Kegiatan Bermanfaat Mahasiswa Sebelum Lulus

Halo, apa kabar?
Sebetulnya, postingan ini seharusnya bisa selesai pada tanggal 22 atau 23 kemarin, namun baru hari ini saya selesaikan. Saya lagi mood yang beneran mood untuk nulis saja tanpa harus ditarget, jadi sekalian saja di awal postingan ini ada curhat-curhatnya dikit. Hmm, terasa seperti membuat postingan lama.

kampus unsoed purwokerto
foto pendukungnya kampus orang aja ya, masih satu almamater kok

Karena kebetulan pada tanggal 21 kemarin saya berkonsultasi dengan dosen dan sudah menyandang status mahasiswa dua digit (saya akan cerita ini jika nanti sudah lulus), saya jadi ingin menulis topik ini. Meskipun memang nantinya mungkin akan familiar atau mirip di banyak artikel di internet, namun saya mengambilnya secara personal.

Masa kuliah, bagi saya adalah satu titik di mana dapat menjadi titik poin kehidupan manusia. Shifting dari remaja akhir ke dewasa awal, mengenal dunia baru sebelum kembali ke dunia nyata. Dunia kampus sendiri entah bisa menjadi ajang berlatih, ajang mengenal diri, atau bahkan ajang tanpa apa-apa hanya bagian dari hidup. Itu tak apa-apa, jika memang menjadi pilihan personal. Wah, berbeda dari postingan serupa yang saya buat, kali ini saya tak berusaha untuk betul-betul menyarankan.

Kegiatan Bermanfaat Untuk Mahasiswa Selain Kuliah, Penting Untuk Persiapan Masuk Dunia Kerja!

Kuliah memang kesempatan yang tak dimiliki setiap orang dan kesempatan tersebut, menurut saya harus dirawat dengan baik-baik. Maka tak heran juga, ada kiasan mengenai meskipun untuk masuk perguruan tinggi bisa lolos, namun belum tentu begitu mudah untuk lulus. Lulus sebagai seorang sarjana untuk saat ini, bukan hanya ijazah saja untuk bisa memasuki tahapan fase kehidupan lainnya namun juga keterampilan.

Dahulu awal kuliah tentu saja awam sekali akan kehidupan kampus, namun jika diizinkan kembali waktu awal kuliah S1 alias nggak mungkin karena nggak ada mesin waktu, saya akan lebih meningkatkan hal-hal berikut. Barangkali bisa juga membantu bagi yang sedang menjadi mahasiswa atau mahasiswa baru, maka selain kuliah, lakukan juga kegiatan bermanfaat berikut bagi mahasiswa. Itung-itung, sebagai HACK juga kalau anak sekarang dikata mah.

Saya akan tuliskan langsung dalam bentuk poin, jadi nggak perlu bertele-tele.

Mengikuti Organisasi

Mengikuti organisasi bukan hanya untuk bersenang-senang, namun kamu sadar atau tanpa sadar melatih diri akan banyak hal. Misalnya melatih tanggung jawab jabatan atau peran, tanggung jawab akan tugas pokok, belajar sifat-sifat kepemimpinan, melatih diri agar nggak self-centered terutama saat pengambilan keputusan bersama, dan juga berlatih berpikir secara kritis. 

Namun manfaat di atas akan didapatkan jika kamu berada di organisasi yang tepat. Maksudnya yang bagaimana? Ya tentu saja organisasi yang membuatmu berkembang meskipun memang selalu ada drama, karena di organisasi tentu saja selalu ada drama asalkan apakah dapat diselesaikan atau tidak. 

Namun Kak, mana tahu jika organisasi tersebut tepat untuk kita? Nah, untuk masa sekarang saya rasa riset atau ngepoin terhadap organisasi kampus maupun luar kampus dapat menggunakan internet sebagai medium. Atau jika kamu membutuhkan bantuan, dapat bertanya ke kakak tingkat. Selebihnya, cari organisasi atau unit kegiatan mahasiswa yang paling sesuai dahulu terhadap minat, kesukaan, atau murni ingin belajar dari awal. Biasanya saat maba kan excitementnya masih tinggi tuh.

Problem Solving  

Pemecahan masalah ini sebetulnya akan terasah jika selama menjadi mahasiswa aktif mengikuti diskusi. Banyak bentuknya, dalam organisasi, komunitas, kuliah, kegiatan akademik di luar kuliah, atau ketika magang. Namun bagaimana jika saya orangnya pemalu dan takut mengutarakan pendapat? Begini, jadi ikuti dahulu alurnya, perhatikan polanya, dan belajarlah pelan-pelan dalam memecahkan masalah. Problem solving ini jika terasah dengan baik, bukan hanya berguna saat bersama-sama, namun ketika dengan diri sendiri.

Bisa atau Mahir Berbahasa Inggris

Saya rasa, sekarang sudah cukup banyak yang bisa berbahasa Inggris secara otodidak tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Bisa berbahasa Inggris juga dapat memberikan nilai plus, namun tentu saja bukan untuk merendahkan yang lain, ya. Nggak perlu harus sama aksennya dengan native, cukup bisa berkomunikasi sebetulnya sudah awal yang baik. Tabrak saja dahulu grammar dan pronunciation. Sebagai hacks nih, bahasa Inggris sebetulnya akan lebih mudah dipelajari secara praktik dari pada teori. Jadi jika ada yang bisa bahasa Inggris dengan modal YouTube, itu memang benar adanya dan medium yang bisa kamu manfaatkan. Kedua yang penting adalah speaking, latihan tiap hari cukup 30 menit agar terasa ringan.

Punyai Hobi yang Menghasilkan 

Sejak pandemi ini dan mengakibatkan segalanya jadi tak pasti apalagi saya belum lulus, memiliki penghasilan sendiri walaupun jumlahnya sedikit dimulai saat kuliah itu penting. Kamu nggak perlu harus yang jago jualan, namun pekerjaan-pekerjaan dibalik layar yang dimulai dari hobi bisa menjadi peluang untuk setidaknya bertahan hidup jika sewaktu-waktu ada kejadian tak menyenangkan. Misalnya blogging, desain grafis, dropshipping, jualan online, nulis artikel, partime admin, reviewer, dan lain-lainnya.

Selain bisa menyenangkan karena hobi, kesempatan ini sekaligus membantumu karena dengan penghasilan. Namun yang lebih penting dari itu semua, dari hobi ini bisa membuatmu jadi membuka banyak peluang yang tak pernah kamu kira, sih.

Banyaklah Sharing Perspektif/Diskusi 

Langsung saja to the point, sangat bagus jika kamus sering mengikuti diskusi atau berada di lingkungan yang beragam dan usianya lebih tua dari kamu. Selain bisa cepet menerima informasi dalam tahapan kehidupan, kamu juga akan ikut lebih bijak, ikut lebih open minded, dan bisa lebih realistis atau minimal nyeimbangin. Syukur-syukur juga dari sini, kamu mendapatkan mentor. Pun dengan catatan ya, kalau kamu berada di tempat dan waktu yang tepat pula. Keep on searching!

Kuasai Setidaknya Satu Keahlian

Ini membantu kamu jika kamu lulus nanti, setidaknya kuasailah satu bidang yang kira-kira bisa bernilai atau sekaligus dapat berguna kelak di karir atau pekerjaan. Nggak harus pro dulu, namun kamu tahu kamu sedikit demi sedikit berkembang di situ.

Ubah Fixed Mindset Menjadi Growth Mindset 

Pernah dengar atau malah baru dengar? Menurut saya, ini adalah bahasan yang menarik selama kuliah ini. Dahulu karena terbiasa minder atau murid-yang-terbiasa-tak-terpilih-karena-lebih-pendiem lama-lama jadi suka blaming ke diri sendiri. Misalnya "hmm, dah defaultnya gini" atau bahkan "jangan-jangan emang nggak pantes". Untung saja akhirnya mengenal growth mindset di mana semua orang yang kamu anggap keren juga awalnya ya pemula, noob, amatir gitu.

Growth mindset ini juga memberi saya jalan atau cara lain buat bagaimana belajar dengan cara yang menyenangkan. Jadi meskipun hasil yang dituju sama, caranya bisa berbeda. Percaya deh, sekali percaya dan belajar pada growth mindset yang mana itu dimulai diri sendiri, caramu berpikir dan memandang kehidupan atau masalah nggak lagi sama. Jadi lebih ringan, jadi lebih bisa menerima, dan mengapresiasi diri sendiri.

Mengembangkan Diri di Tempat yang Tepat

Growth mindset ini saya dapatkan ketika mengembangkan diri di tempat yang tepat. Nah kalau ini lebih ke upgrade sih terutama mendekati semester-semester akhir. Jadi semacam hasil dari pengalaman-pengalaman sebelumnya di mana tahu mana kira-kira yang tepat untuk diri sendiri untuk dapat berkembang lebih jauh.

Untuk semester awalan tetep bisa kok, kan tempat ini datangnya bisa dari relasi juga. Misalnya kegiatan kepemudaan, kegiatan leadership, pengembangan diri dan soft skills, kegiatan kewirausahaan, bahkan juga yang akademik seperti scholarship hunter. 

Belajar Manajemen Diri & Prioritas 

Sepertinya asyik, menyenangkan, dan keren sekali kalau kita bisa semua hal. Sayangnya energi harus tetap dijaga dan tak semuanya bisa diambil karena masing-masing memiliki fokus secara spesifik. Berangkat dari pengalaman personal di mana tak memperhitungkan bahwa mengambil banyak sekaligus dalam satu waktu, maka memang penting untuk manajemen diri dan memilih prioritas yang penting. Lagipula jika fokus, maka hasilnya akan seimbang dan tak berantakan. Kalau kata NKCTHI sih, satu per satu. Jangan sampai abis karena ambis.

Belajar Empati 

Alias tetaplah menjadi manusia dan dapat menghargai sesama. Ini saran sih agar tetap tak lupa melakukan hal-hal baik sekecil apapun itu sebobrok apapun misal menurut diri sendiri. Hati, yang kadang kerasnya itu, perlu dilatih agar tetap dapat menjadi tempat pulang bagi diri sendiri.  Eh kok agak nggak nyambung ya? Ya intinya sih, segede apapun pencapaian dan prestasi, tetaplah saling menghargai yang lain. Kita, nggak pernah tahu ke depannya bakal bagaimana.

Terus Mempunyai Mimpi-Mimpi Kecil

Ini penting juga kalau di awal kuliah, banyak-banyakin aja nulis mimpi-mimpi kecil atau receh di kertas, sebanyak-banyaknya. Karena semakin dewasa, kadang kalau sudah settle ya di situ-situ saja atau tak seberani saat muda, tapi bisa juga kebalikannya. Terus memiliki mimpi kecil ini dapat memberi motivasi agar nggak bosen tiap harinya, atau nggak terjebak dalam zona nyaman.

Jangan Terlalu Lama Berada di Jebakan Zona Nyaman 

Kalau dulu saya menganggap zona nyaman itu identik dengan kemalasan, mager, dan negatif-negatif lainnya, kalau sekarang beda. Zona nyaman ini bisa jadi setelah kamu berproses dan merasa cukup lalu berhenti mengembangkan diri, terus kaget ketika tiba-tiba disalip. Nah biar tahu kapan harus jalan kapan harus berhenti dengan jebakan ini, kamu harus punya catatan trackmu sendiri. Karena walaupun biasanya hanya modal diingat, namun faktanya berbeda.

Membiasakan Kebiasaan Hidup Sehat 

Oh tentu saja, wajib sekali. Sepele kelihatannya namun tetap saya masukan. Dengan kemudahan akses dan banyaknya godaan makanan sekarang, saya rasa perlu kontrol diri agar tak terjebak dalam "mumpung masih muda". Asli, percayalahm jangan jadikan malas olahraga dan begadang adalah lifestyle yang keren. Tubuhmu bahkan akan beribu-ribu terima kasih jika kamu berinvetasi melakoni hidup sehat. Ini ngaruhnya bukan hanya ke badan ya, namun fokus, energi, kebugaran, hingga kesehatan mental untukmu. Jangan nunggu sakit, jangan nanti-nanti, jangan abaikan signs juga atau gejala jika tubuh mulai protes.

Izinkan Dirimu Untuk Belajar dan Berproses

Poin terakhir nih, janji. Saya tahu, mungkin membaca poin-poin di atas rasanya berat dan beberapa "nggak gue banget, nggak nyaman". Lemme give you a clue, sebetulnya poin-poin di atas tak melulu dipelajari satu per satu, namun bisa sekaligus secara bersamaan bahkan ketika kamu tak sadar. Misalnya saat ikut konferensi mahasiswa, kamu sekalian belajar berpikir kritis, bahasa Inggris, problem solving dan public speaking. Misalnya saat kamu aktif di komunitas kerelawanan di luar kampus, selain berorganisasi kamu juga belajar empati, dan contoh-contoh lainnya.

Gunanya apa sih? Lagi-lagi, manfaat tersebut akan kembali pada diri kita. Kalau secara praktikal, dapat berguna di dunia kerja, saat pengisian untuk melamar beasiswa kuliah S2, atau bagaimana juga dalam bermasyarakat. Minimal, jika sudah tahu poin-poin di atas, ada kecemasan yang dapat dikurangi walaupun memang hidup tak pasti juga. Kembali lagi pada kamu, saya tahu ada beberapa yang nggak nyaman. Namun jika bisa menggeser sedikit saja cara meraihnya, mungkin saja dapat berbeda.

Tak apa-apa untuk salah, tak apa-apa untuk gagal, dan sangat tak apa-apa untuk tak sempurna. Tak perlu terlalu memikirkan atau cemas akan banyak hal, jika satu dua membuatmu nyaman dan terus berkembang, itu juga tak apa-apa. Karena masing-masing cara, kan berbeda. Saya sendiri yang nulis juga nggak langsung melakukan semuanya, atau porsinya nggak sama rata kok, hihi. Jadi, santai saja namun pasti, ya!
Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below :) (p.s: a comment with active url will be deleted)