Dukung Kemajuan Ekonomi Nasional dengan Memanfaatkan Kemudahan Transaksi Digital

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Tidak ada seorang pun yang benar-benar siap akan kedatangan pandemi di awal tahun lalu. Kehadirannya yang mendadak meskipun sudah berlangsung di negara lain membuat banyak sektor terpukul. Kita tak pernah memiliki pengalaman keadaan krisis sebelumnya yang mengubah bagaimana pola hidup keseharian. Ada banyak cerita kesedihan namun keadaan memaksa untuk bergegas menyesuaikan dan bangkit secara perlahan untuk bisa bertahan.

singgah coffee book purwokerto
Singgah Coffee and Book Purwokerto, gambar oleh: @ singgahcoffeebookpwt/ (IG)

Adalah Singgah Coffee & Book, kedai kopi favorit saya di Purwokerto dari sekian banyak sektor di bidang F&B yang terpukul karena pandemi ini. Cabang utamanya di Yogyakarta bahkan sudah tutup sementara lantaran tak sanggup membayar biaya sewa membengkak dua kali lipat. Sebelum pandemi saja, jumlah coffee shop di Purwokerto sudah menjamur dan tentunya saling bersaing dengan masing-masing keunikannya agar tak sepi didatanggi pelanggan.

Coffee shop di kota kecil Purwokerto tak hanya berjumlah satu dua, berbeda dengan keadaan tahun 2016 ke bawah lalu. Dengan mudah menemukan kedai kopi bahkan dalam satu jalur jalan yang sama. Kendati demikian, sebagai pecinta kopi dan terbiasa menghabiskan waktu di kedai kopi untuk mengerjakan apa saja di laptop, memilih kedai kopi yang pas tidak semudah itu.

Saya menyukai kedai kopi yang tak terlalu berisik, mudah akses untuk mengisi ulang daya laptop, WiFi lancar, memiliki vibes atau suasana yang ramah dan hangat, serta terdapat space yang nyaman untuk seorang diri karena saya dapat lebih fokus dan lebih mengerjakan sesuatu tanpa gangguan. Singgah Coffee menawarkan hal tersebut, dan uniknya lagi makanan di sini betulan enak dan memuaskan karena mereka memiliki resep sendiri dan bukan hanya untuk pelengkap kopi melainkan untuk dapat dinikmati. Hal tersebut menjadi bonus bagi saya, karena cocok untuk sekaligus mengisi perut jika sedang membutuhkan lebih dari camilan ringan.

Perkenalan pertama saya dengan Singgah Coffee adalah jauh sebelum menjadi freelancer yang sering menatap laptop. Namun sebagai mahasiswa tahun pertama yang kala tersebut masih merasa mahal akan harga menu yang tertera. Selanjutnya menghabiskan waktu dengan membaca buku-buku yang memang tersedia sesuai dengan nama coffee shop ini. Spesial bagi saya karena Singgah Coffee adalah satu dari beberapa kedai kopi di Purwokerto yang pertama hadir di tahun 2016 lalu dan menawarkan konsep yang unik dengan buku-buku, bukan hanya sekadar tempat untuk ngopi.

Mempertahankan Bisnis Tetap Berjalan di Tengah Pandemi

Bagi saya, Singgah Coffee & Book bukan hanya sekadar tempat, namun sudah menjadi ruang kecil sendiri yang nyaman untuk didatangi berkali-kali untuk memberi waktu bagi diri sendiri. Ikut sedih rasanya melihat kedai kopi kesayangan tak beroperasi pada 2 minggu pertama dan mengalami jam batas operasi setelahnya. Eks Manager Singgah, menyebutkan omset sepanjang Maret-April 2020 hanya sejumlah Rp 10.383.425, berbeda sekali dengan jumlah biasanya jika dibandingkan pada Januari 2020 lalu sejumlah Rp 60.752.800. Jumlah tersebut menandakan catatan penghasilan terburuk selama ia bekerja.

Namun, Singgah bukan hanya tentang bisnis semata, ada perut-perut yang perlu terisi dari lapar. Di antara pekerja di sana bukan hanya yang sudah penuh waktu, namun mahasiswa yang mencari sambilan juga. Para rekan kerja sepakat setelah berdiskusi mencari solusi dengan menjalankan manajemen mandiri dengan bagi hasil keuntungan dengan pemilik bisnis dengan mengandalkan dana operasional seadanya. Selebihnya, sebagai costumer, saya melihat beragam strategi dilakukan kedai kopi tersebut untuk tetap berjalan, seperti:

1. Rutin Memperbarui Unggahan di Media Sosial

Singgah memang memiliki akun media sosial tepatnya Instagram yang aktif dan rutin mengunggah konten tiap harinya. Meski suasana pada perekonomian sedang lesu, Singgah tetap menjalankan aktivitas tersebut dengan fokus pada instagram story. Hal ini untuk memberi kemudahan bagi pelanggan untuk berinteraksi.

2. Mengubah Jam Operasi Kedai Menjadi Lebih Pagi

jam operasional buka singgah
gambar oleh: @ singgahcoffeebookpwt/ (IG)

Dengan menjalankan aturan dari protokol kesehatan dengan di antaranya pekerja yang memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan, Singgah mengubah jam buka menjad lebih pagi mulai 07.00-19.00/22.00 (jam buka malam menyesuaikan kebijakan pemda setempat). Sebelumnya, coffee shop ini baru menjalankan aktivitasnya jam 1 siang. Dengan menambah lamanya waktu buka, pelanggan dimudahkan untuk bisa dine in maupun memesan makanan melalui pesan antar lebih pagi.

Sekaligus menambah jejeran coffee shop di Purwokerto yang buka pagi, hal ini dimanfaatkan bagi yang membutuhkan koneksi WiFi atau merindukan suasana tempat ini. Secara personal, saya menyukai suasana pagi karena sepi dan lebih fokus untuk sesekali datang di tempat ini, tentunya sembari ketat memakai masker dan waktu yang dibatasi.

3. Memberikan Promo Secara Berkala di Tempat & Aplikasi Pesan Antar

promosi coffee shop


Seiring dengan dibukanya kedai menjadi lebih pagi, Singgah juga memberikan menu baru bernama paket Special Breakfast dengan harga yang lebih murah dari pada menu biasanya. Promo lain juga digencarkan seperti diskon untuk penggunaan botol minum sendiri, promo dadakan setiap akhir bulan, dan juga promo potongan harga yang ada di aplikasi pesan antar. Tentunya tak hanya menguntungkan pelanggan, namun juga memberikan kesempatan bagi para driver untuk menambah penghasilan.

4. Memberikan Kemudahan Pelanggan dalam Pembayaran dengan Bertransaksi Digital

alat pembayaran dompet digital
gambar oleh: @olipe_oile (IG)

Segmentasi pengunjung coffee shop kebanyakan berusia muda dan produktif, mayoritas usia milenial dan awalan usia Generasi Z seperti mahasiswa, freelancer, pebisnis, pegiat ruang kolektif, atau bahkan first jobber. Rentang usia ini dikenal lebih suka menggunakan dompet digital dalam melakukan transaksi apapun, seperti membayar tagihan, membeli barang, memesan ojek online, bahkan pembelian di merchant.

Dengan karakteristik dan kesempatan tersebut, Singgah juga menyediakan pembayaran digital melalui debit, scan QR E-Wallet seperti OVO dan LinkAja yang sekarang sudah diintegerasikan dengan QRIS. Bukan hanya membuat transaksi lebih mudah karena hemat waktu dengan tak perlu menyiapkan uang kembalian, namun juga minim kontak fisik apalagi di kondisi sekarang.

Sebagai milenial muda juga, bertransaksi secara digital memang lebih memberikan banyak keuntungan dengan banyaknya promo sehingga harga menjadi lebih murah, belum lagi jika sedang ada cashback. Bertransaksi secara digital pada masyarakat terutama efek pandemi ini, umumnya dikenal dengan kegiatan pembelian di ecommerce. Hal tersebut didukung dengan banyaknya pilihan dari beragam toko dan bisa mendapatkan harga termurah, promo gratis ongkos kirim, cashback, dan didukung juga keamanan dalam berbelanja. Tak heran juga banyak yang memiliki lebih dari satu jenis dompet digital termasuk saya.

Kebiasan berbelanja seperti ini, tentu saja menanamkan mindset bahwa lebih mudah dan nyaman melakukan transaksi digital dan perlahan meninggalkan cara lama atau pembayaran fisik. Bahkan tercatat pula penggunaan uang elektronik mencapai jumlah kenaikan 225,5% dari tahun 2019 di e-commerce pada triwulan III-2020. Di Purwokerto sendiri, efek budaya cashless ini sudah meluas ke UMKM bahkan pemilik gerobak usaha jajanan, dan juga penerapan QR code di pasar untuk memberikan pilihan pembayaran.

Kemudahan ini bukan tanpa timbul masalah lain yang menyertai, seperti bahaya dari budaya konsumtif karena impulsif efek dari strategi marketing. Namun berbeda dari tahun 2019, nyatanya 2020 ini justru gencar akan literasi keuangan mulai dari mengatur keuangan bagi pemula, mengenal investasi emas serta saham, sampai pertimbangan-pertimbangan memilih asuransi. Perkembangan dari fintech juga turut meramaikan dengan memberikan tawaran menarik jika menggunakan produk fintech tersebut untuk bertransaksi. Lagi-lagi, menggunakan dompet digital dengan biaya admin yang lebih murah bahkan gratis daripada transfer mobile banking menjadikan akses menuju financial freedom lebih mudah.

Transaksi Digital Dukung Perputaran Ekonomi Menuju Kemajuan Ekonomi Nasional

Quick Response Code Indonesian Standard QRIS
sumber gambar: gobiz.co.id

Seperti Singgah Coffee & Book yang berkolaborasi antara promo dan penggunakan kode QR untuk pembayaran digital, pandemi ini membuat banyak pemilik usaha lama maupun baru juga menawarkan pilihan pembayaran non fisik untuk mendukung usaha tetap berjalan dan lancar. Di permukaan, mungkin hanya terlihat kemudahan saja yang didapatkan, namun saya menyutujui ada keuntungan lain dalam bertransaksi digital menurut Bank Indonesia, yaitu:

  1. Akses yang lebih mudah terhadap produk yang beragam dengan harga yang kompetitif. Hal ini seperti yang telah disebutkan sebelumnya, misalnya ketika sedang berbelanja online di online marketplace.
  2. Menekan biaya operasional dan modal, jadi bisa dialihkan ke kebutuhan yang lebih penting.
  3. Mendorong transmisi kebijakan ekonomi.
  4. Meningkatkan kecepatan perputaran uang sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat. Poin ini betul karena kemudahan tadi yang membuat kegiatan akan kebutuhan yang melibatkan transaksi menjadi lebih cepat.

Penguatan digitalisasi transaksi ini didukung dari penguatan ketentuan dari Bank Indonesia yaitu:

  • Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/BI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.
  • Surat Edaran Bank Indonesia No 12/22/DKSP perihal Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital
  • Peraturan Bank Indonesia No.18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik

Bank Indonesia juga meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS yang aktif sejak 1 Januari 2020 lalu untuk transaksi yang lebih mudah karena menerima pembayaran dari dompet digital manapun, cepat, dan juga aman sesuai slogannya yaitu UNGGUL (Universal, Gampang, Untung, Langsung).

Dengan QRIS, kita tak perlu repot lagi menyesuaikan dompet digital yang kita punyai menyesuaikan dengan yang tersedia di merchant. Cukup scan dan satu QR tersedia untuk semua jenis dompet digital misalnya OVO, DANA, GoPay, atau ShopeePay. Pemilik usaha atau merchant juga dimudahkan karena tak perlu banyak menjejerkan QR dari masing-masing metode pembayaran dari e-wallet.

Ekosistem ekonomi digital ini juga inklusif karena juga mendorong pertumbuhan ekonomi dengan digitalisasi UMKM dan juga kondusif. Tak lupa juga agar terbentuknya kebiasaan baru ini, diadakan Festival Edukasi Bank Indonesia atau FESKABI dengan tujuan mensosialiasikan transaksi digital dengan target milenial untuk memperkenalkan inovasi kebijakan ini agar terdorongnya integrasi ekonomi dan keuangan digital. Hal ini dapat membantu pemulihan ekonomi nasional.


Highlight FesKaBI 2020: Strengthening Local Brand Through Digital Economy (medcom id -YouTube)

Tak sebatas itu saja ternyata, karena digitalisasi transaksi ini digunakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Ada 3 langkah penguatan kebijakan sistem pembayaran dan percepatan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 dari Bank Indonesia ini, yaitu:

  1. Memperpanjang kebijakan Merchant Discount Rate QRIS sebesar 0% untuk merchant usaha mikro sampai dengan 31 Maret 2021.
  2. Memperkuat & memperluas implementasi elektronifikasi dan digitalisasi, baik di pusat maupun di daerah, bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah serta otoritas terkait melalui pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.
  3. Mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi serta kolaborasi perbankan dengan fintech melalui percepatan implementasi Sandbox 2.0, antara lain meliputi regulatory sandbox, industrial test, innovation lab, dan start up.

Banyak kegiatan yang bisa kita lakukan melalui transaksi digital yang juga turut mendukung kemajuan ekonomi nasional ini bahkan tanpa kita sadari karena telah menjadi kebiasaan, seperti misalnya berbelanja produk atau brand lokal melalui ecommerce misalnya Shopee atau Tokopedia, turut serta membeli produk UMKM terdekat/lokal, memesan kopi favorit menggunakan jasa pesan antar melalui aplikasi dan membayar dengan dompet digital.

Bisa dikatakan, kemudahan akan transaksi digital ini melahirkan peluang kesempatan dan inovasi baru bagi pemilik bisnis termasuk bisnis F&B seperti Singgah Coffee & Book yang menguntungkan kedua belah pihak antara pemilik dan pelanggan dan terbentuknya resiliensi dalam usaha. Tentunya, peran seluruh aspek masyarakat dalam perputaran ekonomi dengan bertransaksi digital ini diharapkan dapat mencapai tujuan yaitu majunya ekonomi nasional.

Semoga lekas kita dapat beraktivitas tanpa banyak batasan kembali dan menjalani hidup dengan lebih riang—karena saat inipun juga tetap bisa dinikmati dengan riang. Jika kamu ingin ke Singgah Coffee Purwokerto, jangan lupa memesan Rice Bowl Ayam Sambal Matah, Ice Cappuccino, atau Ice Matcha Expresso, Churos dan Nasi Gorengnya juga nikmat!

ayam sambal matah singgah coffee
Paling favorit!

***

Tulisan ini bersifat personal dan opini yang diikutkan dalam lomba blog Bank Indonesia dengan tema “Yuk Manfaatkan Transaksi Digital untuk Kemajuan Ekonomi Nasional" meskipun belum menang, namun benar proses menulisnya dengan menikmati prosesnya. Mohon maaf jika ada yang kurang tepat atau terdapat kesalahan di dalamnya.

Referensi:

1. Selama Pandemi, Transaksi Online Ikut Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
(https://ekonomi.bisnis.com/read/20201111/9/1316500/selama-pandemi-transaksi-online-ikut-jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi)
2. Ekonomi Digital jadi Penopang Perekonomian di Tengah Pandemi
(https://aptika.kominfo.go.id/2020/09/ekonomi-digital-jadi-penopang-perekonomian-di-tengah-pandemi/)
3. Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia Tahun 2020
(https://dailysocial.id/post/perkembangan-ekonomi-digital-indonesia-tahun-2020)
4. Pandemi Covid-19 Picu Masyarakat untuk Bertransaksi Digital
(https://money.kompas.com/read/2020/07/29/130000226/pandemi-covid-19-picu-masyarakat-untuk-bertransaksi-digital?page=all)
5. Ini Tiga Alasan Transaksi Digital Makin Digandrungi
(https://www.wartaekonomi.co.id/read266680/ini-tiga-alasan-transaksi-digital-makin-digandrungi)
6. BI: Tren Dgitalisasi Berlanjut, Transaksi Uang Elektronik November Melesat 20,27 Persen
(https://www.bareksa.com/berita/pasar-modal/2020-12-17/bi-tren-dgitalisasi-berlanjut-transaksi-uang-elektronik-november-melesat-2027-persen)
7. Kita Baik-Baik Saja untuk Merasa Tidak Baik-Baik Saja
(https://heartcorner.net/editorial-board/kita-baik-baik-saja-untuk-merasa-tidak-baik-baik-saja/)

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)