Kenali Flek Paru-Paru Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Memiliki buah hati adalah suatu kebahagiaan yang tak terkira bagi pasangan suami istri. Ketika anak sudah lahir, orang tua pastinya harus memastikan tubuh si kecil tetap sehat dengan cara terbaiknya. Namun, tetap saja ada kalanya anak kecil rentan dengan penyakit, salah satunya flek paru-paru pada anak. 

ilustrasi foto anak
gambar: emma bauso, pexels

Bisa dibilang penyakit ini sangat berbahaya dan dalam beberapa kasus dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, bahkan kalau tidak segera diobati bisa menyebabkan kematian. Ya, penyakit ini memang tidak bisa diremehkan karena bakteri yang hinggap di tubuh memiliki masa hidup panjang. Tapi jangan khawatir, berkat perkembangan dunia kedokteran, flek paru-paru pada anak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis. 

Apa Itu Flek Paru? 

Flek paru adalah penyakit yang berbahaya karena dapat menjadi salah satu penyebab kematian. Dalam istilah medis, flek paru-paru biasa disebut dengan Tuberkulosis atau TBC atau TB yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bukan hanya orang dewasa saja, flek paru-paru juga bisa menginfeksi anak-anak. Namun, gejala flek paru-paru pada anak berbeda dengan orang dewasa. 

Flek paru-paru sendiri dapat disembuhkan bila sejak awal gejala muncul langsung dilakukan penanganan yang tepat. Pasalnya, ini berhubungan dengan paru-paru yang merupakan "mesin" utama dari sistem pernapasan manusia. Jadi, mengetahui tanda atau gejala awal sangat penting untuk selanjutnya dapat melakukan pengobatan.

Penyebab Flek Paru-Paru Pada Anak 

flek paru-paru
gambar: freepik

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, penyebab TBC pada anak adalah bakteri bernama Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini bisa menyebar melalui udara dari bersin dan batuk orang-orang yang menderita TBC atau flek paru-paru. 

Pada tahap ini, orang dewasa maupun anak-anak yang tidak didukung kekebalan tubuh kuat akan lebih mudah terpapar. Sistem kekebalan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti HIV anak dan kurangnya akan kebutuhan asupan gizi yang cukup.

Infeksi flek paru-paru pada anak terbagi menjadi beberapa tahap, yakni exposure atau paparan dan tahap aktif atau ada gejala. Pada tahap paparan, anak yang memiliki daya tahan tubuh kuat akan lebih mudah untuk menekan pertumbuhan bakteri, dengan kata lain tidak ada gejala yang muncul. Sedangkan untuk tahap aktif, anak dengan sistem imun lemah akan mengalami beberapa gejala. 

Gejala dan Tanda Flek Paru-Paru 

Ada banyak gejala yang muncul ketika bakteri sudah masuk ke tubuh. Namun, gejala ini sulit dideteksi karena mirip dengan penyakit flu atau bersin biasa. Yang membedakannya adalah gejala flek paru-paru pada anak berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Dikutip dari penjelasan dokter ahli, gejala TBC atau flek paru-paru yang sering dikeluhkan penderitanya adalah sebagai berikut: 

  • Demam dan meriang selama berhari-hari yang tak kunjung reda 
  • Batuk berdahak, kalau sudah kronis dahak akan disertai darah 
  • Kelenjar getah bening membesar di bagian selangkangan, ketiak, dan leher 
  • Napas terasa sesak 

Jika di atas merupakan gejala yang muncul ketika bakteri penyebab flek paru-paru sudah menyebar ke seluruh organ tubuh, maka di bawah ini adalah tanda flek paru-paru pada anak ketika bakteri baru masuk ke organ tubuh. 

  • Tulang atau persendian jari, lutut, dan panggul membengkak 
  • Berat badan turun drastis karena tidak adanya nafsu makan 
  • Keringat berkucuran tanpa sebab 
  • Badan sering letih, lemah, dan lesu meskipun tidak melakukan aktivitas 

Nah, jika si kecil mengeluhkan tanda dan gejala seperti yang tertera di atas, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jangan tunggu hingga gejala menjadi lebih parah, sebab akan menyulitkan proses penyembuhan dan berbahaya untuk kesehatan anak. 

Pengobatan untuk Flek Paru-Paru Pada Anak 

pengobatan untuk flek paru-paru
gambar: pexels pietro jeng, pexels

Belum ada penelitian medis yang mengatakan kalau flek paru-paru bisa sepenuhnya sembuh dengan obat alami atau herbal. Meskipun ada, itu bukan untuk mengobati melainkan meringankan gejala. Lalu, bagaimana cara mengobati flek paru-paru pada anak? 

Satu-satunya jalan adalah dengan membawa si kecil ke dokter agar dilakukan penanganan lebih lanjut. Biasanya setelah dipastikan bahwa itu benar flek paru-paru, dokter akan memberikan pengobatan rutin hingga 6-12 bulan dan tidak boleh terlewatkan setiap harinya atau sesuai resep dokter.

Namun, untuk kasus flek paru-paru anak sedikit berbeda. Karena terdapat jenis gejala aktif dan non-aktif. Untuk pengobatannya pun berbeda, seperti ulasan berikut: 

  • Gejala Non-Aktif

Untuk anak yang mengalami gejala non-aktif akan diberi 1 jenis obat yakni Isoniazid (obat anti TBC) dan harus diminum setiap hari selama 9 bulan. 

  • Gejala Aktif.

Jika gejala aktif, anak akan diberi 3 jenis obat, yakni Isoniazid, Pyrazinamid, dan Rifampicin yang harus diminum setiap hari dalam waktu 2 bulan. Untuk 4 bulan berikutnya, anak hanya diberi 2 obat, Rifampicin dan Isoniazid. 

Selama dalam masa pengobatan, anak juga wajib mengonsumsi asupan penuh gizi dan vitamin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuhnya sesuai dengan anjuran dokter. Daya tahan tubuh merupakan faktor penting untuk menangkal penyakit ini. Anak-anak dengan sistem imun kuat memiliki peluang lebih besar untuk terhindar dari ragam penyakit. Sebaliknya, jika sistem imun rendah bakteri jahat bisa dengan mudah masuk ke tubuh. 

Demikian artikel mengenai flek paru-paru pada anak yang harus dipahami semua orang tua. Flek paru-paru atau TBC bukanlah penyakit yang bisa sembuh dengan obat biasa. Untuk itu, selain memperhatikan kondisi lingkungan akan bahaya risiko tertular, lindungi si kecil juga dengan asupan gizi berimbang agar memiliki daya tahan tubuh atau imun yang baik.

23 comments

  1. Penyakit TBC adalah penyakit yang menakutkan menurut saya karena menyerang pernapasan. Maka pencegahannya sejak dini ibu mesti taat terhadap jadwal imunisasi bagi anak

    ReplyDelete
  2. Makasih ya Kak diinfokan gejala flek paru yang ternyata ga bisa disepelekan pada anak. Jadi ingat anak teman yang kena TBC. Harus makan obat setiap hari sampe 6 bulan. Telat sehari kudu ngulang lagi dari awal. Sebisa mungkin kudu jaga kesehatan sejak dini agar jangan sampai menyesal di kemudian hari.

    ReplyDelete
  3. Wah, kasihan juga anak yang kena flek paru-paru, karena bersin dari orang ya, Mbak. Jadi harus segera ditanyani secepatnya dengan dokter ahli. Apalagi pakai herbal saja hanya sekadar meringankan saja, bukan menyembuhkan.

    ReplyDelete
  4. Jangan sampai anak-anak kita kena flek paru-paru. Ngeri oey gejalanya. Kalau demam dan batuk, lebih baik segera ke dokter agar dapat diagnosa yang tepat, ya.

    ReplyDelete
  5. Aku baru tau ada penyakit namanya flek paru paru, setauku hanya paru basah atau tbc aja gitu. Makasih informasinya mbak

    ReplyDelete
  6. bermanfaat sekali tulisannya mba, meski saya belum punya anak tapi pastinya ini useful banget buat saya kedepannya kalau sudah punya anak agar memperhatikan kesehatan anak dan menjaga mereka dengan tahu gejala awalnya

    ReplyDelete
  7. Flek paru tu memang mengerikan sih. Apalagi kan paru tu organ yang penting banget untuk pernapasan. Harus tahu penyebab dan cara penanganannya. Biar kita lebih aware dan tanggap jika ada kejadian.

    ReplyDelete
  8. Duh kalo anak2 ya.. Sakir sedikit aja kita udah sedih, apalagi kalo sampe kena flek paru gitu.

    Semoga anak2 kita selalu sehat ya mbak.

    ReplyDelete
  9. Oh, jadi TBC itu flek paru-paru? Baru tahu akutuh.


    Jadi sesuai pengalaman sih, gejalanya gak mesti batuk kok kak. Kalau meriang iya. Biasanya tengah malem keringat dingin. Persendian linu dan sakit perut

    ReplyDelete
  10. Oh, jadi TBC itu flek paru-paru? Baru tahu akutuh.


    Jadi sesuai pengalaman sih, gejalanya gak mesti batuk kok kak. Kalau meriang iya. Biasanya tengah malem keringat dingin. Persendian linu dan sakit perut

    ReplyDelete
  11. ngeri ya, Mba kalau sudah kena anak-anak. Kita mau selektif dia ketemu siapa juga nggak mungkin. Yang jelas dijauhin sama yang sudah pasti terkena TBC deh ya pencegahan awalnya, sama perbaiki imun anak.

    ReplyDelete
  12. Sedih sih kalau anak kena TB.. dua anakku pernah hampir didiagnoa kena TB. Untungnya setelah dites mantoux hasilnya negatif. Pengobatannya itu lo nggak boleh telat, sekalinya telat, harus ulang dari awal. Semoga semua keluarga kita sehat-sehat dan terhindar dari penyakit TB. Aamiin.

    ReplyDelete
  13. Aku jujur nggak bisa bayangin kalau anak sakit, apalagi terkena flek paru-paru. Alm. Bapakkujuga pernah sakit paru2 basah dan kering. Kadangaku sendiri suka khawatir kalau hal tsb akan ada pengaruhnya ke anak-anakku. Semoga kita selalu sehat2 ya. Aamiin

    ReplyDelete
  14. Anak batuk aja aku dah miris, rasanya clekit gitu di dada aku. Kasian banget kalau anak-anak kena flek paru yah. Pengobatannya pasti lama...

    ReplyDelete
  15. Dulu sempat khawatir anak keduaku flek paru karena nafsu makannya kurang tetapi seiring umurnya dan makannya gak bermasalah Alhamdulillah sehat. Kalau minum obat mesti rutin kan ya

    ReplyDelete
  16. Pengobatan pada pasien yang menderita flek paru-paru atau TB ini lama juga ya. Pantas kadang obatnya gratis dan dikontrol langsung oleh Puskesmas sesuai domisili. Hampir sama dengan penyembuhan Hepatitis maupun Kusta.

    Sedihnya kalau yang mengalaminya adalah anak-anak, ada saja efek dari obat yang bisa membuat si anak jadi nggak nyaman kan ya. Apalagi terlewat sehari atau beberapa hari, biasanya diminta untuk mengulang pengobatannya. Karena pengobatan untuk bakteri TB kan dengan antibiotik. Harus habis dan tuntas. Jam minum obat pun nggak bisa asal pagi siang atau malam ya Mba.

    ReplyDelete
  17. wah bener bener harus diwaspadai nih ya pengebab flek paru paru pada anak.. nggak boleh dianggap remeh, karena berbahaya jika dibiarkan yaaaa.. Makasi infonyaaa

    ReplyDelete
  18. Lagi2 memang hrs imun tubuh yg diperkuat ya mba. Aku jujurnya agak serem Ama penyakit ini, Krn kdg dia ga bergejala. Temenku ada yg mau daftar Working holiday Visa di Australia, dan ternyata ada pemeriksaan tes mantaoux yg mana dia terkena flex paru. Ga ada gejala apapun. Akhirnya hrs diobati dulu 6 bulan. Baru setelah bersih dia daftar LG dan lolos. Dari situ aja aku agak takut, Krn ini bisa kena ke semua org. Temenku ga akan tau dia punya flex kalo ga cek. Dan dia kebetulan cek Krn mau ikut WHV tadi. Coba kalo ga.... :(

    ReplyDelete
  19. Ya Allah...ini yaa, makanya kalau pas punya anak kecil kudu steril banget dan manjaga juga saat bertemu dengan orang lain.
    Kadang akutu sering gak enakan sama yang jenguk, padahal yang menjenguk belum tentu pada sehat semua kondisinya.
    Hiiks~

    ReplyDelete
  20. Kalau sudah infeksi bakteri kudu diobati dengan antibiotik karena daya tahan tubuh gak bisa melawannya. Antibiotik pun tak bisa sembarangan, harus sesuai dengan jenis bakterinya. Semoga anak-anak kita tumbuh dengan sehat dan bahagia.

    ReplyDelete
  21. Ya Allah semoga kita semua dan anak-anak selalu dilindungi dari penyakit yang berbahaya, apalagi flek paru-paru ya Mbak. Semoga kita semua selalu sehat dan menjaga anak-anak dengan baik aamiin.

    ReplyDelete
  22. Menjaga kebersihan lingkungan, asupan nutrisi anak dan disiplin minum obat dari dokter insyaallah jadi cara untuk mengatasi flek paru-paru pada anak ya Mbak, noted. Thanks for sharing

    ReplyDelete
  23. kalau ada sesuatu yang berbeda pada anak, misal sakit yang berlanjut, memang harus lebih teliti memeriksanya, bawa ke dokter... (amit-amit) kalau ada masalah kesehatan bisa segera ditangani...

    ReplyDelete

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)