I Thought Easily Get Bored Was Super Cool!

Setahun terakhir, saya sedang mencoba jenis cara kerja, metode-metode baru dalam hidup saya dalam keseharian dalam mempersiapkan masa depan. Satu hal yang saya sadari bahwa karakteristik milenial banget melekat pada diri saya: kutu loncat. Hal tersebut bermula ketika saya mengikuti organisasi dan merasa bahwa organisasi yang saya ikuti belum cukup mendukung soft skill yang lain. Dari minat bakat kemudian berlanjut ke hal-hal baru yang belum pernah saya coba sebelumnya. Hal tersebut karena semakin mengetahui banyak hal, justru hanya baru sedikitlah yang saya tahu.

wanderer

Juga, perlahan mimpi-mimpi kecil saya terwujud, namun masih satu kerikil kecil yang lama-lama menjadi sebuah keresahan sampai membuat saya berhenti sejenak untuk kembali refleksi dan mencatat bagian-bagian yang terlupakan. Sepertinya, saya harus pelan-pelan upgrade dari cara-cara lama tersebut. Usia 19–22 adalah usia untuk mengeksplor diri sepuas-puasnya agar tahu mana yang menjadi fokus, mana yang ternyata menjadi kekurangan, dan cara kerja bagaimana yang seimbang: apakah multitask atau satu persatu dahulu.

Sekian beberapa lama berkotemplasi dan mengobrol, teman saya nyeletuk “kamu itu kalau sukses, nanggung ya?”. Jika diibaratkan dengan angka, sukses versi saya selalu baru mencapai 4/5, atau 3/4, dan belum mencapai 1, atau selalu menjadi juara dua atau tiga. Bukan yang disoroti, alias menjadi tengah-tengah. Jika kemudian hal ini yang menjadi keresahan, saya kembali menarik ke belakang bagaimana memiliki filosofi, yaitu menjadi biasa yang luar biasa. Nggak pengin kok ngambis segalanya diambil, diraih, dan dipunyai karena kalau udah ngomongin masalah waktu, posisi dan segala hal yang kita punya sebelumnya bakal dengan mudahnya tergilas bahkan dengan usaha yang mungkin lebih sedikit. Ini bisa dibilang idealis nggak? Atau cuma alesan aja buat males berjuang dan memaksimalkan potensi yang ada? Kalau semua dimaksimalkan energi bakal cepat habis dong, harus senantiasa dirawat agar bertumbuh dengan baik.

Yes, mudah bosan dan pindah sana-sini memang keren karena menurut saya kita jadi lebih terbuka lagi pikirannya dengan melihat banyak perspektif, kemudian kita jadi tahu kekurangan kita terletak di mana saja, dan mana yang paling cocok yang akan kita pilih ketika kita sudah merasa cukup. Dari pengalaman saya, beberapa kali ditanya kamu fokusnya ke mana? Fokusmu di bidang apa? Dengan menjawab: saya suka melakukan banyak hal ternyata bukan yang menjadi nilai tambah terutama kalau di kultur profesional. Ya iya dong, kultur kerja kan ngebangun kepercayaan bersama, bertumbuh bersama supaya tujuan terlaksana, bukan sekedar organisasi aja. Kalau tiba-tiba di tengah jalan bosan dan pindah, akan merugikan perusahaan itu sendiri karena akan waktu yang telah digunakan untuk membangun kultur tersebut akan sia-sia.

Namun bukan berarti hal tersebut dilarang, kuncinya terletak pada FASE. Jika masih muda dan belum terikat tanggungjawab maka akan lebih mudah dalam mengeksplor diri sampai cukup, kemudian fokus — itu yang akan lebih dibutuhkan. Pun, kalau misal mau mandiri juga harus fokus satu per satu, kuat mengakar dulu baru beranjak ke rencana-rencana selanjutnya. Kenapa sih harus fokus satu dulu? Karena satu fokus aja nyabangnya udah banyak yang perlu dipelajari secara dalam. Nggak enak kan bisa semuanya namun hanya sebatas di permukaan aja? Kan, kamu sendiri yang tahu kondisi diri sendiri, ditambah dengan pengalaman — maka akan dengan mudah belajar, mengalami, dan menerapkan kembali setelah disortir. 

Jadi menurut saya, sembari meloncat sana-sini dan memperbaiki celah-celah kekurangan, adalah sekaligus menghabiskan jatah gagal. Definisi menghabiskan jatah gagal di sini menurut saya bukan hanya ketika hasil tak sebanding dengan usaha menurut kita, namun berbagai kegagalan-kegagalan seperti takut memulai, berhenti di tengah jalan, atau bahkan melakukan kesalahan yang sama berulang kali sampai kamu sendiri aja heran. Kalau menurutmu, bagaimana?
***
Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below :) (p.s: a comment with active url will be deleted)