The words. The thoughts. The journal.

September 12, 2019

Australia dan Impian Melanjutkan Studi



Halo, apa kabar?

Sudah lama saya tak menulis tulisan bertema harapan seperti ini, harapan ditulis-tulis saja dahulu menjelma kemudian nanti. Seperti saat saya menulis mengenai keinginan untuk dapat datang ke Bandung, kemudian setahun kemudian menjelma menjadi nyata padahal kala tersebut sudah lupa pernah menulis tentang Bandung

Menjalani perkuliahan, mencoba mengikuti organisasi, dan mencoba mengikuti mencari ilmu tak hanya di kota sendiri membuat saya memiliki keinginan lain yang menjadi harapan yang visioner. Betapa memang ilmu dapat didapat di mana saja, dan begitu banyak perspektif yang kita dapat. Selama ini belum pernah ke luar Jawa untuk mencari ilmu dan pengalaman, masih hanya sekitar Jawa Tengah dan Jawa Barat saja. Saya perlu melihat lebih banyak ke luar, seperti pesan dari Ibu saya sendiri agar melalangbuanalah sebagai perempuan muda yang masih memiliki semangat, yang mampu berpikir dan bertindak sendiri tanpa intervensi yang mengikat, yang memiliki idealis, dan yang pasti segala sesuatu diniatkan untuk ibadah. Selalu mengingat pesan Ibu tersebut, saya juga percaya bahwa dimanapun kaki memijak, di sanalah Bumi Allah.

australia flag
sumber: pixabay kw: australia flag

Dari dulu, saya selalu memiliki keinginan untuk dapat pergi ke Australia dengan tujuan utama mencari ilmu atau bergerak di bidang pendidikan. Udah pasti, ingiiin sekali dapat melanjutkan studi S2 di Australia. Inginnya nggak hanya ingin aja dong, saya perlu riset dulu hal-hal apa saja yang perlu saya persiapkan. Seperti lokasi mana saja yang cocok, pemilihan universitas, beasiswa kuliah, jenis perkuliahan, dan bagaimana kiat-kiat bertahan hidup. Kenapa sih Australia, nggak langsung aja ke negara-negara di Eropa atau Amerika?

Yang pertama karena emang murni penasaran dari dulu sampai sekarang, sebagai negara yang dekat dengan Indonesia saya rasa memiliki sejarah sendiri yang berkaitan. Hal tersebut terbukti benar saat dosen saya menunjukan film pendek berjudul Indonesia Calling yang menceritakan peran Australian Waterside Workers bersama pelaut dari Indonesia, China, dan India membantu kemerdekaan Indonesia dengan menghentikan kapal Belanda yang berisi tentara dan senjata. Baru dengar? Saya rekomendasikan pembaca menonton film pendek tersebut untuk melihat kembali sejarah. Jangan lupa juga Australia mengambil peran utama di PBB dalam upaya advokasi bagi pengakuan kemerdekaan RI pada tahun 1949. Saya rasa, sejarah ini pernah kita baca di buku-buku LKS saat kita SD. Berangkat dari situ, saya ingin juga menapaki Indonesia dan sejarah Indonesia sendiri di Australia.

australia map
Australia map. sc: pexels


Hal kedua adalah mengenai tokoh idola atau panutan saya, yaitu Prof Ariel Heryanto dan I Made Andi Arsana, Ph. D. Keduanya pernah berkuliah di Australia, dan juga dari Prof Ariel saya mengetahui Indonesia Calling—serta esai-esainya mengenai politik, pop culture, poskolonial, dan keIndonesiaan sendiri membuat saya semakin tertarik memperlajari tema-tema tersebut. Prof Ariel pernah berkuliah di Monash University, menjadi guru besar di The Australian National University, dan saat ini sebagai Herb Feith Professor di Monash University. Sedangkan untuk Pak Andi, juga telah menempuh S2 di University of South Wales dan S3nya di University of Wollongon. Dari Pak Andi, saya lebih belajar menanamkan sikap disiplin menjadi pembelajar sejati dan berusaha secara maksimal.

Cerita lain akan ketertarikan pada Australia berawal dari novelnya Raditya Dika yang berjudul Kambing Jantan. Di sana, ia menyebutkan pernah kuliah di luar negeri tepatnya di di University of Adelaide, Australia. Untuk pertama kali juga mengenal kota Adelaide. Lagi-lagi tema mengenai pendidikan juga saya temui pada exchange Youth Summit 2018 ke Sidney Australia bersama Andika Wira dan Tasya Kamila. Kala itu saya ikut seleksinya, hanya saja belum terpilih sebagai exchangers. Kemudian, baru-baru saja kemarin diadakan seleksi oleh Kader Bangsa Fellowship bernama Indonesian Leaders Exchange Program (IYLEP) ke Melbourne, Australia untuk studi banding dalam pelatihan untuk memperkuat visi strategis dan kapasistas para pemimpin muda nasional. Menarik dan menantang udah pasti, setertarik itu tema pendidikan untuk alasan saya datang ke Australia.

australian national university
ANU College. sc: scholarhsip-positions


Saya berasumsi juga jika pelajar Indonesia belajar di luar negeri akan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang lebih baik pengalaman berpikir, berbudaya, serta dapat melihat negerinya sendiri dari luar. Udah ngantongin jurusan dan nama kampusnya juga dong sesuai peminatan untuk studi magister nanti. Kalau saya ingin di jurusan Journalism (Double Master with University of Warwick), International Relations, atau Culture and Creative Industries di Monash University. Pilihan lain yaitu International Relations atau Digital Humanities and Public Culture di Australian National University. Bayangkan, kemudian ikut PPI dan Australian Awards. Bismillah, semoga tercapai. Boleh dong punya cita-citaa?

Kemudian, tujuan saya ke Australia juga ingin mengunjungi tempat-tempat dong seperti pelancong pada umumnya. Selain tujuan yang biasa menjadi rekomendasi, seperti Hyde Park, Darling Harbour, George Street, dan Cronulla Beach saya juga sudah menarget agar perjalanan pendidikan saya nanti nggak dihabiskan dengan waktu yang sia-sia. Tujuannya yaitu tempat yang memiliki historis Indonesia, yang bertemakan pendidikan, dan tentunya sebagai perempuan muslim juga ingin berwisata halal baik tempat maupun kuliner.

puffing billy australia
sumber: web Cheria. puffing billy

Beberapa destinasi juga sudah saya kantongi juga seperti National Museum of Australia, Hyde Park Barracks, Fort Scratchley, dan Puffing Billy. Terutama yang terakhir, Puffing Billy bisa naik kereta uap dan menyusuri alam sekitarnya—sebagai penggemar kereta harus banget! Ngebayangin aja menyenangkan ya, belum lagi nanti mengalami pengalaman perbedaan empat musim. Super excited! 

Lagi-lagi, yang mendukung kenapa Australia ya karena ramah terhadap wisatawan Muslim. Sebagai calon mahasiswa muslim di sana (aamiin), setidaknya merasakan aman dong apalagi kalau mencari makanan maupun yang sifatnya hiburan seperti wisata ramah muslim. Ngomong-ngomong, ada yang ingin ke Australia juga nggak misal untuk liburan? Di Indonesia sendiri sudah ada penyedia layanan paket wisata halal Australia salah satunya Cheria Holiday, jadi udah bisa fokus untuk langsung jalan-jalan tanpa khawatir dan menghabiskan waktu repot cari info sana-sini. Lihat dulu keseruannya di video berikut:



Semoga kita semua dapat mencapai tempat tujuan masing-masing ya, saya pernah baca juga bahwa berhajilah meskipun tak ke Mekkah. Artinya seperti yang telah disebutkan, bahwa ke manapun kita diniatkan untuk ibadah, maka sudah pasti akhirat maupun dunia akan kita dapatkan dengan penuh berkah. Akhir dari tulisan ini tentu saja harapan Australia akan menjadi bagian dari perjalanan hidup saya sebagai perempuan, pembelajar, dan seorang muslim. Jadi, Australia, Will You Be My Forever Valentine? Kalau kamu, ingin merasakan pengalaman di Australia juga nggak? 
*** 


Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Cheria Halal Holiday #9
Menulis Tentang Australia
https://www.cheria-travel.com/2019/09/lomba-blog-cheria-holiday-9-2019.html
 

20 comments:

  1. setuju sekali kak, kemanapun tujuannya yang terpenting diniatkan buat ibadah, biar diberi kelancaran dan berkah perjalannya

    ReplyDelete
  2. Beruntung banget memiliki ibu yg support langkah Mbak Marfa begini,
    Semoga harapan dan tujuan ke Australia baik untuk menempuh pendidikan maupun melancong, bisa tercapai yahh mbak.
    Jadi inget sama petuahnya Pak A. Fuadi nihh heheee
    TFS Mbak Marfa, Good Luck ^_^

    ReplyDelete
  3. semoga tercapai yaaa impian harapan dan cita-citanya! Amin!!!

    ReplyDelete
  4. Masyaallah, aku bantu meng-amin-kan ya. Aku sendiri salut sama orang yang berani bercita-cita untuk kuliah di luar negeri. Aku sendiri terpaut nyaman dengan Indonesia, ditambah udah menikah ya jadi cenderung untuk settle di satu tempat.

    ReplyDelete
  5. Lihat Puffing Billy jadi pengen naik kereta uap juga, deh! Kebayang suasananya, pasti bagus sekali.
    Semoga impian pergi ke Australia bisa segera terwujud ya, Mbak, baik untuk melanjutkan studi atau jalan-jalan ke sana.

    ReplyDelete
  6. Semoga segala keinginannya tercapai ya kak. Aku juga punya keinginan untuk lanjut kuliah ke luar negeri. Semoga bisa direalisasikan :)

    ReplyDelete
  7. Aku penhen juga ke sana, tapi buat jalan2 aja. Studi? Belum kepikiran, hahaha. Itu temanku baru kemarin lulus dari Melbourne University. Semoga bisa ambil beasiswa juga ya, Mbak

    ReplyDelete
  8. aamiin

    semoga terwujud cita-citanya mbak
    kalau aku maunya ke sana jalan-jalan dengan keluarga, pengen silaturahmi dengan koala dan kanguru

    ReplyDelete
  9. Kok kita sama sih, nulis dulu sambil bermimpi agar suatu saat terwujud keinginannya.
    Semoga Marfa akan segera bisa mewujudkan keinginan studi di Ausie ya. aamiin. Aku jalan-jalan main aja ke Ausie-nya.

    ReplyDelete
  10. Semoga tercapai kak cita2 melanjutkan sekolahnya ke Australia. Tak disangka destinasi wisata nya keren2 ya. Jadi ngiler juga ingin ke Australi.

    ReplyDelete
  11. Semoga cita cita belajarnya dimudahkan sama Allah ya Mba... apalagi sudah ada tujuan yang spesifik ditetapkan... negara dan universitasnya...

    ReplyDelete
  12. Semoga tercapai iya mba cita-citanya. Amin
    Dan sy juga punya keinginan kesana, wkt itu hanya pergi ke malaysia aja yg deket. Kesana blm kesampaian. :)

    ReplyDelete
  13. asyik banget nih kalo bisa masuk ke tempat impian univestitas di Australia gitu. Menuntut ilmu sekaligus bisa jalan jalan tuh sesuatu banget deh semoga impiannya tercapai ya kak

    ReplyDelete
  14. Satu hal yang aku kurang suka dari Australia itu buat ngajuin visanya mahal banget kak, meski ada uang 50 juta ditabungan huhuhu

    ReplyDelete
  15. Australian negeri impianku juga. Dulu teman2 SMA-ku yang memilih kuliah di LN mereka pilihnya Aussie, slaah satunya di kota Melbourne, bahkan beberapa menetap di sana sampai skrng krn bagus banget. Semoga rezeki bisa uliah di negeri Kangguru ya mbak :D

    ReplyDelete
  16. Pengen banget sih ke Australia. Secara negara tetangga kan..

    Begitu lu2s S1, aku sempat ditawarin beasiswa ke sana sama mama dan papa. Kebetulan mereka ada kolega di sana. Ceritanya cowok Indonesia teman mereka dapat istri orang Australia dan sekarang udah sukses sejak pindah kewarganegaraan dan menetap di sana*

    ReplyDelete
  17. Doa Ibu semoga lancar dan penuh keberkahan dan langkahnya dimudahkan...
    Saluut sama Marfa yang selalu gak cepat puas dengan capaian-capaian prestasinya.

    ReplyDelete
  18. wah, memang kalo niatnya udah bener. semua akan bisa lancar sampai tujuan. niat memang yang utama
    terimakasih

    ReplyDelete
  19. Tuh kan, aku jadi wajib menambahkan Australia sebagai list negara yang patut dibawa mimpi setelah baca tulisan ini.

    Good job Kak...

    Semoga terwujud

    ReplyDelete
  20. Saya bantu do'a y kak . Smga smua mimpi dan cita2 kk tercapai .Aamiin

    ReplyDelete