The words. The thoughts. The journal.

July 26, 2019

Semarak Hari Koperasi Nasional ke 72 di Purwokerto



Seneng banget, pada tanggal 10-14 Juli 2019 kemarin berkesempatan mengikuti serangkaian acara Hari Koperasi Nasional ke 72 di kota sendiri, yaitu Purwokerto. Merupakan tahun pertama juga saya berkenalan dengan koperasi, sejak Oktober 2018 sih tapi waktu itu masih di bagian komunitas anakan yang dibentuk. Pertama kalinya juga saya ikut Harkopnas, dan langsung sekaligus event besar nasional yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten, biasanya di kota provinsinya. Pemilihan Purwokerto ini tak lain juga karena sejarah kelahiran koperasi ada di sini. Jadi ya selain megah, sakral juga acaranya. Kapan lagi juga ngikut even gede tapi di kota sendiri, yang dari penjuru daerah ke sini. Suka sekali dengan atmosfirnya kala itu

harkopnas expo 2019

Kebetulan juga jadi panitia lokal kecil-kecilan, karena memang banyak sekali bagian dari beragam rangkaian acara juga. Kemudian dibagi lagi saya menjadi penulis reportase buat berita di MyCoop selama 10-14 Juli kemarin. Asyik bener emang kalau ngerjain tugas sesuai passion, berasa kaya jurnalis beneran muter ke satu acara ke yang lainnya. Seru hahaha! Selain itu dapat akses dong kaya seminar, jambore, dan lain-lain. Terus nih, emang kan Harkopnas ini rangkaiannya udah dari Maret sampai Oktober nanti di seluruh Indonesia, tapi untuk puncak kemarin emang di Purwokerto dan banyaaak juga rangkaian acaranya. Nih dijabarin satu-satu:
July 19, 2019

Bukan film Romansa Anak SMA: DUA GARIS BIRU IN REVIEW (SPOILER ALERT!)

Halo guiese, gimana kabar? Jadi, Juli ini saya berkesempatan untuk menonton film Indonesia dengan judul Dua Garis Biru setelah sebelumnya melewatkan banyak film Indonesia yang katanya bagus untuk ditonton seperti Ave Maryam, 12 Steps of May, Kucumbu Tubuh Indahku, Keluarga Cemara, dan Mantan Manten. Hhh banyak juga.

film dua garis biru

E sabar dong sabar yang udah nonton juga. Mungkin postingan ini akan mengandung bumbu-bumbu spoiler jadi jika yang belum nonton boleh berhenti dulu di sini dan kembali lagi saat sudah menonton. Tapi bagi yang sudah menonton, bolehlah berbagi pendapat di sini.
July 18, 2019

Sesibuk Apapun, SehatQ Solusi Info Kesehatanmu



Halo!

Gimana, setengah tahun ini masih dikejer-kejer deadline atau udah bisa mengimbangi pola habbit sehari-hari? Nggak kerasa setengah tahun ini saya mengubah cara belajar dari yang awalnya agak santai menjadi lebih serius. Otomatis, pola hidup juga berubah—jadi sering pulang malem, nggak pernah olahraga pagi, bangun pagi jarang-jarang, dan sering minum kopi dari pada air putih. Suatu hari, kaget dong karena efeknya tentu sudah bisa ditebak yaitu penambahan berat badan, jerawat, kantung mata, gangguan tidur, dan kulit yang kasar. Nggak enak banget kalau lagi suka-sukanya belajar tapi nggak invest kesehatan, bisa-bisa 5-7 tahun lagi kena penyakit serius kalau nggak memerhatikan pola kesehatan. Percuma banget kan kalau otak dikasih nutrisi tapi badan sendiri dipaksa bertahan melawan gaya hidup?



Makanya, saya juga lagi usaha nih biar jalan kuliah-freelance-life-balancenya, ada beberapa step yang saya lakukan. Masa sih, baru kuliah udah sepadat ini aja gimana nanti kalau udah kerja. Makanya perlu menciptakan kebiasaan mulai dari yang terkecil hingga terbiasa. Mungkin saja bisa cocok di kamu yang padatnya udah level “tidur aja sambil mikir”. So, here they are:
July 14, 2019

Pengalaman dan Tips Mendapat Beasiswa Dataprint 2019

Helo guiesse, gimana kabar?

Telah berada di semester dewasa membuat saya agak mikir gimana caranya mendapatkan dukungan dana pendidikan sekaligus challenge buat saya ikut seleksi lagi. Namanya juga telah memilih, harus paham ada resiko dan konsekuensi. Kalau misal ambil seleksi yang di kampus semacam Bank BTN, BI, Djarum udah nggak mungkin, jadi carilah opsi lain hingga sampailah nemu Beasiswa Dataprint. Beasiswa ini tetep diperbolehkan kalau kamu dapet beasiswa dari kampus, sekolah, atau pemerintah atau asal lagi nggak menerima dari perusahaan lain aja—jadi dimanfaatkan sebaik-baiknya ya!

beasiswa dataprint

Pas nemu info awal saat pasca KKN kalau nggak salah, artinya 2018 kemarin padahal ini beasiswa udah ada sejak 2015 buat mahasiswa dan pelajar, kalau beasiswanya sendiri sudah mulai sejak 2011. Kenapa nggak dari dulu nyoba ya? Ya belum kekumpul juga sih berkas-berkas pendukungnya kaya pengalaman organisasi atau sertifikat pendukung. Pas 2018 kemarin karena nunda atau udah keburu ditutup pendaftarannya waktu itu jadi nggak sempet daftar. Sedih dong padahal udah beli kertas foto buat dapetin kuponnya. 

Wisata Bandung: Rumah Halloween!

Halo, apa kabar?

Nggak kerasa ya udah setengah tahun terlewati di tahun 2019 ini. Jadi inget masa-masa semester 4 lalu lagi nyiapin kepanitiaan dengan tema Halloween dari UKM Bahasa Inggris Fakultas. Emang sih biasanya jadi meleset nggak di bulan Oktober tapi jadinya November. Ya, namanya juga Halloween versi mahasiswa Indonesia nyahaha. Nah udah mau deket juga dong nih, baru tahu juga dong saya ada tempat Halloween gini di Indonesia, yaitu di Bandung. Emang ya, kayanya Bandung apa-apa ada. Jodoh saya ada nggak ya? 

rumah halloween bandung

 
Namanya yaitu Rumah Halloween, terletak di Jalan Raya Lembang No. 234 Gudang Kahuripan Lembang, berjarak sekitar 5 menit dari Farm House. Wah menyesal pas kemarin ke Farm House nggak mampir dulu. Nah sesuai namanya, wisata Bandung ini mengambil tema horor dan seram untuk interior dan segala fasilitas di dalamnya. Rumah Halloween juga menyediakan kostum-kostum seram untuk dipakai pengunjung.

7 Cara Mengobati Sariawan Secara Alami Dengan Cepat

Halo guiesse, gimana kabar?

Lagi musim nggak menentu bikin daya tahan tubuh perlu perhatian ekstra, termasuk juga perubahan pada kulit juga bagian bibir. Kalau kurang vit C bisa bikin sariawan yang bukan hanya susah untuk makan saja, namun juga bisa menimbulkan rasa nyeri dan perih saat berbicara. Tentunya hal ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Tenang aja, ada beberapa cara alami kok untuk mengobati dan mencegah datang kembali, seperti:

1. Jus Cranberry

cranberry

July 09, 2019

The 4 Disciplines of Execution: Eksekusi Strategi, Komitmen, dan Perubahan Perilaku

Halo guiese, gimana kabar?


Dalam beberapa waktu, kadang saya tak menyukai persaingan. Selain takes time, hidupmu pasti akan selalu dibayang-bayangi ketidaktenangan. Kadang suka juga, namun dikerjakan dalam bagian yang saya bisa. Kemarin, di saat saya lagi mode agak malas bersaing justru kemudian diberi kesempatan untuk mengikuti 4DX Training & Workshop pada Rabu-Kamis, 19-20 Juni 2019 di Hotel Dominic, Purwokerto. Memang benar, kadang sesuatu datang tak perlu menunggu kamu siap—namun kamu juga perlu menyambutnya dengan maksimal dan sebaik-baiknya. Well, kalau bayar ternyata mahal sampai 1,6jt—pelatihan termahal yang saya ikuti dan jelas tak mampu saya bayar untuk saat ini. Sebagai gantinya, saya menulis reportase 4DX ini di blog web Prakarsa Unggul Consulting—penggagas acara ini yang bekerja sama dengan Kopkun Grup dan Kopkun Institute. Enak sih, jadinya baca ulang dan kembali memahami lagi.

4DX

Sebelum lebih jauh mengenai apa itu 4DX dan training selama 2 hari yang padat itu, ini merupakan ilmu baru bagi saya. Bagi temen-temen yang kebetulan membaca postingan ini dan berprofesi sebagai pimpinan-pimpinan, manajer, direktur mungkin sudah akrab dan mungkin juga sudah mengimplementasikannya di perusahaan masing-masing. But still, I’ll share the insights. Memang, sejak berada di lingkungan startup saya banyak mendapatkan ilmu pengetahuan baru mengenai bisnis dan manajemen—yes, karena startup nggak jauh-jauh dari yang namanya bisnis model baru.
July 04, 2019

Bekraf Workshop Writerpreneur Bogor 2019: Menulis, Perjalanan, dan Perenungan Makna



Halooooo guieseee gimana kabar nih?

Masih semangat kagaaa? Ah jangan bosen-bosen nih postingan ke tiga masih tentang Bekraf Writerpreneur. Buat yang belum baca part 1 dan part 2nya boleh langsung klik Menulis, Mengudara, Mengakar dan Berkarya Itu Harus Totalitas

Dari kemarin cuma cerita tentang insight dari para pembicara, sekarang dimulai dari kenalan sama peserta lain dulu deh yuk. Mulai dari kelompok saya, kelompok 6 yang dinamai Gatot Kaca. Isinya beragam seperti yang saya pernah sebut di postingan sebelumnya jadi bukan cuma penulis aja. Ada Kak Veronica Gabriella (penulis Lesap dan creative copyrwriter di Kompas), ada Kak MS Wijaya (ahli bikin puisi dan udah punya buku solo juga, andalan pas editing sama bikin cover buku), Kak Pratami Diah (dokter yang ramah sekali seperti kakak perempuan), Kak Nenny Makmun (bukunya udah banyak nih aktif banget), Kak Gina Maftuhah (jurnalis, ghost writer, dan alumni UNSOED juga nyahaha!) dan Kak Salamun Ali Mafaz (ini lagi di PH—yang kemarin di Dear Nathan). Keren-keren semua nggaaak tuuh? Ah maaf ya kemarin kurang ekspresi sayanya, kepikiran skripsi mulu soalnya. One day, akan menemui kalian kalau yang di sini udah kelar jadi nggak ada beban deeeh.

bekraf writerpreneur

July 02, 2019

Bekraf Workshop Writerpreneur Bogor 2019: Berkarya Itu Harus Totalitas

Writerpreneur dengan tema Accelerate memasuki hari ke dua. Dinamakan Accelerate karena memang tujuannya untuk tingkat lanjut bagi penulis-penulis yang berkembang dan akan diupgrade. Hari kedua ini (Rabu, 26 Juni 2019) ada Khrisna Pabichara dan Pidi Baiq, kemudian malamnya juga ada Kirana Kejora lagi. 

Nggak nyangka juga dulu cuma jadi peserta lomba blog yang dijuriin Khrisna sekarang malah mata kuliah Bahasa Indonesia secara langsung! Tema yang dibawakan sendiri yaitu Senjata Novelis Bernama Bahasa Indonesia, emang bener banget pas butuh pengetahuan Bahasa Indonesia secara lebih dan ada mentornya langsung. Bener-bener banyak pengetahuan baru yang didapat, dan penggunaan Bahasa Indonesia yang masih salah dan ternyata selama ini kurang banget. Hayo, siapa yang nggak peduli dan asal nulis juga padahal ejaanya salah? Terus nggak cuma bahasa Bahasa Indonesia aja tapi bahas tentang mengarang juga.  Menurut Khrisna, mengarang ini jangan langsung dikasih semuanya kejutan ke pembaca. Ada tekniknya yaitu teknik tarik ulur—biar pembaca penasaran, biar pembaca menjadi bagian dalam cerita.

khrisna pabichara

Kemudian, pakai nada irama buat selingan sebelum tulisan yang panjang. Alias buat penarik lagi buat pembaca. Misalnya kalau dari Khrisna nih:

 Semenjak luka kunamai doa, aku tahu kehilangan tak lagi butuh air mata

Bekraf Workshop Writerpreneur Bogor 2019: Menulis, Mengudara, dan Mengakar

Halo guiese, gimana kabar?

ALHAMDULILLAH akhirnya bisa posting baru juga, bisa bagi-bagi cerita lagi.Mumpung masih seger, tulis langsung! Jadi, tahun 2016-2017 saya sempat aktif di dunia kepenulisan fiksi. Banyak medium saya ikuti seperti lomba cerpen di fakultas, di media sosial yang diumumkan, hingga ikut antologi yang berawal dari kompetisi. Hasilnya cukup memuaskan untuk rentang waktu tersebut, saya memiliki seitar 12 antologi puisi dan cerpen, dan mendapatkan 3 piala dan 1 plakat dari lomba-lomba yang saya ikuti. Satu keinginan untuk memiliki piala terwujud, dan mediumnya melalui tulisan: pada apa yang saya suka, saya usahakan bisa, dan saya suarakan.

Nulis fiksi mulai kendor pertengahan 2018, saya lebih fokus ke blog dan tulisan-tulisan yang sifatnya reportase, opini, atau nonfiksi ditambah lagi berada di lingkungan startup untuk serba realistis, cepat, dan tak ada waktu untuk gali ide-ide lagi. Katanya juga, tulisan bagus itu pas lagi jatuh cinta dan patah hati. Bener juga sih karena di rentang waktu tersebut sampai sekarang cenderung mati rasa, jadi ya makin jauh aja dari dunia fiksi. Bentar-bentar, ini kok gaya bahasa saya juga jadi kaku? Eh tapi yang mau baca beberapa fiksi aku bisa dibaca di blog ini dengan label FIKSI.

Makan Enak Sepuasnya di Hanamasa PIM

Halo guiesse, gimana kabar?

Kayanya akhir-akhir ini lagi banyak restoran yang menyajikan paket menu makan sepuasnya atau all you can eat karena peminatnya sendiri juga banyak. Nggak heran, alasannya begitu digemari karena restoran all you can eat menyajikan makanan yang beragam dan dapat membuat kenyang seharian, cocok untuk berkumpul di akhir pekan bersama teman maupun kolega. Salah satu restoran yang cukup dikenal adalah restoran Hanamasa yang berada di PIM (Pondok Indah Mall). Ada banyak lokasi dari Hanamasa sebenarnya, namun salah satunya yang berada di PIM adalah yang kerap ramai dikunjungi. Restoran ini menyajikan menu masakan Jepang seperti daging sapi, robatayaki, seafood serta sayuran yang dapat dinikmati dengan cara memanggangnya di atas arang atau dimasukan ke dalam kuah sup khas jepang.

pim hanamasa

Detail info: