Ciri-Ciri Asi Basi dan Tak Layak Minum Yang Wajib Diketahui

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Ada banyak kebaikan dalam ASI dan seperti yang kita tahu, pemberian ASI pada bayi atau kegiatan mengASIhi dianjurkan selama 2 tahun agar mendapatkan manfaat yang maksimal. Di antara manfaat ASI eksklusif tersebut yaitu membentuk sistem kekebalan tubuh, memiliki berat badan ideal, memiliki tulang yang sehat pada bayi, berpengaruh pada kecerdasan otak, dan terpenuhinya nutrisi.

ciri-ciri asi basi
pict: valeria-aksakova

Pada proses menyusui, sudah umum jika dalam prosesnya bukan hanya menyusui secara langsung atau pada saat itu juga. Menyimpan persediaan ASIP juga mempunyai manfaat karena dapat memperlancar proses keluarnya ASI, memiliki persediaan, atau lebih mudah jika dibawa ke mana-mana untuk kondisi tertentu. Namun, perlu berhati-hati dan memperhatikan agar manfaat tetap terjaga termasuk menjaga ASI dengan memperhatikan ciri-ciri asi basi.

Terdapat beberapa faktor mengapa ASI dapat menjadi basi atau lebih mudah basi, yaitu dari konsumsi makanan atau obat, penyimpanan yang kurang tepat, atau memang masa simpan yang sudah melebihi batas. Pemberian ASI basi secara tak sengaja karena kurang memperhatikan, dapat berpengaruh terhadap kesehatan bayi dan berefek seperti diare, demam, mual, maupun muntah-muntah.

Untuk itu agar tetap memberikan ASI dengan segudang manfaatnya, perlu dilihat ciri-ciri dari ASI yang sudah basi dengan memperhatikan hal-hal mudah berikut:

  • Warna Asi

Tanda-tanda ASI sudah basi yaitu dengan melihat dari warnanya yang tak lagi putih kekuningan, namun menunjukan warna seperti pink, terlihat abu-abu, atau berwarna kehijauan.

  • Aroma Asi Tajam atau Asam

Aroma ASI yang segar memiliki ciri khas seperti aroma manis atau seperti susu sapi. Jika bau dari ASI perah muncul bau tajam, terlalu asam, atau menyengat, jangan berikan ASIP tersebut untuk dikonsumsi pada bayi.

  • Rasa ASIP yang Berubah

Untuk memastikan dan lebih yakin akan kelayakan ASI, dapat memperhatikan rasa yang berubah dengan ciri-ciri rasa yang asam. Rasa ini yang mempengaruhi juga apakah bayi akan berlanjut mengonsumsi atau tidak. Jika bayi menolak, ada kemungkinan kualitas dari ASI tersebut telah berubah.

  • Perubahan Bentuk Pada ASI

ASI yang kualitasnya masih terjaga memiliki bentuk yang encer dan tidak menggumpal. Ciri lain apabila melalui proses pembekuan atau dalam kulkas, kandungan lemak dan non-lemak yang terpisah akan tetap tercampur jika digoyang perlahan. Tak perlu juga memanaskan atau mengaduk ASI yang telah menggumpal ini dan ganti ke persedian yang lain.

  • Melebihi Batas Waktu Penyimpanan

ASI yang telah basi juga salah satunya telah mengalami waktu penyimpanan yang melebihi batas waktu. Ukuran jangka waktu penyimpanan yaitu 3-5 hari dalam kulkas, dan 6 bulan jika dalam freezer. Itulah mengapa penting memberikan label tanggal penyimpanan pada kemasan ASIP dan meletakkan pada posisi yang benar di dalam kulkas/freezer. Pun sebaiknya, tak harus menunggu hari terakhir batas penyimpanan untuk tetap mendapatkan kualitas yang terbaik.

  • Kemasan Tidak Tertutup dengan Rapat

Meskipun tak mengalami hal-hal di atas sebelumnya, ASI juga dapat menjadi cepat basi jika kemasan tak tertutup rapat dan dengan mudah terkontaminasi. Pastikan disimpan dalam wadah khusus dan memastikan ASI di dalamnya aman, tanpa terkena bocor atau tak ditutup dengan rapat.

Ada beberapa kiat dalam menjaga ketahanan dan kualitas ASI ini, yaitu menyimpan ASI di tempat khusus ASI yang tak tercampur dengan bahan lain, membersihkan tempat dan memastikan wadah ASI steril, serta tak langsung menyimpan dalam freezer atau menyesuaikan suhu di dalam lemari pendingin terlebih dahulu. Dan juga, pastikan alat maupun tangan dalam keadaan steril ketika sedang dalam proses memerah ASI. Semoga bermanfaat dan selamat mengASIhi!

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)