A thoughts journal by Marfa

April 21, 2018

Lipstik Moodmatcher: Solusi Untuk Perempuan Berjiwa Praktis



Halo, apa kabar?

Udah lumayan lama ya nggak posting, kali ini saya bakal ngulas sesuatu yang beda nih dari biasanya, yaitu senjata andalan perempuan alias lipen! Nyahaha, mumpung Hari Kartini juga sekalian untuk semua perempuan di Indonesia yaa!

Sebenernya dulu pernah ngulas singkat ala-ala gitu sih tentang lipstik berglitter cuma kok kayanya nggak banget dan biasa aja jadi dihapus nyahaha. Jadi ya emang jarang ngulas tentang beauty stuff di blog ya karena paham skin care baru-baru ini dan emang cocok-cocokan dulu, jadi ngerasain juga ribetnya jadi perempuan yang ngabisin banyak uang sebelum nemu skin care yang cocok. Ini baru skin care ya belum make up. Terus juga walaupun udah lama pakai lipbalmtapi juga nunggu ada yang menarik banget buat diulas, nggak yang efeknya biasa-biasa aja. 

Kenanglah Ia Dengan Bahagia dan Lapang

Ada banyak alasan untuk tetap tinggal, begitu juga dengan meninggalkan. Banyak alasan yang tak perlu disebutkan ketika posisimu sudah tergantikan—oleh banyak hal tentunya. Ada amarah yang bergejolak dalam dirimu dan banyak pertanyaan mengapa bukan kamu, atau juga mengapa harus kamu.

Hal yang pertama harus kamu sadari adalah penerimaan, kembali berpikir logis dan realistis alih-alih terjebak dalan kenangan dan memori bahagia yang candu. Ingat kembali alasan mengapa kalian tak harus bersama, karena cinta memang tak seharusnya dipaksakan. Jangan terjebak dengan rasa nyaman. Jalan terbaik dari patah hati adalah bangkit.

What doesn't kill you makes you stronger
, mungkin kamu sudah sering membaca kalimat itu, dan patah hati adalah salah satunya. Seperti dia yang berhak bahagia, kamu juga. Rayakanlah kesedihan secukupnya agar kamu masih mempunyai energi untuk kembali membangun dirimu sendiri, ada banyak hal yang mungkin selama ini tak terlihat olehmu. Ada banyak hal yang memang harus kamu simpan sendiri, dan tak semua harus diekspresikan. Rasakan benar energi dan rahasia-rahasia semesta yang akan kamu temui.
April 08, 2018

Mengantar Maret: Backpackeran ke Solo



Halo, apa kabar?

Seminggu yang lalu, 30 Maret-1 April 2018 saya nyowan ke Solo, kembali solo travel ala-ala gitu. Udah lama sebenernya pengin ke Solo, setelah sebelumnya ke Semarang. Untuk perjalanannya sendiri udah direncanain dari sebulan sebelumnya, emang sengaja pengin sok-sokan healing sambil menyambut umur baru. Cielah umur baru. 

Alhamdulillah, semesta mendukung dengan adanya tanggal merah tanggal 30-yang artinya meskipun Jumat saya tak ada kuliah, tapi tak ada tenggat waktu karena libur. Kesempatan yang bakal nggak tahu kapan lagi, disambut dengan langsung beli tiket kereta. Dan bener juga minggu-minggu ke Solo itu pas lagi bener-bener padatnya tugas, jadilah akhirnya tetep bawa laptop ke Solo. Baiklah.

 
April 04, 2018

Sebuah Pengingat Untuk Tetap Bertaut Pada Jiwa



Hidup memang sedemikian mengejutkannya. Ada kalanya sudah memersiapkan segalanya namun semuanya tak sesuai rencana. Ada kalanya kita bertanya-tanya mengapa sangat berbeda dahulunya ketika sangat teratur kemudian berantakan. Membuat bertanya-tanya di usia yang sudah seharusnya ini itu justru malah masih berulaang kali membangun hidup. Belum lagi perassan sebagai manusia tanggung atau manusia tengah-tengah, mengerti dua-duanya namun tak dapat memihak. Tentu saja seringnya jalan di tempat.

Mungkin, ini adalah tentang dealing with the negativity, masalah utama manusia apa sih? Kayanya lebih ke suka comparingnya deh baik secara sadar maupuun tak sadar, ini tentunya dipengaruhi latar belakang kehidupannya. Nggak mudah loh mencintai diri sendiri seutuuhnya walaupun akun media sosial sudah mengikuti berbagai akun motivasi, curhat sana-sini, nasihat motivasi juga cuma lewat bak angin. Hidup terasa begitu cepat berjalan, saling mengejar, sedangkan ada yang masih terdiam di depan cermin dan bertanya-tanya: “setelah ini apa?”


April 01, 2018

Tempat Makan Enak di Purwokerto: Mie Cobek Ayam Korea

Halo, apa kabar?

Balik lagi ke serba-serbi Bumi Purwokerto terutama kulinernya. Jadi Purwokerto ini makin ke sini makin berjamur aja tempat makannya, sampai saya sendiri takut nanti jadi terlalu ramai tapi tempat makannya itu-itu aja, cuma menang tempat doang nyahaha. Baru-baru ini juga rasanya pengin makan enak yang bener-bener enak, jadi bawaanya nggak cuma lewat doang udah tapi jiwanya juga kenyang. Semacamada rasa puas gitu, dan kejawablah sama Mie Cobek Ayam Korea ini.


Mie cobek ini tempatnya masih baru, di Jl. Hr. Bunyamin, Bancarkembar, Purwokerto tepatnya di depan ATM BNI Bancarkembar dan dekat dengan Hangout Café. Satu porsi harganya hanya 10rb dan ukurannya pas sih menurut saya, jadi nggak bakal eneg kekenyangan, tapi kalau mau nambah silakan aja. Terus ada level pedesnya juga dari satu sampai lima, kalau buat saya level empat sudah masuk kategori pedas yang enak dinikmati.