Perbedaan Jurusan Kimia Murni dan Teknik Kimia

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Saat menjadi siswa yang berencana melanjutkan ke perguruan tinggi, istilah-istilah dalam perkuliahan terasa jauh dan asing. Hal tersebut wajar karena pola pendidikan dari tingkat SD-SMA/K serupa dan telah akrab sehingga penyesuaian tak membutuhkan waktu lama. Tak heran jika persiapan kuliah juga perlu dilakukan dengan matang dan serius, termasuk di dalamnya memilih jurusan kuliah.

perbedaan jurusan ilmu kimia
pict: jarmoluk, Pixabay

Jurusan kuliah ini tentunya lebih spesifik dari satu bidang ilmu, sehingga dapat memiliki banyak cabangnya. Misalnya dalam bidang ilmu IPA, kita telah akrab dengan tiga mata pelajaran yaitu Biologi, Fisika, dan Kimia. Ketiganya masuk dalam sub rumpun ilmu IPA yang sama, namun biasanya Biologi memiliki fakultas sendiri.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa satu ilmu bisa memiliki banyak jurusan dan lebih spesifik, termasuk ilmu kimia. Contoh jurusan yang berhubungan dengan ilmu kimia yaitu jurusan kimia murni, jurusan teknik kimia, jurusan pendidikan kimia, dan jurusan biokimia. Tak hanya sampai di situ, jurusan yang berhubungan dengan ilmu kimia sendiri bahkan tak menyebutkan nama kimia di dalamnya. Misalnya jurusan farmasi, jurusan ilmu gizi, jurusan agrobisnis, dan jurusan teknologi pangan.

Khusus pada artikel ini akan membahas mengenai perbedaan jurusan kimia murni dengan teknik kimia.
Berbeda dengan jurusan pendidikan ilmu kimia yang memiliki penanda yaitu pendidikan, keduanya acapkali dianggap dengan jurusan yang sama. Beberapa perbedaan kedua jurusan ini yaitu:

  • Fakultas

Jurusan kimia murni atau biasa juga disebut dengan jurusan kimia berada pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Bersamaan dengan jurusan kimia, Fakultas MIPA juga menaungi jurusan Matematika dan Fisika.

Sedangkan jurusan teknik kimia dapat dengan mudah diketahui berada di Fakultas Teknik. Letak perbedaan yang menonjol lainnya adalah tak semua universitas memiliki jurusan teknik kimia jika dibandingkan dengan jurusan kimia murni. Beberapa universitas di Indonesia yang memiliki jurusan teknik kimia yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Diponegoro, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Sebelas Maret, Universitas Gadjah Mada, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Lampung, dan Universitas Brawijaya.

  • Ilmu Yang Dipelajari

Jurusan ilmu kimia murni terfokus dalam mempelajari sifat, reaktivitas, dan struktur suatu zat, termasuk di dalamnya interaksi dari materi-materi penyusunnya. Maka tak heran juga jika jurusan kimia ini sifatnya eksploratif di mana dapat mempelajari kemudian menemukan reaksi atau zat yang baru. Hasil dari temuan dan uji coba ini dapat digunakan untuk berbagai bidang termasuk industri dan kesehatan. Karena sering dalam pengujian, jurusan kimia murni tentu saja akrab dengan laboratorium.

Sedangkan jika teknik kimia, ilmu yang dipelajari lebih aplikatif di mana menggunakan hasil dari ilmu rekayasa kimia untuk menghasilkan produk yang bermanfaat untuk kebutuhan manusia. Dapat dikatakan bahwa jurusan ini mengembangkan suatu zat yang sudah ada dan fokus pada sisi produksi dan bidang industri. Temuan inovatif dan kebermanfaat lanjutan dari hasilnya adalah biaya yang lebih murah dan lebih efisien dari produk serupa sebelumnya. Target skala dari reaksi ini juga lebih besar karena menyangkut industri.

Contoh Mata Kuliah Jurusan

Beberapa contoh mata kuliah yang terdapat pada jurusan kimia yaitu kimia dasar, fisika, matematika, biokimia, kimia analisis, struktur dan fungsi biomolekul, kimia kuantum, kimia komputasi, kinetika, dan seterusnya.

Sedangkan pada jurusan teknik kimia, contoh dari mata kuliahnya adalah kimia fisika, termodinamika, terknologi pengelolaan limbah, reaktor, proses kimia industri, fisika, mikrobiologi industri dan lingkungan, ekonomi teknik kimia, manajemen proyek, teknologi biodesel, dan seterusnya.

  • Gelar Akademik

Sarjana dari jurusan kimia murni akan mendapatkan gelar S. Si atau sarjana sains, sedangkan dari jurusan teknik akan mendapatkan gelar S. T atau sarjana teknik.

  • Jenjang Pendidikan Lanjutan (Pascasarjana)

Bagi mahasiswa S1 jurusan kimia yang meminati bidang akademisi, dapat melanjutkan pascasarjana dengan program studi magister S2 Kimia. Peminatan studi dapat berupa kimia organik, bio kimia, kimia fisik, kimia analitik, dan kimia anorganik. Memungkinkan juga dapat mendaftar di multidisiplin ilmu yang masih berkaitan seperti S2 bidang Energi Terbaharukan dan S2 Lingkungan.

Sedangkan untuk teknik kimia dapat memilih Program Magister Teknik Kimia dengan peminatan seperti teknologi proses, peminatan pengelolaan energi, peminatan sintesis dan aplikasi material baru, peminatan pengolahan dan kebijakan pangan, serta peminatan pengelolaan kesehatan, keselamatan, dan keamanan lingkungan.

  • Prospek Pekerjaan dan Karir

Beberapa prospek pekerjaan dari lulusan jurusan kimia murni yaitu berkaitan dengan lingkup laboratorium, lembaga penelitian, berada di bagian quality control atau produksi pada sebuah pabrik, atau dapat menjadi dosen dengan menjalani jenjang pendidikan lanjutan.

Untuk lulusan teknik kimia, prospek karir berada pada teknisi minyak dan material, quality control dan produksi, pengendalian mutu produk hingga kesehatan, serta perindustrian seperti kosmetik, makanan, dan pertambangan.


Demikian sedikit penjelasan mengenai perbedaan jurusan antara kimia murni dengan teknik kimia. Dapat dikatakan bahwa teknik kimia merupakan lanjutan dari pengoptimalisasian hasil dari jurusan ilmu kimia murni menjadi sesuatu yang bermanfaat. Keduanya saling berhubungan dan tak lepas dari kegunaan sehari-hari dalam kehidupan manusia. Jika teman-teman tertarik pada topik kimia, kunjungi Blog Kimia untuk mengetahui dan menjelajahi hal-hal menarik seputar dunia kimia.
***

Tidak ada komentar

Halo, terima kasih sudah berkunjung!^^ Mohon klik 'Notify Me/Beri Tahu Saya' utk mengetahui balasan komentar via email.