The words. The thoughts. The journal.

July 09, 2019

The 4 Disciplines of Execution: Eksekusi Strategi, Komitmen, dan Perubahan Perilaku

Halo guiese, gimana kabar?


Dalam beberapa waktu, kadang saya tak menyukai persaingan. Selain takes time, hidupmu pasti akan selalu dibayang-bayangi ketidaktenangan. Kadang suka juga, namun dikerjakan dalam bagian yang saya bisa. Kemarin, di saat saya lagi mode agak malas bersaing justru kemudian diberi kesempatan untuk mengikuti 4DX Training & Workshop pada Rabu-Kamis, 19-20 Juni 2019 di Hotel Dominic, Purwokerto. Memang benar, kadang sesuatu datang tak perlu menunggu kamu siap—namun kamu juga perlu menyambutnya dengan maksimal dan sebaik-baiknya. Well, kalau bayar ternyata mahal sampai 1,6jt—pelatihan termahal yang saya ikuti dan jelas tak mampu saya bayar untuk saat ini. Sebagai gantinya, saya menulis reportase 4DX ini di blog web Prakarsa Unggul Consulting—penggagas acara ini yang bekerja sama dengan Kopkun Grup dan Kopkun Institute. Enak sih, jadinya baca ulang dan kembali memahami lagi.

4DX

Sebelum lebih jauh mengenai apa itu 4DX dan training selama 2 hari yang padat itu, ini merupakan ilmu baru bagi saya. Bagi temen-temen yang kebetulan membaca postingan ini dan berprofesi sebagai pimpinan-pimpinan, manajer, direktur mungkin sudah akrab dan mungkin juga sudah mengimplementasikannya di perusahaan masing-masing. But still, I’ll share the insights. Memang, sejak berada di lingkungan startup saya banyak mendapatkan ilmu pengetahuan baru mengenai bisnis dan manajemen—yes, karena startup nggak jauh-jauh dari yang namanya bisnis model baru.


4DX sendiri itu singkatan dari 4 Disciplines of Execution, pengeksekusian strategi dalam mempercepat dan mengefesiensikan visi suatu perusahaan. Bukan ya, bukan 4DX buat nonton film itu. Refensi 4DX sendiri bisa dibaca di buku karya Chris Mcchesney dan Sean Covey, dan workshop kemarin adalah pendalaman serta praktiknya. Kenapa sih 4DX ini sampai ada? Nah biasanya gini nih, di suatu elemen dalam tim itu orangnya banyak yang skilledtapi kok gerakannya lambat-lambat aja. Atau punya ide yang besar namun hasil atau pendapatannya tetap sama saja. Tujuan 4DX inilah biar lebih mengencangkan lagi, mendisiplinkan lagi, dan lebih komitmen lagi. Namanya satu kumpulan, kan macem-macem gimana isi otaknya, jadilah 4DX ini bisa buat ilmu pengaplikasian manajemen SDM.

Kegiatan selama 2 hari tersebut diikuti oleh 13 bentuk perusahaan atau lembaga seperti Bookcircle, Nemolab, KOSUKU, KSP Kopkun, InnoCircle Initiative, KPRI Sehat, Beceer, NEU, PT Kolaborasi Prakarsa Unggul, Pedihelp, CV. Kolaborasi Karya Digital, dan USP Kopkun. Yes, dalam ranah koperasi memang dan juga platform coop di Purwokerto. Untuk trainernya sendiri dipandu oleh Bapak Purwanto Waluyo selaku 4DX specialist. 4DX seperti namanya, terdiri dari 4 bagian yaitu WIG, Lead Measurement, Scorecard, dan WIG Session. Sebelum masuk ke WIG, kegiatan pada hari pertama tersebut diisi dengan penyampaian visi yang bakal lebih ditelisik untuk dianalisis kembali oleh masing-masing peserta.

4DX

Ternyata visi jadi penting banget, harus ada capaian jumlah dan kapan akan tercapai. Jadi nggak cuma dalam bentuk narasi ya. Misalnya: memiliki 50 cabang di Jawa Tengah pada tahun 2022. Makanya kemarin pas penyampaian visi banyak yang kind of direvisi karena terlalu naratif. Bedakan antara MIMPI dan visi. Mimpi itu sifatnya jauh dari rencana yang tersistematis, nah kalau VISI ini dihasilkan dari analisis yang dalam dengan analisis SWOT. Kemarin sih bahasan VISI aja bisa seharian dan diulang lagi keesokan harinya karena ya sepenting itu untuk menjadi akar pondasi sebelum melaksanakan 4DX. Tujuan dari 4DX kan selain eksekusi, juga terjadinya perubahan akan kebiasaan SDM dalam perusahaan.

Tahap pertama yaitu WIG atau Wildly Important Goal, adalah prioritas di antara prioritas untuk langsung mencapai visi. Ambilnya satu sampai dua aja karena semakin banyak hal yang dilakukan, justru semakin berkurang pencapaiannya. Caranya dengan mengisi rancangan dulu dari gagasan WIG, hasil awal, hsil akhir dalam ukuran dan durasi waktu. Seru banget kemarin berasa kaya lagi revisi berjamaah, beberapa udah sampai yang mikir banget ternyata masih harus direvisi juga. Ya karena ini bakal berpengaruh ke produktivitas sama target hasil sih. Ada dong gagasan yang perlu dihilangkan kalau justru memberatkan dan jadi beban, gagasan yang tak terukur tujuan akhirnya, sama gagasan yang akan lambat dalam pencapaian. Kalau nggak ada perubahan, bisa terjebak lagi ke whirlwind atau kegiatan sehari-hari—atau kembali ke metode lama.

WIG yang dibuat harus bisa tepat sasaran, karena indikator keberhasilan dari 4DX ini ya dalam gagasan itu nggak perlu diubah-ubah lagi. Jadi bener-bener buat visi itu riset dan analisis yang mendalam, kemudian baru WIG yang bisa lebih mudah untuk dianalisis. WIG mengandung target kata kerja, dan fokus terhadap APA bukan lagi pada BAGAIMANA. Kemudian baru lanjut ke disiplin yang kedua yaitu Lead Measure yang fokusnya ini ke cara atau BAGAIMANA. 

4DX

Lead Measure dibagi menjadi dua yaitu small outcomes dan leveraged behaviour. SO ini fokus pada tercapainya hasil mingguan tim akan kemandirian pada setiap anggota, sedangkan kalau LH yaitu membentuk perilaku khusus yang dilakukan tim sepanjang minggu. Ini nih yang penting dan mulai kelihatan gimana akan perubahan perilaku dalam semua elemen yang kemudian akan membangun budaya dalam perusahaan. Penyusunan SO dan LH ya sama, jadi pilihlah yang langsung berdampak pada WIG, pilih yang realistis dan berdasarkan pada kebutuhan.

Disiplin yang ketiga yaitu Scorecard, untuk menjadi penilaian dan peninjauan akan masing-masing elemen setelah menyepakati WIG dan LM di atas. Selain itu juga bisa untuk melihat apakah visi kira-kira akan tercapai atau malah sama saja. Di sini yang dicari bukan hanya dicapai saja, namun memenangkan jadilah scorecard menunjukan transparasi. Fungsi dari scorecard yang sebaiknya dibuat oleh pimpinan atau konsultan ini yaitu melihat sudah sejauh mana perkembangannya. Akan bisa dilihat juga bahwa kinerja tinggi di sini dapat dibentuk dari yang terikat secara emosional. Selain untuk mengukur prestasi, juga bisa untuk diberikan pertimbangan secara fair untuk naik level seperti jabatan.

4DX

4DX

Disiplin yang terakhir yaitu WIG Session, ini lebih seperti meeting dalam kurun waktu hanya 20-30 menit saja tiap minggu. Jadi nggak hanya scorecard saja yang terpampang dan yang punya bisa memerbaiki diri atau terus berprogress—tapi melalui WIG Session ini bisa saling memberi bantuan. Jadi nggak sekaku itu ya 4DX ini. WIG Session dipimpin oleh pimpinan, memberi apresiasi bagi yang mencapai dan melebihi target, serta memberi solusi bagi kendala-kendala yang ada. WIG Session ini akan menumbuhkan tanggungjawab pada yang sudah disepakati, menjaga fokus, sharing the knowledge, memberi bantuan, meumbuhkan adaptasi yang cepat pada kebutuhan bisnis, dan memberikan kesempatan untuk merayakan keberhasilan.

4DX dapat terimplementasikan kalau sasaran tercapai, tahu apa yang dilakukan, mengetahui skor setiap saat, dan bertanggungjawab akan hasil. Kalau yang saya lihat sih, 4DX ini bakal lebih mudah dan tepat sasaran dilakukan ke perusahaan yang udah stabil dan akar pondasinya kuat. Kalau yang masih berkembang sih sebaiknya jangan dulu, lebih ke ciptakan dulu budaya kerja yang disiplin dan terarah. Riskan apalagi misal satu SDM dan lainnya punya pola kepribadian yang berbeda. Karena 4DX ini kan perlu kesepakatan bersama, jadi selain didukung dari orang yang memiliki skill, memiliki pengalaman, tapi juga bervisi ke depan. Contoh pengaplikasian 4DX ini udah ada di PLN Indonesia.

4DX

Sebenernya kalau nulis 4DX ini bisa lebih panjang, silakan bisa baca di reportase saya sebelumnya di:


I’m so blessed that bisa ikut pelatihan bareng pimpinan, direktur, dan para dewasa-dewasa dalam lembaga, konsultan, swalayan dan lain-lain. Bisa ngerti gimana mereka bekerja, gimana membangun ide yang ternyata ngga gampang. Bisa jadi ilmu buat saya yang saat ini masih jadi mahasiswa. Thank you InnoCircle telah memberikan saya akses.

4DX ini menurut saya bisa juga diaplikasikan buat target harian pribadi sih, cuma kan kalau gagal bakal tetep santai aja karena sendiri. Jadi, 4DX ini cocok buat yang berdisiplin dan komitmen tinggi, atau perusahaan yang mencari profit. Semoga menambah wawasan ya!

1 comment:

  1. Wah terima kasih ini artikelnya sangat bermanfaat mbak. Saya juga udah mulai aktif menulis lagi di blog fotografi saya.

    ReplyDelete