet beberapa insight nih. 

startup coop camp yogyakarta

Yang paling mengena dan inget sampai sekarang adalah materi yang dibawakan oleh Hizkia Yossie dengan judul Dampak Ekosistemik Revolusi Industri 4.0 pada Ketahanan Produktifitas Angkatan Kerja Muda. Dah, menarik nggak tuh buat jadi bahasan? Jadi nih kayanya kok selama ini sering banget digembor-gemborin tentang revolusi industri 4.0 ini, mengenai sistem berpikir dan bergerak dengan cara yang baru, yang lebih cepat namun efektif. Saya juga nggak cuma sekali dua kali nemu dua kata ini nggak cuma dari startup aja (demam startup identik sama rev ind 4? A big NO!), tapi juga di seminar pariwisata, seminar peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah, hingga peran santri milenial dalam menghadapi tantangan dua kata tersebut. Seneng sih, jadi emang kudu siap di berbagai bidang biar nggak tergerus, nggak ketinggalan, apalagi yang berhubungan dengan ekonomi masyarakat. 

Nah lanjut ke tema tadi, bahas tentang imbas ke angkatan kerja muda kan tentunya—let’s say, mereka yang berada di lingkungan startup atau malah pegiatnya. Bagi yang baru mendengar mungkin akan sering ketemu dengan anggapan seperti jam kerja lebih fleksibel, ruang ide dan kreatifitas yang tinggi, nggak monoton, serta bisa saling banyak tukar insight. Iya itu benar memang, tapi coba dilihat lagi mengenai jam kerja yang fleksibel ini, iya fleksibel alias bisa disesuaikan semaunya dan bukan lagi pola 8/9-5, namun malah bisa jadi justru 24jam berada di lingkungan kerja. Apalagi bagi yang masih tahap awal, belum lagi jika yang mencoba bootstrapping. Mungkin akan familiar juga dengan kalimat “belum tipes, belum loyal”. Well, era ini emang bener buat ngembangin passion, aktualiasi diri, nunjukin skill. Ada pengaruh juga dari teknolohi tentunya dengan silau dan terpaku pada kecanggihan teknologi. Namun jika sudah dianggap tidak memberi manfaat produktivitas lagi, peran tersebut akan dengan mudahnya digantikan apalagi jika tanpa hitam di atas putih yang jelas dan mengikat. Makanya, meskipun terlihat new way yang keren juga jangan gegabah. 

startup coop camp yogyakarta

startup coop camp yogyakarta

Pernah ga sih nih terutama yang hidup ataupun suka bikin konten, otomatis gabisa jauh lah ya dari yang namanya gadget. Pernah ngerasa nggak jadi budaknya aja tiba-tiba? Begadaaang mulu? Relasi sosial yang jadi sempit karena waktu habis buat ketagihan “kerja” terus, mau main rasanya waktu lebih baik buat konsep, rumah jadi tempat singgah aja. Nah dari sini berarti kan ada perubahan kegiatan sosial. Hizkia juga menambahkan insight tentang nongkrong. Karena saya termasuk orang yang sering nongkrong buat draft postingan maupun ngobrol biasa maka I’d like to agree with him tentang bagaimana nongkrong di sini nggak cuma buang-buang duit dan waktu seperti anggapan-anggapan negatif yang beberapa katakan. Namun adalah bentuk dari proyek sosial dengan social networking, yang bertujuan untuk investasi sosial. Karena, sayapun percaya selalu ada harga yang harus dibayar

Insight menarik yang kedua saya dapatkan dari Anggoro (Sadasa Academy). Nah sebenernya udah ketemu juga pas yang SCC pertama cuman saat itu saya belum ngeh sama apa yang dibawakan. Beda, bikin putus asa gitu nyahaha. Apa yang saya dapatkan dari Bang Anggoro ini adalah tentang keseriusan yang benar-benar jika memang ingin menjadi pegiat startup, bukan sekadar ikut-ikutan aja. Saking seriusnya, dese juga sampai bilang “kalau emang niatnya nggak penuh, mending jadi PNS aja biar istrimu, orang tuamu, dan mertuamu bahagia.” Well statement ini beneran nggak main-main ya, doi sendiri sudah bergelut di analisis data dari 2014, dan sekarang sedang menjalankan sekolah data science di Jogja. Pun doi juga memberikan kalimat “Mengapa membangun paradigma itu susah? Karena kamu itu nggak yakin.”

startup coop camp yogyakarta


Jadi, emag kalau yang mau mendedikasikan passionnya di startup ini emang bukan lagi main-main, harus bervisi dan bermental kuat. Karena emang in the end of the day setelah mengerjakan passion ini apa sih yang dicari? Setelah berusaha bermakna and at least create something itu ya berkumpul dengan yang tersayang, berbagi dan berbahagia tanpa beban. Karena di manapun kalian, hidupi profesimu dan totalitaslah pada yang saat ini ditempuh, nggak ada kata terlambat dan yakini penuh value baikmu. Jika kamu ingin sendiri, lakukan sprint, jika ingin bersama maka lakukan marathon.

Wah, serius banget ya? Ya meskipun emang nih udah serba digital, kerja juga makin banyak aja tuntutannya karena kodrat kita sebagai manusia yang tentunya berpikir dan bertindak secara manusiawi juga tentu nggak lepas juga dari pertanyaan filosofis di atas. Karena cita-cita itu sendiri dinamis kan? Nah nggak cuma serius-serius aja tapi di sini saya juga nemu temen yang suka ngeblog sama ngepodcast juga, kemarin juga sempet bikin short podcastnya, bisa kamu cek di bebasdefinisi: Why Podcasting and Blogging? Terus nih di akhir acara dapet dua buku dong sesuai ciri khasi startup coop camp ini, jadi emang sengaja uang transportnya dibikin jadi dua buku tentang startup dan self-improvement best seller. Jadi nggak langsung habis, tapi nutrisi otak. Jangan salah, reading skill and transferring the knowledge penting banget loh sekarang!


Selain itu seneeeeng abis karena kebetulan hari terakhir itu bertepatan dengan hari lahir saya. Ih rasanya bertambah usia bersama orang-orang baru, jalan-jalan di Malioboro dan ngobrol di alun-alun sampai jam 2 itu sesuatu banget! Iya, malam terakhir itu sengaja dadakan jalan-jalan setelah materi mulu selama tiga hari full nyahaha. Dapet temen kamar juga yang nyenengin kemarin, juga geng ciwi-ciwi nyahaha thank a lot Tantri, Putri, Yumna, Amri, sama Muthi! Nggak nyangka juga sih karena pergantian usia tahun ini emang nggak ada plan buat sengaja keluar kota kaya tahun lalu ke Solo. Eh malah dapet banyak bahagia gini di tengah kehidupan yang pelik nyahaha. Ah, memang Tuhan suka menunjukan hal-hal yang berarti dalam hidup justru dalam keadaan yang tak siap. Terima kasih, memori indahnya!
***

10 comments:

  1. Ada sedikit kekhawatiran tentang revolusi industri 4.0 nih, Mbak. Belum kebayang apa dampaknya untuk usaha yang sedang digeluti sekarang. Memang kuncinya harus terus belajar dan mencari potensi yang ada. Semoga bisa terus berkembang. Aamiin

    ReplyDelete
  2. Smoga sukses! Statistik bekraf tunjukkan banyak startup kolaps dalam 6 bulan setelah launch. Smoga inkubasi2 sprti ini bikin startup indonesia makin siap!

    ReplyDelete
  3. wahhhh acaranya bagus nih dan patut banget diadakan terus menerus supaya generasi milenial dapat melatih pemikirannya untuk mempersiapkan bekerja dan melatih kekompakan team juga ya kalo tidak salah

    ReplyDelete
  4. Aku baru kepikir ya kalo nongkrong jadi investasi sosial. Bener juga ya. Bahkan investasi yg menyenangkan. Hehe

    ReplyDelete
  5. Senang ya bertemu teman baru dan mendapat ilmu yang ingin diperdalam, sekarang memang zamannya digital san startup dan dituntut untuk terus belajardan inovasi jika ingin terus maju dan menciptakan peluang baru

    ReplyDelete
  6. Ayoo semangad, jangan takut untuk buka usaha, kita membutuhkan wirausahawan yang banyak, bukan PNS yang banyak. Apabila sudah jalan, ingat stay positive, manfaatkan teknologi semaksimal mungkin, relasi.

    ReplyDelete
  7. Kesimpulannya, dimana kamu menempatkan diri di area ini? Hustler, Hacker atau Hipster nih?

    ReplyDelete
  8. Betul juga ya ... terjun ke dunia starup memang perlu serius, bermisi dan pantang menyerah. Tapi jangan sampai types jugalah hihihi

    ReplyDelete
  9. Barakallahu fii umriik, cantiik..
    Semoga makin produktif dan makin idealis.
    Brake the rules and be the number one!

    ReplyDelete
  10. Seru banget acaranya! Pengin ikutan juga deh startup coop camp gini kalo ada yang batch 3. Biar lebih mantap jadi calon entrepreneur hiyaaa~

    ReplyDelete