The words. The thoughts. The journal.

July 18, 2018

GILA, SUSAH BANGET JADI INTROVERT! (Read: Unlocking Your Potentials!)

Halo, apa kabar?

Aiiish, penting banget emang itu judul digedein sekalian karena ya emang SUSAH BANGET dan PERJUANGANNYA LUAR BIASA! Well, postingan ini terinspirasi ketika saya sedang merasa insecure terhadap diri sendiri. Salah satunya kepribadian yang cenderung introvert, sebenernya saya mencoba nggak mengkotak-kotakan sifat karena emang jatuhnya nanti seperti saling membandingkan. Lagi pula, kepribadian introvert juga masih ada beberapa bagian. Makanya jangan heran kalau nemu orang kelihatannya pendiam namun speak upnya bagus, terlihat biasa aja namun butuh seharian recovery setelah ketemu orang-orang. Ya karena introvert itu nggak selamanya sama dengan pendiem, ada sih beberapa tapi tentu saja ada hal-hal lain yang mengikuti.
Selama ini saya merasa plus minus (of course!) sih jadi personaliti introvert, seperti hal-hal berikut:
-        Introvert itu kaya punya dunia sendiri.

Hmm, anggapan ini muncul karena mungkin rata-rata introvert itu kuantitas relasinya sedikit, atau malah ke mana-mana sendiri. Iya bener juga sih, saya juga ngerasa. Penginnya sih sahabatan ke semua orang gitu akrab, tapi kalau bahasan sama sifat nggak cocok tetep aja susah walaupun udah dicoba. Enaknya sih, pertemanan bisa jadi lebih berkualitas, less drama, dan waktu yang tersisa bisa dialokasikan ke hal-hal bermanfaat lain. Tapi tetep sih tergantung bagaimana nyari koneksi dan relasinya, pinter-pinter juga jangan nyari toxic circle. Karena kan intovert ini sukanya mikir, kadang jadi sensitifan juga jadi bener-bener lebih mentingin ke kualitas. Demi kesehatan mental ibaratnya. Terus jangan jadi sombong juga saran saya mah, tetep kasih senyum dan sapa ke orang-orang sekitar. Kalau dilatih jadi gampang kok, karena nggak tahu juga kan kalau kita nantinya butuh bantuan mereka?
Hal lain lagi adalah sering dibilang aneh, apalagi kalau terciduk melakukan hal sendirian aja. Padahal sendirian itu wajar-wajar aja bagi introvert karena ya bisa menciptakan kebahagiaan dari diri sendiri, atau emang bener-bener nyaman me timenya. Introvert tetep butuh interaksi kok kalau kepala mereka udah dipenuhi pikiran-pikiran buruk, nyahaha.
 
 Susah ngomong.

 
Well, this such a big deal in my life! Bahkan setelah saya dapet kuliah public speaking dan macam-macam presentasi. Misal materi dihafal sudah, mau ngomong apa aja udah punya peta, giliran maju aja jadi blank, dan alhasil lupa semuanya, kemudian mikir jadi “aduh payah banget nih masa gini aja nggak bisa” dan berlanjut overthinking seharian. Ya, itu benar terjadi pada saya. Terus juga banyak label si pendiem tetangga atau rekan-rekan. Kan, mungkin cuma kurang bisa menghidupkan percakapan atau topiknya gitu-gitu aja. Sampai cari-cari speaking course, tapi lebih baik usaha dulu dong kaya seringin latihan ngomong di depan cermin, ngomong sendiri pas jalan (pelan-pelan), atau mencoba ngajak ngobrol orang sekitar yang nggak dikenal. IYA, butuh banget keberanian besar tapi percayalah, akan ada rasa senang dan luar biasa setelah mencobanya. Tuhkan, introvert bahagianya gampang, walau gampang insecure juga.

Baca juga: Kamukok diem aja?

Kurang bisa mengutarakan pendapat.
      Happens a lot pas rapat! Seringnya jadi iya-iya aja, nurut, atau malah jadi penonton. Pun kalau mau tanya sesuatu di kelas, rasanya keringet dingin, dan butuh persiapan ekstra. Masa sih gitu banget? FOR REAL, FELLAS! Mungkin bawaan si introvert ini yang mendetail menuju ke overthinkingnya, yang mana kalau nggak diimbangin ya salah juga, nggak bisa berkembang. Cara mengatasi hal ini adalah, misal nih di kepanitiaan atau organisasi, jangan jadi staf aja tapi sebisa mungkin koordinator, otomatis jadi sering kasih atau terima info, sering ngomong, dan juga sering membuka diskusi. Lama kelamaan jadi terlatih nggak cuma ngomong, tapi berpikir kritis. Kemudian kalau mau tanya di kelas atau forum, usahain duduk di kursi paling depan. Biar apa? Ya biar kalau pas tunjuk tanya nggak diliatin orang-orang. Nyahaha

       Overthinker!

 
Jadi introvert itu mendetail, tapi jadi buruk kalo udah mulai overthinking sampai pusing bahkan muntah. Luar biasa kan hanya efek pikiran aja? Kadang sifat yang nggak bisa nyantai, kaku, dan perfesionis ini nih yang menyiksa. Apalagi kalau misal ada kerjaan bareng, udaaah pasti biasanya mendominasi atau malah jalan sendiri, pusing sendiri, dan diketawain. Nyahaha ya ampun. Buruknya lagi dari sifat perfeksionis ini malah jadi procrastinator.  Untung saja sih kalau saya ada sifat dari moody, jadi kadang ya mencoba bodo amat dalam hal rileksin aja, atau dibawa santai aja. Terus overthink ini yang justru bisa jadi ke pemikiran nggak berguna dan lain-lain. Bahaya dong, ngatasinnya? Tetap bertaut pada jiwa! Cari alasan-alasan menyenangkan untuk terus lawan dan lawan.

-          Sering ngerasa nggak adil.

Nyahaha jadi inget kutipan “life is not fair, any question?, jadi ya hidup memang sebegitu rumit dan misteriusnya. Adil nggak adil ya tergantung pandangan individu sih. Misalnya dalam introvert ini juga bisa, kadang ngerasa kurang dapet bagian untuk jadi yang diunggulkan. Pastikan selalu nyari yang mahir speak up, dan auto nyortir yang kurang aktif. Seakan-akan yang dianggap pendiem ini harus maju duluan, punya effort yang lebih besar, atau bahkan pindah ke bidang lain. Suka nggak enak juga dan mikir “kenapa sih hal ini aja susah banget, yang lain aja nggak perlu ngehadapin sifat ini, bisa fokus”. Tapi kalau di mana-mana tetep kayagitu, egois dong namanya? Nah dari sini juga ada bagusnya juga, misalkan jalan kita jadi lebih unik dan berbeda tentunya. Berkarya kan bisa dalam banyak hal, JADI JANGAN PERNAH MINDER DAN TERUS MENCOBA!
Kemudian, dari kelemahan tersebut bisa dibalikkan jadi kelebihan. LEARN THE NEW THINGS! Tantangan menyenangkan lagi buat kita, at the end of the story kita bakal bangga banget sama diri sendiri dan nggak akan cuma fokus sama satu pencapaian! Tambahan nih dari Gitasav.

Well, sejauh ini paling itu sih tapi berulang-ulang nyahaha. Kadang bikin tertekan juga tapi pinter-pinter aja cari celah. Ya seperti kelemahan-kelemahan yang jadi potensi, banyak pertanyaan (dari biasa sampai aneh) yang harus dijawab, dan lain-lain.Oh iya, postingan ini berdasarkan opini saya sebagai introvert ya, karena saya juga masih belajar tuh biar nggak tenggelam dalam sadness nyahaha. Kalian kalau ada introvert-relatable-problems bisa dibagiin ke kolom komentar, atau punya temen yang introvert? Bagi juga dong suka dukanaya apa aja! Ditunggu ya~
 ***
Image sources: @lingvistov, you can also follow me @madrfau

2 comments:

  1. Sama sih mba saya cenderung introvert tapi seimbang jadi jatohnya ambivert, nggak bs humble ke semua orang apalagi wanita yang sudah menikah💖

    ReplyDelete
  2. iya setuju... malah dianggap sakit ma orang lain hehehe

    ReplyDelete

Hai. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Jika postingan ini menarik/menginspirasi, jangan segan untuk dibagikan ke media sosial agar blog ini terus semangat memberi manfaat. Jangan segan juga untuk memberi kritik/masukan/komentar. Tetap berlangganan agar tak ketinggalan postingan terbaru ya. Salam, Marfa.