Hobi Nulis Blog Dapat Uang, Bagaimana Caranya? (Monetisasi Blog)

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Seorang kawan pernah menanyakan perihal "kamu nulis blog gitu, dapet uang nggak sih?" dan pertanyaan itu sedikit menunggu lama untuk dijawab. Justru, saya teringat tahun-tahun sebelumnya kalau ditanya pertanyaan serupa maka akan menjawab "nggak sih, nulis blog untuk suka-suka dan kesenangan saja". Namun karena kondisi sekarang sudah berbeda dan menjadi freelance blogger dan saat ini bergantung pada, maka jawabannya adalah "iya dapat, namun nggak banyak-banyak amat."

Sekilas, terlihat menyenangkan sekali ketika mempunyai hobi atau kesukaan yang dibayar. Jawabannya adalah iya, menyenangkan karena mengerjakannya suka dan mendapatkan tambahan penghasilan dari sana. Namun untuk bisa mendapatkan uang dari blog, biar nggak terjebak dan kecewa banget kalau mau ngeblog untuk uang maka harus siap-siap menghabiskan waktu, tenaga, modal, dan pikiran dalam prosesnya.

1. Monetisasi Blog, Mulai Dari Mana?

langkah monetisasi blog
pict credit: Burst, pexels

Untuk ini, postingan ini sekaligus menjawab beberapa pertanyaan bagi pemula mengenai bagaimana mendapatkan uang dari blog atau monetisasi blog sesuai dengan pengalaman saya. Saya perlu menulis konteks ini karena memang cara mendapatkan uang dari blog itu berbeda-beda tergantung pada:

  • Awal Mula dan Tujuan Mendirikan Blog

Apakah memang fokusnya membuat blog untuk cepat dipasang iklan untuk mendapatkan penghasilan, apakah untuk menyalurkan hobi menulis saja secara personal, apakah membuat blog dengan niche tertentu untuk menulis tema tertentu seperti misalnya film atau buku, atau apakah hanya ingin having fun nulis apapun suka-suka namun mendapatkan penghasilan?

  • Di Mana Bloger Belajar dan Berkomunitas

Apakah awalnya mengikuti sebuah komunitas (bisa online atau offline yang bersifat kopdar) untuk semata saling berbagi postingan blog dan berbagi info serta ilmu saja, atau komunitas yang sudah terfokus pada SEO, optimasi performa blog, dan hal-hal yang bersifat teknis? Karena pasti caranya berbeda dan yang diambil juga berbeda-beda dan juga lamanya proses ke satu dan tahap selanjutnya juga berbeda-beda.

  • Pahami dan Pertimbangkan Posisi Diri Sendiri/Lokasi

Poin ini, harus saya sertakan dan tak boleh luput dalam bahasan ini. Jadi, di mana kita tinggal juga mempengaruhi privilese dalam hal akses dan bisa jadi jumlah penghasilan. Kalau kota-kota besar nih sering banget ada event yang mengikutsertakan bloger untuk bekerja sama, benefitnya juga lumayan untuk tambahan modal kuota atau jajan. Form-form ajakan kerja sama juga ada yang persyaratannya khusus untuk kota besar yang tentu saja langsung menggugurkan kita walaupun kualifikasi blog masuk.

Tapi bukan berarti ya, jadi membanding-bandingkan gitu aja. Dengan modal kreatif dan tekun juga tetap bisa mendulang banyak rezeki. Sebenernya ini bukan cuma tentang penghasilan saja, namun bagaimana komunitas blog juga bisa mendukung kita melesat lebih cepat karena sering diadakannya pertemuan gitu. Nah dengan massa yang banyak itu, pengaruh juga nih kerja sama dengan blogernya.

  • Jenis Fokus pada Proses Monetisasi Blog

Dalam proses, selalu ada kemungkinan untuk berubah cara dan tujuan dalam monetisasi blog, bisa yang awalnya hobi menulis jadi reviewer dan fokus mencari kesempatan penghasilan dari sana, bisa fokus pada iklan di blog karena trafik yang mendukung, bisa juga yang membuka kesempatan untuk guest post berbayar atau yang berbentuk content placement, atau bisa juga kombinasi di antara opsi-opsi di atas. 

Kemungkinan mendapatkan penghasilan dari blog bisa lebih banyak jika mengambil semua kesempatan, namun jangan melupakan faktor pengunjung juga yang menilai bagaimana performa blog kita. Terutama jika sudah mempunyai pembaca yang loyal, kalau terlalu fokus pada mendulang uang maka kemungkinan blog hilang rasanya juga selalu ada.

  • Apakah Selanjutnya Untuk Jangka Panjang atau Sebagai Side Job Saja?

Banyak contoh bloger yang bisa mendapatkan jutaan setiap bulannya dari ngeblog ini yang membantu untuk tambahan penghasilan utama, atau bahkan banyak juga yang akhirnya terjun menjadi full-time blogger. Untuk awal memulai, sebaiknya gunakan dahulu target-target di setiap langkah. Lagi-lagi, proses monetisasi blog ini tidak bisa instan apalagi jika dibandingkan dengan konten yang lebih visual (tidak full teks/text-based). Ambisi untuk terlalu cepat meraih ini itu justru akan membutakan dan tidak menikmati prosesnya. 

Pertanyaan ini biasanya akan semakin mantap dan dijawab dengan pertimbangan yang lebih bijak setelah melalui proses, melihat hasil, dan memperkirakan apa yang sedang terjadi selanjutnya pada keberlangsungan blog. Lagi-lagi, nikmati dulu prosesnya namun sambil cermati dan berhati-hati.

Saya usahakan penjelasannya simpel dan mudah untuk dipahami semua kalangan sebagai perspektif, termasuk bagi yang belum pernah bersentuhan dengan blog sebelumnya. Dari pertanyaan di atas, maka saya perlu menuliskan dari pengalaman bagaimana awalnya blog bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Menjawab pertanyaan di atas juga, 

Di awal pembentukan blog ini, saya murni hanya ingin menyalurkan hobi saya dalam menulis apapun. Jadi bisa dikatakan, mungkin ini proses ngeblog dapet cuan dengan proses yang sangat sederhana. Mengapa demikian? Karena murni memulainya hanya dari kesukaan menulis saja, mengalir dan apa adanya. Tapi, tentu saja kalau dari segi jumlah penghasilan nggak sewow mastah-mastah atau bahkan sama lifestyle blogger lainnya. Namun kalau ngomongin perbandingan nggak bakal ada abisnya dan lagipula masing-masing ditunjukannya jalan itu beda-beda, maka dari itu kembali fokus aja ke topik. 

2. Dari Mana Saja Sumber Penghasilan Blog?

sumber penghasilan blog
pict credit: NeONBRAND, unsplash

Pertanyaan ini bakal bisa dijawab dengan iklan AdSense, kerja sama dengan brand dengan menautkan link ke website mereka atau biasa disebut dengan job review ataupun content placement, mereview suatu produk yang berbayar, dokumentasi event, reseller produk untuk blog, referral, jualan produk bertema blog misal ebook, jadi mentor/coach/mengajar/tutor berbayar, maupun program afiliasi. Namun saya tentu saja hanya akan menuliskan berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan dan sering, jadi biar gambarannya lebih jelas.

  • Content Placement

Sederhananya, content placement ini adalah ada artikel beserta link dengan keyword tertentu yang dititipkan pada blog kita. Nah temanya biasanya beragam sih, dan kalau saya biasanya diedit sesuai gaya bahasa blog agar nggak kaku-kaku amat atau terasa berbeda. Sebaiknya memang diedit terlebih dahulu sih karena biasanya masih ada typo, namun tanpa menghilangkan kata kunci dan link yang telah disisipkan. Kemudian kalau misal tema artikelnya nggak sesuai dengan blog kita, jangan dipaksakan juga, jadi yang penting sama-sama happy.

  • Job Review

Kalau job review ini, kita yang menulis sendiri berdasarkan brief dari permintaan klien atau brand. Biasanya dimulai dari 500-1000 kata, dan terdiri dari umumnya 1-2 anchor text yang berisikan link menuju website tertentu. Nah untuk free dari job review ini lebih besar dari content placement tentunya, terus sifatnya bisa review dari produk atau layanan tertentu gitu. Menurut saya, benefit lain yang didapatkan dari job review ini adalah kita jadi kenal jasa atau layanan produk tertentu lebih dahulu sih, hehe.

  • Mendaftar di Platform Marketplace Backlink

Nah sekarang juga udah ada nih platform marketplace backlink untuk advertiser dan publisher. Beberapa nggak cuma bisa submit blog aja tapi sekaligus media sosial lainnya, lumayan banget sih buat tambahan anyway. Beberapa marketplace backlink yang pernah saya coba beserta keunggulannya masing-masing yaitu:

a. Vira.id

Terhitung sejak Februari 2020 lalu, saya sudah 2x payout, namun tahun ini lagi lumaan sepi nih dibanding tahun lalu. Kalau di sini sistemnya nanti kita mendapatkan orderan tulisan tema tertentu dan anchor text dengan deadline sekitar 3-5 hari tergantung permintaan. Terus kadang ada juga sih yang artikelnya sudah disediakan jadi kita cuma tinggal posting, namun deadlinenya lebih cepat tentunya.

Kemudian kita baru bisa mencairkan dana setelah senilai Rp 300.000, jadi kalau sebelum mencapai nominal tersebut bisa nabung dulu, ya. Enaknya di sini, harga tertera sudah transparan dan kita mendapatkan fullnya ya segitu tanpa ada potongan lagi.

b. MediaBacklink

Pernah saya ulas di postingan MediaBacklink, nah kalau yang sudah pernah submit di Rajabacklink ini menurut saya agak mirip sih. Untuk apply, nanti akan direview terlebih dahulu apakah blog bisa disetujui atau tidaknya sampai muncul rate blog kita sesuai dengan penilaian mereka. Nah kalau merasa kurang cocok dengan harganya, bisa diupgrade dengan harga mulai 20rban aja sebulannya biar dapet kesempatan lebih banyak order misalnya.

Di MediaBacklink, kita bisa mencairkan dana dari hasil orderan tulisan ketika sudah mencapai nominal minimal Rp 350.000. Terus untuk per orderan sendiri, di sini kita mendapatkan 80% dari harga yang ditentukan/kita pilih sendiri, sedangkan 20%nya masuk untuk administrasi.

c. Sosiago

Nah kalau Sosiago ini, kita bisa apply blog, instagram, bahkan sampai twitter. Namun, saya baru pernah mendapatkan job untuk blog saja dan mirip-mirip sama content placement. Di Sosiago ini enaknya pencairan lebih mudah karena berapapun nominalnya bisa langsung cair di bulan berikutnya, tapi ada pilihan juga kalau kita pengin menabung saldonya. 

d. Revu

Kalau ini bentuknya aplikasi, sama kaya Sosiago yang bisa apply blog, Instagram, atau YouTube. Kalau untuk blog kita menulis dengan tema tertentu, dan pencairan biasanya selama 2-3 minggu setelah dikirim form laporan. 
Sebenernya ada platform lain juga kaya Rajabacklink sama Blogpartner, hanya saja saya belum berpengalaman mendapatkan order dari sana. Kamu juga bisa coba apply ke dua platform tersebut.

  • Bergabung di Grup Facebook

mencari job blogger facebook
pict credit: Nick Morrison, Unsplash

Tak dipungkiri, memang nyari job untuk bloger terutama yang personal atau lifestyle, harus menyebar ke mana-mana. Di awal dahulu saya mencari peruntungan dalam content placement atau job review, banyak yang saya dapatkan melalui grup Facebook. Seperti misalnya SMSC - Mencari Contact atau Job untuk Blogger, biasanya di sana akan ada beberapa kali pengirim (mau dari agensi atau personal) memberikan form yang bisa diisi untuk kemudian nanti diseleksi. Tentunya akan ada standar syarat-syaratnya, misal domain TLD, minimal PV, Domain Authority, Page Authority, dan sebagainya.

  • Mengikuti Lomba Blog

Ikut lomba blog ini juga berpotensi membuat kita berpenghasilan dari hadiah lomba-lomba tersebut dengan waktu yang relatif cepat (secara musiman) dan dalam jumlah yang relatif lebih besar. Bentuknya juga bermacam-macam, ada yang uang tunai, peralatan elektronik seperti misalnya laptop atau smartphone, kendaraan, aneka voucher, domain dan hosting blog, dan sebagainya.

Namun tentu saja, namanya juga lomba yang saling bersaing. Artikel yang kita buat sepenuh hati dan menghabiskan banyak waktu belum tentu menjadi pemenang. Saran saya, harus siap kecewa atau mengecilkan ekspetasi, karena kalau sudah "berharap dan terlalu yakin" duluan bisa jadi malah justru kecewa dan semangat menulis bisa hilang. Eh, ini pengalaman pribadi sih hehe.

Tapi, kekalahan kan biasa dan wajar. Yang saya percayai adalah, kualitas tulisan diri sudah bagus, namun bukan yang terbaik. Nah dengan menyadari dan mengafirmasi seperti itu, minimal jadi nggak kecewa-kecewa amat, kan. Kemudian, pilih tema lomba blog yang memang familiar atau bahasannya dikuasai, maka kesempatan untuk menjadi pemenang juga lebih tinggi. Pahami juga bagaimana jenis tulisan versi yang disukai juri, memperhatikan detail persyaratan, dan tentu saja karena ini lomba blog, tulisan harus didukung juga dengan blog yang sehat.

Sekali menang, kadang tuh ada perasaan nagih dan nggak kapok buat berkompetisi. Ada manfaatnya juga karena kita jadi punya satu tulisan, biasanya kan tulisan buat lomba lebih panjang, dalam, atau detail tuh. Atau bisa juga menambah informasi baru yang sebelumnya belum diketahui sama sekali.

3. Apakah Blog Bisa Dijadikan Sebagai Passive Income?

Mungkin jawaban lebih tepatnya, tambahan penghasilan utama atau side job. Untuk passive income, bisa saja sih namun menurut saya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa jalan sendiri. Misalnya dari hasil iklan, dari hasil transaksi referral, atau dari afiliasi. Nah kalau misal masih nulis, ngedit, dan lain-lain kan masih ada kegiatannya ya, jadi memang tepatnya side job meskipun lagi-lagi, tetap memungkinkan di depannya dijadikan passive income.

4. Kesalahan dalam Monetisasi Blog

trafik untuk monetisasi blog
pict credit: Carlos Muza, unsplash

Sebenernya orang bakal ngerti itu salah dan belajar darinya setelah mengalami sendiri sih, pun pada akhirnya nanti menemukan cara yang lebih tepat sesuai ciri khasnya. Tapi kira-kira gini sih beberapa kesalahan dalam monetisasi blog yang barangkali nanti menemukan kesalahan serupa, jadi bisa siap-siap atau tahu meminimalisirnya.

  • Keinginan Yang Instan

Meskipun kerjanya berdasarkan internet nih yang seakan bisa cepat, praktiknya nggak segampang itu sih. Seperti yang disebutkan kalau butuh modal materi maupun pikiran, keinginan yang instan, terlalu fokus pada angka-angka lama kelamaan hanya akan menghalalkan segala cara dan tidak bertahan lama. Jadi lebih baik, nikmati jatuh bangunnya terlebih dahulu.

  • Bertahan Pada Cara Lama

Nah kalau ini kebalikannya dari poin pertama tadi, alias masih menggunakan cara yang lama karena terjebak rasa nyaman. Padahal bisa jadi cara baru lebih simpel dan lebih cepat, pada intinya sih kita harus mau belajar terbuka.

  • Yang Penting Trafik!

Eh bebas sih ya, sesuai keinginan dan ambisi masing-masing. Tapi perlu diingat kalau yang datang berkunjung ke blog itu manusia, bukan robot hihi.

  • Tidak Profesional Dalam Menerima Job

Tidak profesional di sini dalam artian menyepelekan, menyindir di media sosial walau no mention, atau tak lekas memberikan konfirmasi. 

  • Tidak Merawat Blog

Kalau blog sudah mulai menghasilkan uang yang lumayan nih, jangan pelit-pelit buat dirawat. Jangan disuruh kerja terus dan yang nikmatin cuma diri sendiri. Bagaimanapun, merawat blog ini nggak akan pernah ada ruginya kok justru mendatangkan rasa puas dan senang.

  • Terlalu Fokus Membandingkan Pencapaian

Melihat penghasilan bloger lain yang diri sendiri nggak ada setengahnya emang sering bikin insecure, padahal udah merasa menghabiskan banyak waktu. Nah kalau udah gini fokusnya dialihkan nih ke nganalisis mana yang masih salah, atau sesimpel bisa juga merubah cara pandang pada apa yang kita punya saja. Bukan berarti nyaman di sini-sini aja namun membandingkan dan terus-terusan merasa nggak tenang atau bahagia hanya akan menghambat proses itu sendiri.

  • Bersikap Curang

Wah kalau ini sih, hati-hati balasannya akan datang sewaktu-waktu dan bisa jadi nggak sekarang. Baik-baik aja udah ya, yang halal hihi.

5. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Monetisasi Blog

cara monetisasi blog
pict by: Ken Tomita, pexels

  • Catat Detail Job, Deadline, dan Tanggal Pembayaran

Perasaan senang dan antusias ketika mendapatkan job, jangan lupa diikuti dengan detail kapan deadline, detail jobnya bagaimana sesuai brief, dan yang paling penting adalah catat kapan jangka waktu pembayaran. Hal itu karena, fee kan sifatnya hak kita, jangan sampai karena terlalu santai jadi lupa atau menggampangkan. Kemungkinan akan keterlambatan bayar atau bahkan amit-amitnya nggak ada kabar itu ada. Jadi, antisipasi selalu ya. 

Dalam waktu yang diberikan klien untuk mengerjakan tugas kita, saran saya sih selalu dikerjakan di awal waktu dan tak perlu menunggu tenggat waktu. Pasalnya, benefitnya lebih banyak seperti kita jadi lebih punya banyak waktu luang, atau bahkan seringkali job-job berikutnya berdatangan. Minimal, nggak keteteran nih dan semuanya diusahakan bisa. Hehe. Anyway kalau misal merasa kelelahan, bisa juga menggunakan jasa orang lain lho.

  • Pertimbangkan Modal dan Waktu

Harus saya katakan bahwa, monetisasi blog itu lumayan membutuhkan waktu yang lama apalagi yang awalnya memang tujuannya nggak langsung mencari uang. Misalnya saya yang awalnya memang hobi banget nulis, eh ternyata bisa juga ya menghasilkan tambahan uang saku.

Tapi, ada tapinya sih, ngeblog ini termasuk hobi yang ternyata harus dimodali. Misal uang untuk membeli domain dan hosting, untuk layanan jasa perbaikan blog, jasa template berbayar, jasa artikel kalau ingin menggunakan jasa content writer. Kita juga menghabiskan banyak waktu untuk utak-atik blog, untuk memperbaiki apa yang kurang, dan seringkali juga begadang. Yang terakhir saya sih, harus bisa membagi waktu, energi, dan fokus agar kesehatan dan pikiran kita juga nggak terkuras di blog saja.

Kemudian ada juga riset untuk tulisan, memahami brief klien yang barangkali perlu berpikir dua kali, negosiasi, modal kuota atau WiFi, modal laptop dan printilannya, dan modal untuk kita nongkrong atau jajan ketika melaksanakan job dari klien. Nah kalau dilihat memang sekilas bikin pegal, namun memang di mana-mana ada yang harus kita korbankan dan bayar bukan?

6. Manfaat Lanjutan dalam Proses Monetisasi Blog

Kalau sudah mulai berjalan, manfaat yang didapat tuh sebenarnya lebih dari sekadar nominal. Namun bentuk-bentuk lain juga, misalnya:

  • Memperbaiki Kualitas Tulisan

Coba deh, bandingkan tulisan sekarang dengan dua atau tiga tahun yang lalu. Hasilnya pasti berbeda sekali atau jadi berasa tulisan yang dulu tuh kurang sana-sini. Memonetisasi blog kan kekuatannya ada di tulisan ya, kadang "maksa" juga nih belajar biar tulisan seperti apa sih yang betah untuk berlama-lama di sana. 

Tulisan bisa berkembang jauh lebih baik dengan santai namun tetap berisi, atau minimal tak membosankan deh dan diskip-skip gitu namun tak kehilangan "warna" diri sendiri. Kemudian ada kepuasan sendiri lho ketika ada seseorang entah dari mana dan tinggal di mana membaca postingan blog dan merasa terbantu.

  • Upgrade Kualitas Blog

Sama kaya poin sebelumnya, selain dari hasil pengamatan tersendiri, ada pengaruh juga dari the power of berkomunitas. Apalagi kalau dalam komunitas itu ada yang bloger tekno, atau yang passionate banget dan sudah menahun. Biasanya mereka nggak segan-segan berbagi tutorial, struktur blog yang baik gimana, milih template gimana, dan lain-lain. Karena nih, sekali memperbarui blog ke arah yang lebih baik dan mengupdate tulisan lama, trafik yang biasanya dulu dikit bisa kena nyantol kata kuncinya.

Walaupun kita bukan orang yang paham html misalnya, lama kelamaan sering proses berjalan paham istilah-istilah dalam blog atau bisa juga merembet ke website. Lumayan bermanfaat jadi tahu fungsi toolsnya apa aja gitu. 

  • Melatih Creative Thinking

berpikir kreatif blog
pict by: Ketut Subiyanto, pexels

Ini juga yang saya rasakan, di mana dahulu nyari ide tulisan itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Bisa menghabiskan harian atau bahkan mingguan. Namun ketika sudah menjadi kebiasaan, sering melihat teman-teman bloger lainnya, sering melihat blog sendiri lama kelamaan melatih kepekaan juga. 

Misal nulis satu tema yang niatnya hanya paling jadi satu postingan, bisa jadi tiga postingan. Atau nulis satu tema, kepikiran nulis tema lain yang masih ada keterkaitannya. Melihat hal kecil saja, bisa mendatangkan ide tulisan dan harus segera dicatat agar tak hilang. Kalau kata Dee Lestari sih, ide-idenya yang ngantri mengikuti alias nggak ada habisnya.

  • Mengetahui Beragam Info Terlebih Dahulu

Ini juga menjadi keuntungan yang mengasyikan menurut saya. Yah, namanya juga bekerja pada internet yang informasinya deras setiap harinya. Tanpa jalan-jalan ke tempat langsung bisa tahu informasi mengenai tempat, mengetahui apa itu asuransi dan fungsinya, produk bank, bahkan sampai pop culture. Tapi kebanyakan juga nggak baik nih, nanti bisa jadi FOMO haha. Yang lebih mengasyikan kadang kita bisa bantu teman misalnya kalau menanyakan topik yang ternyata kita pernah nemu nih, jadi bukan hanya untuk diri sendiri saja.

  • Jaringan Pertemanan & Rezeki

Hubungan antara klien dengan kita, tak jarang lho berujung ke pertemanan dan relasi. Kalau hasil kerjaan kita dikerjakan dengan maksimal dan baik serta diikuti dengan attitude yang baik juga, kemungkinan besar untuk direkomendasikan ke klien lainnya sangat besar. Fun factnya, kadang kita sendiri nggak tahu kalau direkomendasikan.

Saya nggak hanya sekali bertemu orang-orang baik yang berulang kali mengajak kerja sama dengan umimarfa.web.id, nggak mau dong setengah-setengah. Kadang tuh masih amazed karena saya bukan ahli tekno, platformnya masih blogspot, dan domainnya bukan .com tapi Alhamdulillah masih ada yang mempercayakan. Semoga ke depannya juga lebih baik lagi, sembari mengumpulkan modal yang lebih besar hihi.

Penutup

Well, mengurus satu blog saja manfaatnya seperti di atas. Apalagi kalau yang mampu merawat banyak blog ya, pasti untungnya juga berlipat-lipat dan banyak juga bloger yang memiliki lebih dari satu blog. Buseeeh, jujur kalau saya satu aja masih menguras waktu, tenaga, dan pikiran yang cukup banyak nih. Tapi yang paling penting sih suka aja dulu dalam berprogres karena kalau ketemu masalah, bukan jadi beban tapi malah bisa jadi tantangan tersendiri.

Selama dua tahunan mengurus blog ini, yang paling terasa manfaatnya dari monetisasi blog ini adalah membantu biaya kuliah. Baik untuk jajan, keperluan kuota, atau membeli buku-buku sepuasnya. Senang karena hasil sendiri dan kalau sedikit idealis, ini dibangun di blog sendiri hehe. Buat mahasiswa yang hobi nulis, bisa juga dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang sambil freelanceran. 

Ternyata lumayan panjang juga ini postingan, padahal awalnya paling cuma bahas "dari mana saja blog bisa menghasilkan?" namun jadi merembet-rembet. Hehe. Tapi lagi-lagi ya, semoga dapat memberikan manfaat walaupun pengalaman saya belum seberapa, namun saya rasa tetap layak dibagikan sebelum nantinya akan ada pembaruan atau tambahan lagi misalnya. Soalnya, saya juga masih belajar nih dan tipe belajar yang enjoy aja.

 Terima kasih susah berkunjung!

Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

3 comments

  1. yess aku dulu awal ngeblog juga nggak mikirin kalau ternyata dari blog bisa dapet duit.
    karena dulu awal bikin blog karena murni memang pengen sharing
    makin kesini, udah makin banyak blogger juga dan jadi tau gimana gimana caranya

    ReplyDelete
  2. aku awal ngeblog buat seneng2 aja jg emang. semakin kesini berusaha lebih baik dan berhasil mendapatkan penghasilan

    ReplyDelete
  3. Aku dulu ngeblog niatnya buat nulis cerpen, eh malah jadi pekerjaan sekarang

    ReplyDelete

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)