A thoughts journal by Marfa

February 25, 2016

Ketika Harus Pisah Dengan Orang Tua


               Katanya, merantaulah agar merasakan apa itu pulang dan rindu yang menderu-nderu. Agar benar-benar mandiri dan belajar tentang kehidupan, agar bisa menempa diri, agar suatu saat ketika pulang “Saya bisa, saya berhasil, saya bisa melampaui diri sendiri”. Agar tahu bahwa yang kita benci dari omelan orang tua adalah hal yang kita rindukan, agar kita tahu bahwa keluargalah yang sangat peduli. Agar kita tahu betapa mahal berkumpul bersama keluarga, agar kita mengerti, perih rindu kita rasakan tak seberapa dengan perih rindu orang tua ketika melepas anak.

February Profile: Nurul Rahmawati

Aloha!

                Kembali berjumpa dengan rubrik khusus untuk profile tiap bulan di Februari ini. Tema yang diangkat kali ini adalah tentang blog dan tamu kita di postingan ini adalah Bunda Nurul. Alamat blog bunda sendiri ada di bukanbocahbiasa.com, awalnya sempet penasaran kenapa sih alamatnya bukanbocahbiasa, kenapa nggak nama bunda aja? Ternyata eh ternyata, ini dikarenakan awal mula mom blogger yang punya nama lengkap Nurul Rahmawati ini membuat blog khusus berisi postingan putranya, yaitu Sidqi. Namun bunda kemudian menyadari “wah, kalo nggak cuma cerita Sidqi doang kayaknya asyik nih!”. Aaaand that’s why blog bunda lengkap banget isinya, jauh beda sama blog saya. 
February 21, 2016

ODGJ dan Hal-Hal Lainnya

Assalamualaikum!

                Hai! Ada yang takut sama ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa? Saya juga, tapi dulu. Entah sejak tahun berapa udah “netral” sama ODGJ, saya nggak tau kapan tepatnya, semacam terjadi begitu aja. Nampaknya postingan kali ini saya bakal ngomongin perkara ODGJ yang saya ingat selama ini.
February 17, 2016

Blognya Kok Dianggurin?


                Tak menampik fakta bahwa akhir-akhir ini saya merasa beberapa pihak dari brand-brand tertentu gencar menggaet para blogger sebagai media promosi mereka dan mulai kompleks. Dimulai dari smartphone, alat-alat rumah tangga, produk kencantikan bahkan film. Bloggerpun sudah mulai menjamur, tak seminim dahulu. Makanya, bukan hanya pasar aja yang ketat dalam MEA, para blogger pun sekarang berkompetisi ketat dalam menayangkan konten yang menarik dan menyuguhkan tampilan yang adem dan bikin betah.
February 16, 2016

Bongkar-Bongkar Ransel

Assalamualaikum! Selamat Februari!

                Well, I'm one of the biggest backpack lovers! Bukan dalam artian suka mengoleksi ya, tapi lebih nyaman saat memakainya. Sejak TK sampai sekarang saya suka memakai tas ransel. Mungkin ini juga yang menyebabkan saya pendek. Perempuan pendek itu imut kok. Skip. Menurut saya, tas ransel itu parter dan wadah paket lengkap. Cara bawanya juga nggak repot, balance kaya Akuntansi.  Makanya, saya selalu mencari backpack yang kuat, kantongnya banyak dan bisa dipakai untuk berbagai kondisi, jadi kalo kemana-mana nggak perlu gonta ganti tas. Saking seringnya pake ransel, ada temen yang nyeletuk “kamu jatuh cinta sama ransel?”. Lah jadi kaya bicara kriteria jodoh aja. Biar kaya seleb-seleb, bolehlah intip-intip isi yang hampir selalu ada di ransel saya:
February 15, 2016

Ingin Berwirausaha? Perhatikan Hal-Hal Berikut


                Bersekolah di SMK selama 3 tahun membuat saya nggak asing dengan kata wirausaha, bahkan menjadi mata pelajaran-beserta prakteknya yang memang berada di sekolah bisnis dan manajemen. Jaman SMK tuh ada pelatihan bikin makanan, bikin kerajinan bernilai jual, jualan produk sampai jualan olahan makanan buatan sendiri lengkap dengan laporan keuangan sederhananya. Duh, rindu jual kopi muter-muter sampe kucel sore. Mungkin karena jodoh atau suatu saat saya jadi wirausahawan, suatu Sabtu saya kembali menemui acara tentang Kewirausaahan. Diterangkan secara terperinci oleh pembicara, Ariya Fikriyah mengenai kewirausahaan. Nah, daripada cuma ngendep di catetan, lebik baik dishare. Mulai 2016 kita udah masuk MEA kan? Yuk mari:
February 09, 2016

Butuh Tiga Tahun Untuk Postingan Ini


Peringatan : Biar lebih greget, bacanya sambil dengerin lagi Shannon LaBrie - Calls Me Home.

(Setiap jepretan punya cerita, dan dunia, inilah Akuntansi 3 SMK N 1 Banyumas angkatan 2012-2015.)


“It's hard to imagine that one day,
I won't go to school anymore but I'll be heading to work.
I'll be living on my own or with friends instead of my parents.
I won't have to ask for rides anymore because I can drive where ever I want to.
I'll be waking up to a special someone next to me.
I will have kids running around the house.
And so much more. I'm scared that I'm growing up too fast and time won't slow down.”
(9gag)
February 05, 2016

Agenda Hari Jadi Banyumas 2016

               Dari sekian agenda Banyumas di tahun 2016 ini, sengaja saya pilihkan agenda di bulan Februari yaitu Hari Jadi Banyumas yang akan jatuh pada tanggal 22 Februari nanti. Hal yang menarik di tahun 2016 ini karena Banyumas bukan bertambah usia sebanyak 1 tahun namun akan lebih tua 11 tahun sekaligus. Hal ini berdasarkan Perda Kabupaten Banyumas No 10 tahun 2015 yang diperoleh dari naskah teks kuno, yaitu Naskah Kalibening yang tak sembarang untuk dibuka karena sangat sakral. Pihak terkait pun tak menampik suatu saat akan menemukan fakta berdasarkan sejarah yang lebih akurat karena memang peninggalan sejarah rata-rata anonim atau kekurangan bukti peninggalan sejarah. Tentang perubahan hari jadi ini bisa dibaca selengkapnya di sini.
February 04, 2016

I Am Hope: Kanker Bukan Penghalang Mimpi

“Aku percaya, setiap mimpi bisa jadi nyata.” – Mia
(dikutip dari teaser I am Hope the Movie)

                Beberapa hari ini, Twitter lagi rame sama film I am Hope, kebetulan juga udah kepo sama teaser-nya. Lalu udah, sampai akhirnya Kang Uplek.com ngajak buat nebak ending film ini lewat berbagai kompetisi. Dasar jiwa deadliners, ikutannya pun pas udah mepet-mepet. Nggak dong, postingnya bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia. Bagi yang belum liat teaser-nya, sok atuh liat dulu.
February 01, 2016

Pada Suatu Waktu

                Saat kelas 6 SD, aku berpikir hidupku akan lancar tanpa tersumbat. Namun yang terekam dalam alam bawah sadarku justru pertanyaan seperti “Mengapa orang bisa gila?” sehabis melihat ibu-ibu membawa jarik dalam gendongannya, berjalan biasa saja, sampai tiba-tiba turun ke selokan dan memakan siomay buangan. Kemudian otakku (aku heran punya otak, akhir-akhir ini aku juga lupa aku ini manusia) juga merekam pertanyaan “Memangnya orang kenapa bisa depresi?”.

Kisah Karang


 
                Pagi ini kelas digegerkan dengan hilangnya  Karang. Tentu saja, Karang adalah nama rekaanku untuk perempuan yang senang bercerita dalam diamnya. Aku sendiri mengenal Karang 3 tahun yang lalu, dia suka bercerita apa saja padaku dan selalu dia yang memulai dengan “PING!!!”.