6 Skill Dasar Yang Cocok Untuk Dipelajari dan Dimiliki Anak Muda

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
World Economic Forum pada 2019 mengeluarkan 10 skills atau kemampuan diri yang harus dimiliki anak muda saat ini. Skill tersebut adalah complex problem solving, critical thinking, creativity, hingga cognitive flexibility. Tak ketinggalan juga di LinkedIn muncul “The Skills Companies Need Most in 2020” yaitu terbagi menjadi dua skills: soft skills & hard skills. Untuk softskills hampir sama dengan WEF dan terdiri dari 5 unggulan yaitu creativity, persuasion, collaboration, adaptability, dan emotional intelligence. Sedangkan untuk hardskills mayoritas didominasi ilmu-ilmu digital dan teknologi mulai dari blockchain, artificial intelligence, UX design, hingga business analysis. 

skill paling dicari 2021
pict: Syaibatulhamdi, pixabay

Di Indonesia sendiri ada startup pendidikan yang menyediakan video bertopik quarter life crisis, pendidikan seks, self-awareness, critical and logical thinking, serta kesehatan mental. Selain itu mereka mengadakan sesi mentoring dan membuat kurikulum yang tak diajarkan di sekolah atau perguruan tinggi namun penting untuk diimplementasikan sehari-hari. Kurikulum tersebut adalah Better Society Kurikulum dengan tujuan memberdayakan masyarakat Indonesia dengan tahapan sadar akan identitasnya, aktif yang mengambil kontrol atas hidup dan mampu menyelesaikan masalah, dan bisa menghasilkan hal baik untuk masyarakat. 

Bukan hanya berhenti pada contoh di atas, diangkatnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dengan latar belakang non partai juga merupakan salah satu bentuk disrupsi bukan hanya di bidang bisnis. Saat ini sudah saatnya berbenah dan bukan lagi menggunakan cara-cara yang lama. Namun apakah soft skills yang dipelajari calon sarjana ini hanya akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri saat ini? Jika melihat era sekarang yang disebut sebagai era keberlimpahan maka jawaban di atas tentu saja bukan. Skills tesebut membantu agar dapat tahan banting atau memiliki resiliensi di manapun dan cepat beradaptasi. Untuk anak muda Indonesia, berikut skills yang cocok untuk dipelajari saat ini dan berguna untuk masa mendatang.

  • Kepemimpinan 

Kepemimpinan di sini bukan berarti harus menjadi seorang ketua atau pemimpin yang mempengaruhi namun bagaimana bisa menempatkan diri di dalam kelompok. Tidak memaksakan kehendak, tidak terlalu cepat mengambil keputusan juga salah satu seni dalam kepemimpinan. Minimal, sudah bisa menjadi pemimpin yang bijak bagi dirinya sendiri dengan tepat meletakkan reaksi atau emosi yang muncul akan suatu penyebab. 

Baca juga: 

  • Komunikasi Asertif 

Komunikasi juga merupakan skill yang penting akan bukan hanya berkomunikasi dengan orang lain namun menyampaikan pendapat maupun gagasan secara detail dan sistematis. Seringkali ketika kita berpikir akan berbeda ketika mengutarakan pendapat, maka hal ini perlu dilatih. Yang paling penting dalam latihan komunikasi di sini adalah komunikasi asertif, yaitu bagaimana dapat menyampaikan suatu gagasan, pendapat, atau pesan dengan efektif yaitu dengan bersikap tenang namun tegas. 

  • Berpikir Kritis dan Terbuka Menerima Kritik 

Berpikir kritis akan membawa dampak yang positif karena keputusan yang diambil adalah dari hasil pertimbangan yang matang dan juga perencanaan yang detail. Selain itu, berpikir kritis juga bisa melahirkan tindakan yang lebih bijak dan berpikir lebih rasional. Berpikir kritis akan melatih bagaimana menilai sesuatu dengan obyektif dan fokus pada bagaimana penyelesaian alih-alih fokus pada kesalahan atau masalah. 

Skill ini harus diimbangi dengan menerima kritik agar tak memaksakan pikiran atau pendapat pribadi yang ada terlepas memiliki perasaan bahwa argumen tersebut sudah dianalisis secara mendalam. Terutama bagi untuk sekelompok orang dengan tujuan yang sama, menerima kritik kemudian menelaah beriringan dengan bagaimana cara berpikir secara kritis. 

  • Kreativitas dan Problem Solving 

Kreativitas dinilai sangat penting bukan hanya untuk menciptakan hal-hal yang baru namun juga cara baru dalam menyelesaikan masalah. Kreativitas akan melahirkan ide baru yang segar dan adaptif terhadap perubahan zaman serta melatih kedisiplinan dari hal yang abstrak. Sedangkan, problem solving juga tak jauh-jauh dari kreatifitas karena kaitannya bagaimana memecahkan suatu hal yang sulit menjadi lebih sederhana atau mempunyai banyak alternatif cara pada satu permasalahan. 

  • Manajemen Waktu dan Fokus 

Banyaknya distraksi di era digital membuat perilaku perlahan berubah. Aneka teknik marketing membuat tangan sulit melepas gadget untuk membuka notifikasi-notifikasi. Banyaknya informasi yang membajiri di linimasa media sosial juga berpengaruh pada kemampuan menjaga fokus. Semuanya terasa seakan penting dan jangan sampai terlewatkan, maka dari itu penting untuk bukan hanya manajemen waktu namun manajemen fokus. Mengapa? Karena akan berpengaruh pada pembagian energi yang dikeluarkan untuk produktivitas harian, belum lagi melatih bagaimana otak bekerja agar bisa berpikir lebih dalam alih-alih melompat dari satu ke yang lainnya. 

Kemampuan manajemen fokus ini juga kaitannya dengan banyak sifat anak muda sekarang yang mudah bosan dan ingin segera beralih dari satu hal ke hal yang lainnya. Tentu saja dalam waktu jangka panjang, hal ini dapat berakibat buruk seperti tak tercapainya tujuan yang sudah direncanakan karena etos kerja yang buruk. Kemudian hal buruk lainnya adalah membuat pribadi menjadi inkonsisten yang tentu saja seringkali bertolakbelakang dengan kebutuhan realitas saat ini. 

  • Growth Mindset 

Terdapat artikel Top 10 Skill Yang Paling Dicari Pada 2021 di Forbes dan menempatkan Growth Mindset pada urutan pertama. Istilah ini bukan hal baru, namun sebetulnya sudah ada sejak startup memiliki banyak peminat. Growth mindset ini membuat siapapun yang terbiasa memiliki midset seperti ini akan terbuka dalam mempelajari hal baru apapun itu atau sekalipun berada di luar jauh dari jangkauan yang biasanya ia geluti. Growth mindset juga bukan tentang bagaimana saja individu berpikir dan memandang sesuatu namun juga melatih regulasi emosi negatif terutama jika menghadapi kegagalan-kegagalan yang ditemui. 

Growth Mindset ini kemudian diikuti skill lainnya yaitu Contionus Learning, Critital Thinking, Survival Skills, Resilience/Curiousity, Flexibility, Dedication, Coaching Mindset, Comfort with Ambiguity, dan Thriving In A Virtual Environment. Bisa disimpulkan bahwa skill di atas adalah perpaduan antara bagaimana belajar dalam mengelola pikiran dan bagaimana diterapkannya pada situasi tertentu, kemudian kembali lagi refleksi untuk evaluasi. Tentu saja, apa yang ada dalam pikiran dan kemampuan dalam bentuk praktik ini saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan untuk kolaborasi yang lebih baik. 

Itulah 6 skills yang cocok dipelajari anak muda Indonesia saat ini di era disrupsi, yaitu kepemimpinan, komunikasi, berpikir kritis, kreativitas dan problem solving, serta manajemen waktu dan fokus. Ke enam soft skill di atas tentu saja akan lebih matang jika dilakukan dengan latihan-latihan kecil namun berkembang daripada hanya mengandalkan bakat. Skill di sini sifatnya semakin diasah semakin baik, maka bukan suatu yang dipelajari kemudian selesai begitu saja—namun semakin berkembang maupun adaptif. Antara satu skill dan skill lainnya bisa jadi saling berhubungan, maka dari itu sangat bermanfaat bagi anak muda untuk segera belajar skills di atas.

24 comments

  1. Fokus itu paling sulit menurut ku hehe

    ReplyDelete
  2. Iyes, hal-hal yang anak muda perlu punyai. Andai kurikulum sekolah juga menyesuaikan dengan hal2 di atas ya. Akan lebih cepat anak2 bangsa memiliki kemampuan2 itu.

    ReplyDelete
  3. Setuju sekali komunikasi sangat perlu untuk skill yang wajib dipunyai

    ReplyDelete
  4. Waah banyak sekali ternyata skill yang perlu dipelajari ya.. karena memang tuntutan zaman semakin besar dari tahun ke tahun lebih lebih lagi dengan perkembangan yang serba cepat ini

    ReplyDelete
  5. Manajemen waktu salah satu yang harus dimiliki bila ingin sukses ya kak..
    Kadang liat anak muda sekarang, kebanyakan waktu dipakai cuma buat main dan nongkrong.

    ReplyDelete
  6. Skill seperti diatas pastinya ditemukan di masyarakat, makanya kenapa anak kuliahan harus sering nyerawung ke masyarakat

    ReplyDelete
  7. Sepakat dengan semuanya terutama manajemen waktu. Sebab setelah memilih berkeluarga nantinya akan ada masa masa adaptasi soal pemanfaatan waktu, yang jika nggak dibiasakan sedari muda malah bisa memicu kelelahan jiwa. Banyak yang mau diraih tapi nggak bisa teraih maksimal.

    Pun soal kepemimpinan. Walau kelak nggak jadi leader, paling nggak bisa memimpin diri sendiri dengan visi misi hidup. Semangat.

    ReplyDelete
  8. Sepakat dengan semuanya terutama manajemen waktu. Sebab setelah memilih berkeluarga nantinya akan ada masa masa adaptasi soal pemanfaatan waktu, yang jika nggak dibiasakan sedari muda malah bisa memicu kelelahan jiwa. Banyak yang mau diraih tapi nggak bisa teraih maksimal.

    Pun soal kepemimpinan. Walau kelak nggak jadi leader, paling nggak bisa memimpin diri sendiri dengan visi misi hidup. Semangat.

    ReplyDelete
  9. Komunikasi asertif ini kayaknya aku blm menguasai deh. Hehe. Kadang suka meledak2 untuk meenyelesaikan masalah. Ada tipsnya ngga kak?

    ReplyDelete
  10. Memang harus banyak belajar lagi ya Mbak menghadali tuntutan kehidupan yang semuanya serba pengen cepat dan serba kapitalis. Jadi, kalau kita stagnan aja, bakal tergerus sama roda perubahan

    ReplyDelete
  11. Zaman now namanya skill mutlak harus dikembangkan mengikuti tuntutan zaman ya kak. Pastinya sebagai generasi penerus harus dapat menciptakan sistem tatanan yang baik untuk semua. Utamanya manajemen waktu nih karena banyk orang suka ngaret dalam hal apapun hehehe

    ReplyDelete
  12. Anak-anak muda harus menjadi problem solver. Kalo dia menguasai ini, maka hidupnya gak ada kata menganggur, gak ada kata buang-buang waktu, dan gak ada kata malas-malasan.

    ReplyDelete
  13. Yang berat buat saya itu manajemen waktu. Semoga anak muda mah jangan kaya saya yg sudah emak emak ya. Bisa memanage waktu sebaik mungkin sehingga masa muda itu tidak terlewat percuma...

    ReplyDelete
  14. Boleh juga ini diingat-ingat. Bisa diterapkan dan diajarkan berlahan dan bertahap ke anak-anak. Jadi kelak dewasa punya beberapa skil yang bagus untuk mendukung pilihan karirnya, betol tak?

    ReplyDelete
  15. Critical thinking ini salah satu yang masih terus saya pelajari juga karena banyak anak muda yang masih bingung mengemukakan ide pendapat. Terkadang malah jatuhnya kebanyakan nyinyir tanpa solusi. Bagus nih semua skill nya dipelajari oleh anak muda jaman sekarang.

    ReplyDelete
  16. Skill² seperti ini harusnya dikembangkan dalam pelajaran sekolah sejak dini yaa. Selain itu ortunya jg tentu hrs menjadi contoh yg baik dlm pengembangan skill tersebut

    ReplyDelete
  17. skill di atas adalah skill yang sekarang lagi buming, terutama saya yang sedang fokus ke UI Design

    ReplyDelete
  18. lahir dan tumbuh di masa sekarang memang tantangannya lebih besar ya, semuanya sudah serba digital, selain itu soft skill juga mempunyai peranan penting dalam kesuksesan yang harus dibangun dan diasah untuk generasi zaman sekarang. 6 keahlian dasar di atas memang wajib dikuasai oleh mereka

    ReplyDelete
  19. peerku nih di sikap asertif nih, jadi sekarang pun aku juga mengajarkan anak untuk bisa mengutarakan dan menyampaikan pendapat dan ketidaksukaannya tanpa harus merasa gak enak

    ReplyDelete
  20. Sangat setuju kak, skill harus dimiliki oleh setiap anak agar memiliki solusi dalam hidupnya

    ReplyDelete
  21. Iya nih growth mindset dibutuhkan banget
    Karena kalau menghadapi kendala tiba tiba lari atau langsung pisan, huhuhu mentalnya ga siap menghadapi kejamnya dunia

    ReplyDelete
  22. hal-hal yang anak muda perlu punyai dan terus berkembang sesuai jaman ya :) Andai kurikulum sekolah juga menyesuaikan dengan hal2 di atas pasti bakal lebih optimal ya :)

    ReplyDelete
  23. 6 skill dasar yang pengembangannya tidak didapatkan lewat bangku sekolah.
    Bila di setiap rumah, para orangtua sudah mulai menanamkan skill ini maka anak akan mudah sekali mengembangkan diri menjadi remaja yang siap nge-lead dan matang konsep

    ReplyDelete
  24. Bener banget jangan kan anak muda awakpun yang udah setengah ini membutuhkan ini untuk melancarkan kehidupan karena harus siap mental menghadapi dunia nyata

    ReplyDelete

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)