Menjadi Bagian dari Solusi dengan Green Jobs, Peluang Kerja bagi Anak Muda Untuk Indonesia yang Lebih Bersih

Pandemi membawa saya memikirkan ulang kembali terhadap peran hidup di bumi yang waktunya terbatas ini. Sebelumnya pada tahun 2019, impian akan cita-cita karir saya masih sebatas keinginan dan ambisi-ambisi pribadi—sebatas kesenangan dari apa yang dinamakan passion yang menghasilkan. Pada titik tertentu, memang menyenangkan pada akhirnya mencapai kepuasan dari usaha pribadi. Namun perasaan ini tak bertahan lama dan meninggalkan kekosongan dalam hari sembari bertanya-tanya.

“Apa ya, yang bisa saya lakukan dengan tanpa rasa terpaksa namun juga bermanfaat dan berdampak baik hasilnya serta berkelanjutan? Sepertinya hal ini lebih meaningful.”

dokumenter diam dan dengarkan
diambil dari film Diam dan Dengarkan

Di pandemi ini saya menonton film dokumenter Diam dan Dengarkan dari rumah produksi Anatman Pictures. Jujur saja, saya menahan napas berkali-kali dan mempause di film yang terdapat bagian-bagian dari film mulai dari Kiamat Yang Tak Terhindarkan, Mens Sana In Corpore Sano, Kerajaan Plastik, Air, Sumber (Gaya) Hidup, Kehutanan yang Maha Esa, hingga Samudera Cinta ini. Film yang berdurasi 1,5 jam tersebut sama sekali tak membuat bosan dan justru jenis film yang saya rasa harus ditonton semua manusia di bumi.

Ada satu penggalan dalam film tersebut yang terus teringat sampai sekarang, yaitu tentang bagaimana manusia itu hidup telah mengakibatkan banyak kematian pada spesies lainnya. Film yang membuat saya jauh tersadar bahwa apa yang selama ini saya sebut usaha kepedulian terhadap lingkungan ini sangatlah masih jauh dampaknya. Umat manusia kita ini tuh, bukan yang mengendalikan alam melainkan sebaliknya. Ibaratnya, alam nggak butuh manusia namun manusia lah justru yang menyesuaikan kondisi alam terhadap hidup mereka sendiri. Kita butuh usaha namun juga merawat, karena sumber daya itu terbatas dan ada anak cucu kita nanti yang belum tahu nih bagaimana kondisi bumi di masa depan tergantung apa yang kita perbuat saat ini.

Film tersebut juga mengingatkan saya akan apa yang dibahas Andhyta Firselly Utam‪i‬ (Afutami), seorang peneliti ekonom lingkungan dan co-founder dari Think Policy ID dalam podcast yang berjudul Banjir Jakarta, Krisis Iklim, dan Ekonomi Lingkungan. Bawasanya krisis lingkungan ini dampaknya luas sekali bukan perihal lingkungan tempat di mana kita tinggal saja namun berpengaruh ke perputaran ekonomi, kesehatan dan kesejahteraan. 

Yang menjadi masalah adalah permasalahan dampak krisis iklim ini adalah masalah kompleks. Tiap tahunnya selalu ada berita mengenai banjir, kekeringan, kebakaran dan asap, hingga longsor karena hujan. Urgensi dari masalah ini bahkan kalau kita masih ingat, masuk dalam materi debat capres 2019 lalu yaitu mengenai perubahan iklim. Terutama di Indonesia yang kaya akan keragaman hayati dengan bergantung pada sumber daya alam yang mengelilinginya namun belum maksimal pengelolaannya dan rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Lantas, bagaimana kita bisa menjadi bagian dalam menjaga lingkungan dan kelestarian alam?

Saya lebih suka menggunakan kata 'menjadi bagian' alih-alih 'berkontribusi' karena pilihan kata kedua rasanya terlalu berat dan muluk-muluk. Padahal, menjaga lingkungan dan alam ini jangan hanya dijadikan sebagai 'gaya hidup' melainkan 'cara hidup', yang tentu saja artinya menjadi bagian dalam keseharian.

Perihal menjaga lingkungan, pasti yang terpikir pertama kali adalah mengenai gerakan sosial atau aktivisme misalnya tentang pengurangan penggunaan plastik, penggunaan sedotan bambu atau stainless, penggunaan menstrual cup sebagai pengganti pembalut, dan lainnya. Kita barangkali pernah mendengar aktivis cilik Greta Thunberg yang juga menyuarakan krisis iklim. Namun sebetulnya tak hanya eksklusif dan terpisah hanya itu-itu saja. 

harvestmind
sumber gambar: Harvestmind, instagram

Misalnya di Purbalingga tak jauh dari tempat saya tinggal, anak-anak muda usia produktif mendirikan Harvestmind atau Black Farm Municipal yang membudidayakan padi secara organik sehingga beras lebih sehat dan petani tak bergantung pada korporasi. Mereka para pemula belajar dari awal dan tentu saja turun langsung ke sawah, jadi pertanian bukan lagi identik dengan mereka yang lebih tua saja. 

Saya juga teringat Rara Sekar dan Ben Laksana (peneliti independen) yang melanjutkan cara hidup berkebun di lahan terbatas selepas studinya di New Zealand. Di negara tersebut, saling bertukar hasil kebun sendiri sudah menjadi hal yang umum ketika even tertentu misalnya perpisahan, pesta, atau perayaan. Berkebun tersebut bukan hanya sekadar iseng-iseng namun nyatanya memberi manfaat seperti belajar langsung kesabaran dan ketahanan akan kontak langsung dengan alam dan bagaimana merawat yang ditumbuhkan, menjaga kesehatan mental, dan bahkan memungkinkan kedaulatan pangan karena mengurangi ketergantungan dengan hanya membeli.

Mengenal Green Jobs, Kategori dan Contoh Pekerjaanya


green jobs
Infografis bersumber dari: Coaction Indonesia

Ada hal lain juga yang bisa memberikan dampak positif ke lingkungan namun juga sekaligus menjalankan roda ekonomi, yaitu green jobs. Well, dari namanya kita tahu pasti akan berhubungan ke arah pelestariaan dan penjagaan alam–tapi ternyata nggak hanya sebatas itu lho. Jadi menurut International Labor Organization, Green Jobs pekerjaan yang layak berkontribusi untuk melestarikan atau memulihkan lingkungan di dari sektor tradisional seperti manufaktur dan konstruksi atau di sektor hijau dengan syarat:

  • Pekerjaan harus layak (manusia) dan tidak eksploitatif atau diskriminatif.
  • Memberikan kontribusi pada lingkungan untuk melestarikan atau memulihkan.

Dan untuk lebih lengkapnya, sebuah pekerjaan dapat dikatakan Green Jobs ini ketika memenuhi beberapa dari kategori berikut:

  1. Pekerjaan tersebut dapat meningkatkan efisiensi energi dan bahan baku.
  2. Pekerjaan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca.
  3. Pekerjaan tersebut dapat meminimalisir limbah dan polusi.
  4. Pekerjaan tersebut dapat melindungi dan mengembalikan ekosistem ke kondisi semula.
  5. Pekerjaan tersebut mendukung adaptasi terhadap efek perubahan iklim.

Dari yang telah disebutkan di atas, Green Jobs ini bukan hanya yang bergerak langsung di green sector misalnya seperti Harvestmind di atas, namun juga dari sisi proses. Green Jobs ini terdiri dari dua jenis yaitu dari segi produk (eco-industry) misalnya seperti perlindungan hutan, gambut, pertanian, dan yang kedua yaitu dari segi proses (pendekatan transformasi) seperti misalnya seorang researcher di sebuah perusahaan yang meningkatkan efisiensi penggunaan energi dari suatu manufaktur/pabrik meskipun hasil produknya bukan green. Jadi kuncinya bisa jatuh pada segi proses misal pengurangan penggunaan karbon dan pengurangan limbah. Maka dari itu, nggak heran kalau Green Jobs bukan hanya segmented pada bidang engineering atau science namun semua latar belakang yang berkolaborasi.

Contoh Green Jobs ini apa saja sih selain yang disebutkan di atas? Misalnya sebagai berikut:

  • Di sektor industri: green building designers, renewable energy engineers, community development specialist, eco fashionpreneur
  • Di sektor publik: environmental advisor, environmental consultant, environmental economist
  • Di sektor NGO: researcher, campaigners, communication specialist, ecologist, forest worker
  • Di sektor riset/pengetahuan: environmentalist, marine scientist, climate change scientist, water quality scientist, laboratory assistant
  • Di bidang bisnis: start-up dengan produk efisiensi atau solusi misalnya waste management startup
dan lain-lain termasuk misalnnya conservation officer, recycling worker, natural resource economist, hingga urban farmer.

Se-urgent Apa dan Mengapa Memilih Green Jobs?

green jobs peluang kerja
Infografis bersumber dari: Katadata

Pertama, karena cepat atau lambat akan banyak pekerjaan yang hilang tergantikan oleh pekerjaan yang baru terutama yang membutuhkan skill based economy. Nah pandemi ini yang mengubah cara kita beraktivitas menjadi mempercepat shifting dari pekerjaan ini. Green Jobs saat ini mulai menjadi tren di kalangan minat anak muda dan ada pertimbangan lain juga berdasarkan aspek terkait perusahaan tempat bekerja di mana presentase perusahaan tidak berdampak negatif pada masyarakat dan lingkungan menduduki angka yang tinggi setelah profesi yang berkembang di masa depan dan gaji yang memuaskan.

Kedua, karena isu krisis perubahan iklim itu nyata adanya dan jika tidak diatasi dengan baik maka banyak dampak buruk mengintai. Padahal, isu ini sudah dimulai sejak 1990 berdasarkan laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change yang menyatakan perubahan iklim ini merupakan sebuah ancaman. Keadaan ini berpengaruh besar pada banyak sektor dalam kehidupan kita sehari-hari seperti pangan, kesehatan, dan penggunaan energi.

Pun karena imbas pandemi ini, Sekjen PBB Antonio Guterres menyebutkan green economy sebagai salah satu dari empat fokus membangun ketahanan atau daya lenting saat pandemi ini berakhir dengan cara mengurangi kegiatan ekonomi yang bergantung pada karbon dari fosil dan membangun pekerjaan-pekerjaan baru yang lebih ramah lingkungan. Seperti yang telah disebutkan bahwa kita perlu perlahan meninggalkan cara lama dalam penggunaan bahan bakar fosil ini sebelum banyak dampak buruk terjadi.

Dengan Green Jobs, kita dapat menjadi bagian dengan mengurangi energy foorprint dan mengoptimalkan sumber daya alam yang ada di Indonesia namun tetap terjaga kelestariannya, sekaligus memberikan kontribusi pada kegiatan ekonomi yang lebih baik. Kesadaran akan perubahan iklim ini tak cukup jika tanpa aksi dan kesadaran kolektif.

Ketiga, hmm mau tambah lagi? Alasan nomor dua sudah cukup banyak tuh, hihi. Tahu nggak kalau kehidupan kita sehari-hari saja ini banyak meninggalkan co2 yang didapatkan dari batubara yang suatu saat habis. Tak perlu menunggu parah karena saat ini kita sudah merasakan dampaknya juga.

Apakah Green Jobs Menjanjikan dan Bagaimana Prospeknya di Indonesia?

Perihal ini tentu saja menjadi pertanyaan di kepala mengenai prospek Green Jobs di Indonesia. Green Jobs sendiri tersebar di banyak sektor dan banyak posisi yang dibutuhkan di dalamnya sehingga latar belakang pendidikan eksakta maupun humaniora dapat mengisi kriteria. Faktor lain yang mendukung adalah kondisi geografi di Indonesia yang memiliki banyak masalah yang belum teroptimalkan terutama kelestarian alam dan lingkungan hidup yang membutuhkan solusi.

Indonesia saat ini juga masih bergantung pada bahan bakar tambang sehingga perlu mulai perlahan menggunakan energi terbarukan seperti panas bumi, angin, atau matahari. Sedangkan di Indonesia sendiri juga tersedia dan kaya akan sumber daya alam yang harus dijaga secara optimal dan dipergunakan secukupnya sebagaimana mestinya. Berangkat dari sinilah Green Jobs di Indonesia akan lebih banyak dan berkembang karena terciptanya lapangan pekerjaan dari solusi tersebut. Jadi, memungkinkan sekali jika suatu saat Indonesia lebih bersih karena green dan sustainable economynya lebih jauh berkembang. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan dalam Memilih Green Jobs?

Untuk anak muda, baik yang masih berada di perkuliahan atau sedang mempertimbangkan karir dan tertarik pada bidang Green Jobs, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan misalnya:
  1. Membekali dengan magang di perusahaan atau NGO yang mendukung green jobs. 
  2. Menjadi sukarelawan atau volunteer lembaga NGO karena bisa mendapatkan pengalaman terjun langsung misalnya bagaimana mengusulkan kebijakan terkait kondisi lingkungan, melakukan gerakan kolaborasi dengan komunitas alam setempat, atau bahkan nantinya bisa membekali diri untuk mendirikan sebuah initiative.
  3. Mempersiapkan skill dalam Green Jobs seperti kesadaran dan kompetensi pada sustainability, kepemimpinan dan manajemen, dan skill yang berfokus pada green jobs langsung seperti engineering dan science.
  4. Mempersiapkan diri untuk sertifikasi karena ada tingkat pekerjaan di Green Jobs yang harus memenuhi syarat kriteria tersebut, ini jika sudah berada di pekerjaan.
  5. Bagi yang menyukai bidang kreatif seperti di atmosfir pekerjaan startup, bisa juga memilih start-up yang mendukung kegiatan green jobs baik dari segi produk maupun proses.
  6. Bagi yang masih mahasiswa, bisa mengikuti kegiatan kampus yang berhubungan dengan Green Jobs karena minimal nanti tahu bagaimana menerapkan ilmu yang didapat saat terjun di lapangan langsung, kegiatan tersebut misalnya Kuliah Kerja Nyata Tematik. Saya beruntung dahulu pernah mengikuti KKN Tematik lintas disiplin ilmu jurusan bertemakan Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Melalui Pertanian Terpadu. Dari situ meskipun jurusan saya humaniora (sastra) namun tetap bisa belajar langsung di masyarakat dengan teman satu tim. Selain KKN, bisa juga mengikuti proyek-proyek bersama dosen yang berhubungan dengan tema tersebut.

kuliah kerja nyata
Salah satu kegiatan KKN Tematik pada saat 2018 lalu

Munculnya Green Jobs ini juga tak hadir tanpa tantangan seperti tantangan dalam hal kebijakan, dalam skill dan kompetensi, dan juga tantangan industri. Menjadi bagian dari solusi ini memang membutuhkan banyak orang dengan masing-masing tekad yang kuat dari kesadaran dan dilengkapi dengan aksi nyata. Kita dapat melangkah lebih jauh lagi dari hanya hal-hal baik yang sudah kita lakukan dan biasakan seperti halnya dari hemat listrik dan air, memilah sampah, atau membeli yang dibutuhkan atau secukupnya dengan memilih peluang di Green Jobs. Apakah kamu salah satunya?
***
Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

4 comments

  1. Di saat kondisi memprihatinkan sekarang ini, di mana kerusakan lingkungan sudah sedemikian besar maka pas sekali untuk mengembangkan green jobs. Semoga Indonesia segera fokus ke green jobs ini.

    ReplyDelete
  2. uww aku juga suka banget nonton film Diam dan Dengarkan mbak Marfa, ada part yang bikin marah sedih, tp ya gimana. kita cm bisa mesti lebih aware dengan bumi :( cuma, pelan, dikit, kl konsisten pasti membawa perubahan.. kece banget sih green jobs ini

    ReplyDelete
  3. Menarik nih mbak pekerjaan yang berhubungan dengan green jobs. Saya sendiri belum pernah terpikir menciptakan pekerjaan seperti itu. Namun mgkin bisa dimulai dari rumah kali ya seperti bercocok tanam hidroponik gitu

    ReplyDelete
  4. Upaya terkait pelestarian alam dan lingkungan mengingat bumi kita saat ini sudah tidak, sangat luar biasa dan bikin salut. Karena ternyata, pada kenyataannya banyak banget tantangannya ya

    ReplyDelete

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below :) (p.s: Sorry, a comment with an active url will be deleted)