The words. The thoughts. The journal.

October 21, 2019

Startup Coop: Cara Baru Milenial Berkoperasi

Revolusi industri 4.0 membawa atmosfir perekonomian tak jauh-jauh dari penggunaan internet. Perkembangan yang cepat, penggunaan AI untuk mendapatkan ketertarikan user berdasarkan aktivitas yang menjadi data merupakan minat sendiri bagi bisnis sekarang. Katakanlah, startup. Dahulu mungkin orang hanya mengenal sebatas aplikasi kemudian menjelma menjadi bisnis rintisan serta memiliki banyak peminat karena sifatnya yang problem solver. Tak jarang ditemui demo pitching untuk mendapatkan pendanaan dari investor. Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dari pemerintah juga turut menarik kalangan anak muda untuk memulai membuat startup mereka.

Bekerja di lingkungan startup apalagi yang sudah berlabel unicorn kemudian juga menjadi impian baru bagi anak muda atau freshgraduate. Dikatakan jam kerja yang fleksibel, pakaian yang casual, dan lingkungan kerja yang antusias akan ilmu-ilmu baru menjadi alasannya. Hal tersebut cocok dengan karakteristik milenial yang memang menyukai kegiatan yang dinamis dan menyukai pengalaman. Belum lagi, kesan “keren” untuk mengisi konten di media sosial menjadi nilai plus. Startup, dinilai sebagai cara baru dalam wirausaha.

Startup dan koperasi, barangkali memiliki jarak yang sangat jauh untuk sebuah kolaborasi. Katakanlah, konvensional (atau kuno) dan yang satu serba cepat. Namun hal tersebut tak terjadi di Purwokerto—kota lahirnya koperasi begitu juga lahir kolaborasi jenis baru dalam koperasi yaitu startup coop. Gagasan ini tumbuh dari aktivis koperasi di Kopkun Institute, yang mana kemudian melahirkan InnoCircle Initiative—lembaga inkubator startup sejak 2018 lalu yang juga turut mewarnai ekosistem startup di Purwokerto. 

startup coop

Menulis: Sebuah Usaha Membunuh Sepi dan Menjaga Akal Waras



Kamu merasa keren banget pas lagi apa kalau boleh tahu?

Halo, apa kabar?

Pertanyaan di atas sempat saya tanyakan melalui insta story, dan beberapa menjawab dengan sangat manis seperti ketika sedang menggambar di kedai kopi, ketika sedang speak up, sedang menyanyi, atau ketika bisa bermanfaat untuk orang lain. Ketika pertanyaan tersebut dibalik pada sang penanya, dengan senang hati akan dijawab dengan MENULIS.

Sekitar semingguan yang lalu, saya kembali menemukan satu hal dalam riwayat kepenulisan. Tapi eh sebelumnya karena menulis di sini sangat luas, saya lebih suka menyebut menulis sebagai aktivitas blogging baik di blog pribadi maupun Medium. Bukan menulis buku, novel, essais, atau kolumnis. Mengapa juga bukan ngeblog saja? Karena ngeblog aja ditanya pasti jenisnya selalu dua, yang personal atau yang memang untuk ternak blog untuk cuan. Jadi, saya kira lebih enak ketika menyebut hal tersebut sebagai menulis yang bernarasi. 

sketch by @rifaldiyusufs

Terhitung sejak 2014 mulai menyeriusi blog, kendati pertama dibuat pada tahun 2011. Banyak hal yang berubah, banya hal yang dialami dan sepertinya beberapa sudah pernah saya tuliskan di blog ini mengenai blogging itu sendiri. Untuk tulisan kali ini akan saya ambil dari sisi menulisnya saja. Jadi, tahun 2019 ini saya aktif sekali menulis dan itu sudah menjelma menjadi suatu kebiasaan. Karena sudah tak ada mata kuliah, dari yang awalnya puas-puasin ngeblog menjadi habit tersendiri. Bisa dikatakan setiap harinya dapat membuat draft. 

Kerajinan Dari Limbah Plastik Bernilai Jual Tinggi

Limbah plastik bisa dimanfaatkan untuk dibuat berbagai macam kerajinan. Kerajinan dari limbah plastik jelas memiliki nilai yang lebih jika diolah dengan kreatif. Selain itu juga harus memiliki nilai manfaat yang dapat digunakan jadi bukan hanya berkreasi. Ngerasa guilty nggak sih kalau tiap membuang sampah plastik yang masih bisa dikreasikan ulang?

Caranya, bisa dengan menjadikannya sebagai kerajinan atau DIY. Bahkan kalau kita ikut komunitas bisa bernilai dan bisa dijual ulang. Nah tapi kalau buat sehari-hari di rumah atau kostan sih bisa lebih bebas berkreasi sesuai dengan keinginan kita. Beberapa hasil kerajinan dari limbah plastik yang bisa kamu buat yaitu:
Gantungan Pot 
kerajinan dari limbah plastik
sc: Juanjo Menta pexels

Limbah plastik yang sering sekali dianggap sebelah mata ternyata bisa dijadikan sebagai gantungan pot. Saat ini, banyak sekali dari limbah plastik yang beredar yaitu berupa botol. Buat yang suka menanam sayuran atau bunga-bungaan ada baiknya memanfaatkan limbah botol untuk pot.
October 18, 2019

2019, Lagu-Lagu, dan Menghidupi Hidup

Halo, apa kabar?

Sudah lama saya nggak update playlist di blog ini, terakhir tuh Running Song Playlist dan sudah lebih dari setahun yang lalu. 

Insert emot senyum dulu. :)

Dan sejak berkenalan dari yang namanya patah hati sama hidup, sama ekspetasi-ekspetasi yang berbeda, sama kekecewaan diri sendiri, hingga kebingungan di persimpangan jalan lagu-lagu yang diputar itu berubah. Biasanya sok keminggris, tapi lagu-lagu karya orang Indonesia bagus-bagus juga loh, banyak banget malah. Kemudian, Bahasa Indonesia bagi saya juga punya mantra tersendiri yang walaupun diterjemahkan ke bahasa lain, feelnya tetep beda.

Ya, yang akan diulas singkat nantinya tetep ada yang Bahasa Inggris sih, cuma mayoritas playlist saya kali ini lagu-lagu indie. Lagu-lagu di bawah udah berbulan-bulan ndengerin tapi masih tetep nggak bosen. Mungkin, yang membawa pesan dari dalam akan memberi kesan yang dalam pula. Langsung aja berikut daftarnya, siapa tahu buat yang belum tahu ingin mendengarkan dan juga jatuh cinta!


1. DANILLA

- Dari Sebuah Mimpi Buruk
October 13, 2019

Menilik Makna Lagu Done: Kun Saraswati Ajak Melangkah Bersama

Kita semua pernah patah, dan berusaha dengan sekuat-kuatnya juga untuk bisa merelakan. Ada yang patah karena tak mampu saling mempertahankan, komunikasi yang tak kunjung mendapatkan titik temu, atau justru patah hati sebelum memulai namun kehilangannya terasa dua kali lipatnya—patah hati pada orang yang tepat.

Salah satu cara saya untuk menjaga kewarasan selain menulis dan membaca esai adalah mendengarkan musik-musik yang bercerita atau bernarasi. Musik-musik tersebut biasanya saya temukan dalam aliran indie, seperti Danilla, Hindia, dan Rara Sekar. Namun, ada juga karya-karya yang berlabel seperti Kunto Aji atau Tulus. Dan baru-baru ini saya berkenalan dengan pendatang lagu baru, judulnya Done dari Kun Saraswati.

kun saraswati

September 22, 2019

Catatan di Persimpangan Jalan



Ini akan panjang dan isinya hanya teks saja, namun semoga kamu bisa mendapatkan sesuatu dari catatan ini.

Saya sudah lama nggak nulis ginian, sekalipun mau nulis catatan semacam ini nggak akan saya posting dan menggendap hanya menjadi draft saja. Alasan utamanya adalah tentu saja saya males ketauan lagi lemah dan bingungan. Saya juga sudah jarang nulis catatan personal yang sifatnya personal banget, selain karena saya rasa nggak penting lagi buat nulis jurnal semacam itu di internet, saya juga nggak nemu selama ini tulisan saya ada ruhnya atau nggak.

Kenapa pembukaanya terlihat kaya orang marah-marah ya. 

Ya intinya, tulisan-tulisan saya selama ini lebih ke pengalaman-pengalaman saja. Tahun 2019 ini cukup membawa pengalaman kepenulisan yang lebih kompleks—blog yang tiba-tiba G+nya ngga ada, DA menurun, dan kualitas blogwalking yang tak saya harapkan. Poin terakhir mungkin akan saya jadikan bahan tulisan suatu saat nanti. Lagi, makin sedikit saja bloger yang menulis personal. Saya memaklumi, karena yang tetap hanyalah perubahan.
September 20, 2019

12 Layanan Traveloka Xperience Untuk Gaya Hidup Milenial, Yang Mana Favoritmu?

Halo travelers, September ini udah ada rencana ke mana aja?

Ketika nulis ini, gue lagi pengin banget makan Mi Ayam Tumini Jogja sama Sego Sambel Iwak Pe, terus trekking dan sunbathing, ngebelangin kulit, ngga ada sinyal, terus diakhiri dengan mandi dan tidur di homestay dengan harga di bawah 100k. Terus besok paginya minum air lemon hangat, sarapannya roti bakar tiramisu atau oats dengan pisang, terus maskeran, dan baca buku favorit. Buset, kalau ngebayangin emang enak banget yee, halu aja dulu sampai keturutan jadi beneran kan siapa tahu hihi. 

Jadi keinget film Ada Apa Dengan Cinta 2 deh, boro-boro buat ngerasain gimana rasanya tersesat atau seharian lupa buat touch up make up, mau liburan aja terbatas paling dua hari dan kudu didaftar mana aja yang mau didatengin. Lama-lama, liburan aja jadi ikut-ikutan ritme hidup: perlu diatur dan harus mempunyai rencana. Eh tapi buang jauh-jauh deh pikiran-pikiran sedih kaya gitu, perluas lagi dari yang awalnya petualangan dibatasi waktu menjadi petualangan sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat. Hidup, kerjaan, tenggat waktu mah udah jadi petualangan sehari-hari, kok! Ayoo siapa yang tim liburan, laptop tetep setia di dalem ransel punggung? Nyahaha mamam. Ngga papa lah ya, biar nanti bisa lekas pensiun dini dengan sukses semuda mungkin biar bisa bantu banyak orang juga. Cakep jangan?

traveloka xperience

Tapi sebagai manusia yang pernah ngalamin ajaran-ajaran lama pola orangtua dan kecanggihan teknologi, gue masih suka melompat-lompat nih. Kadang pengin ngerasain susah dulu biar ngerasain bahagia, kadang yang simpel-simpel aja dah udah. Misalnya pas lagi iseng-iseng jualan barang-barang lucu, jaman SMK dulu sih masih keliling rumah abis sekolah, kalau sekarang tinggal pasang aja secara daring. Kemudahan teknologi inilah yang semakin membuka banyak peluang dan kesempatan buat dengan mudah generasi milenial termasuk gue buat pindah-pindah dari satu pengalaman ke pengalaman lainnya. 
September 19, 2019

USB OTG SanDisk Dual Drive: Solusi dan Kemudahan Back Up Data Smartphone Untuk Semua Orang

Halo, apa kabar?

Ada yang di sini aktif main Twitter? Kalau ada, pasti nggak cuma sekali dua kali aja menemukan berita kehilangan laptop di linimasa. Yang menjadi urgensi adalah berkas-berkas penting di dalamnya, dan yang menjadi perhatian adalah rata-rata berkas tersebut adalah skripsi—artinya milik seorang mahasiswa. Di era sekarang padahal sudah banyak cara untuk mencadangkan berkas, dimulai dari flashdisk, atau cara yang mudah secara daring yaitu email dan mengunggah di penyimpanan daring seperti Google Drive. Belajar dari pengalaman kehilangan tersebut yang tentu saja tak ingin kita alami, sebaiknya kita melakukan back up secara berkala. Pun, perlunya double back up data secara berkala ini bukan hanya sebagai antisipasi resiko kehilangan saja, namun ketika tiba-tiba perangkat rusak kan sudah tenang.

san disk usb otg android dual drive

Kalau kasus di atas itu laptop ya, orang cenderung akan lebih mencadangkan berkas kalau pakai laptop karena resikonya lebih terlihat. Bagaimana kalau smartphone atau gawai? Nah, padahal kalau dilihat resiko berkas di gawai itu mudah sekali buat terhapus dan tak bisa dikembalikan. Apalagi biasanya foldernya berantakan alias kurang terorganisir, mau menghapus buat kosongin memori rasanya #DibuangSayang. Pengalaman pribadi, kala masih punya gawai dengan RAM yang minim kemudian mengalami bootloop. Sudah sedemikian rupa berusaha mengembalikan namun ternyata ya hilang semuanya beserta aplikasi-aplikasi yang terpasang. Mana kan kalau unggah foto-foto lagi udah lupa dari mana aja kan ya?
September 18, 2019

Peran Keluarga Dalam Membiasakan Budaya Literasi Untuk Generasi Bangsa Yang Unggul dan Berkualitas



Halo, apa kabar?

Isu mengenai literasi saat ini santer dibicarakan dan seakan tak ada habisnya, seperti halnya dengan permasalahan sampah yang juga sama-sama ramai. Kedua hal tersebut sama, yaitu terletak pada kebiasaan, dan kebiasaan itu sendiri budaya yang sulit untuk dilakukan. Di kalangan saya saja yang mayoritas mahasiswa dengan seluruh dunianya, label manusia intelektual tak menjadikan seluruhnya paham akan budaya literasi maupun sesederhana membuang sampah di tempatnya saat berada di bioskop maupun rumah makan. 

Kedua isu ini juga kemudian menjadi solusi yang diambil melalui program di komunitas-komunitas, kampanye-kampanye di media sosial, dan agenda-agenda rutinan lainnya. Tapi kok, ada saja permasalahan yang sama dan menahun, di situ-situ saja dan tak beranjak meskipun dengan usaha sebanyak itu dalam ranah yang dipecah menjadi kecil-kecil. Untuk melakukan perubahan yang besar dan berdampak, saya jadi memabayangkan negara menerapkan sistem sendiri seperti misalnya wajib membaca atau denda dalam pembuangan sampah secara sembarangan. Namun, masa sih kita tuh terus-terusan harus bergantung pada negara? Kok, di mana kemandirian dan inisiatif yang sebenarnya semua orang punya itu? Lagipula, negara ini demokrasi dan bebas melakukan pilihan, yang mana hal-hal semacam ini seharusnya datang dahulu dari kesadaran bersama.

Saya menjadi menelaah dan mencoba mencari titik awal di mana seharusnya fokus yang sebaiknya dimulai untuk dibenahi. Berada di lingkungan sastra pun, masih sedikit saya temui kebiasaan membaca secara konsisten. Agak terbelalak juga ketika kecakapan kritis menghadapi permasalahan sosial masih kalah dengan mahasiswa yang berasal dari eksakta seperti biologi dan perikanan. Kuliah dengan waktu yang lebih fleksibel dari sekolah, dan memiliki kebebasan mengatur waktu namun luput untuk pentingnya membiasakan membaca.

Mengapa hal ini dapat menjadi masalah seperti bola salju? Tentu saja selama ini yang ramai dibicarakan mengenai literasi hanya sebatas kemampuan akan mengolah informasi baik dalam teks maupun visual dari kebiasaan membaca atau yang biasa disebut dengan literasi baca tulis. Padahal, literasi itu sendiri banyak macamnya seperti yang diambil dari #SahabatKeluarga ini yaitu:

imgsc: sahabatkeluargakemdikbud

Urgensi inilah yang kemudian menjadi suatu keresahan, bagaimana sebaiknya mengajak tanpa harus membuat merasa dibandingkan atau terhakimi akan pilihan masing-masing individu. Saya mencoba mencari pola dalam lingkungan kerja dengan budaya startup di kota kecil bernama Purwokerto. Di budaya kerja tersebut, bukan hanya kecepatan dan tuntas dalam mengerjakan pekerjaan—namun juga lingkungan dengan kebiasaan yang produktif yaitu membaca. Kala ada waktu senggang, para mentor biasanya membuka diskusi dengan mengeluarkan buku-buku manajemen. Buku yang ilmunya tak akan ditemui di teori-teori perkuliahan. Ada waktu di mana saya terbengong-bengong bersama mahasiswa lain saking takjubnya. Betapa sebanyak apapun yang saya tahu, masih lebih banyak hal yang saya tak tahu.

Kasus di atas, memang dikatakan sebagai kebutuhan agar bisnis berjalan lancar namun ada yang lebih penting dari itu—yaitu mental yang dibentuk. Para mentor dengan segudang pengalaman dan keahlian, menjadi pembicara dan trainer di sana-sini saja masih membiasakan dengan membaca buku. Dari kebiasaan tersebutlah, saya jadi dapat membedakan karakter orang bagaimana yang benar-benar terliterasi dan mana yang kurang. Pengambilan keputusan, cara memimpin, cara berinteraksi dengan orang lain dapat terlihat bagaimana karakter berwibawanya.
September 17, 2019

Berawal dari Jajanan Anak Sekolah, Makanan Ini ‘Naik Kelas’ Menjadi Menu Andalan di Café

Siapa yang masih ingat, waktu jaman sekolah dulu jajanan apa aja yang sering dibeli? Meskipun masih ada beberapa jajanan jaman dulu yang bertahan hingga saat ini, namun perkembangan kuliner yang tidak pernah berhenti juga terus-menerus menciptakan aneka ragam inovasi-inovasi baru untuk para masyarakat pecinta kuliner. Mulai dari kue cubit, kue lekker, pisang goreng, hingga telur gulung sering kali dijadikan sebagai jenis jajanan anak sekolah paling favorit saat ini.

Namun, siapa sangka bahwa jenis jajanan anak sekolah yang bisa kamu temukan dengan mudahnya di depan gerbang sekolah dengan harga ribuan, justru ‘naik kelas’ menjadi menu andalan di café-café mahal dengan harga yang mencapai puluhan ribu. Nah, di artikel kali ini, kita akan melihat jenis jajanan anak sekolah yang bertransformasi menjadi menu andalan di café-café. Pasti dari beberapa jajanan ini sudah kalian temui juga di café-café.

1. Kue Cubit 

kuecubitkekiniancafe
imgsc: opensnap.com

Siapa yang tidak kenal dengan kue kecil berbentuk bulat yang digemari oleh anak-anak ini? Biasanya gerobak kue cubit satu gerobak dengan kue laba-laba dan bisa ditemukan di depan gerbang sekolahan. Namun seiring berjalannya waktu, kue cubit bukan lagi hanya dijual di gerobak pinggir jalan, melainkan ‘naik kelas’ menjadi menu andalan di café mahal.

Tips & Pentingnya Melatih Kecerdasan Spiritual Sejak Kecil

Setiap orang memiliki tingkat kecerdasan dalam hal spiritualnya masing-masing. Kecerdasan spiritual  atau yang biasa disebut dengan spiritual quotient (SQ) sudah seharusnya dilatih sejak dini. Karena, dengan melatih kecerdasan tersebut akan membantu dalam keseharian dalam tumbuh dan berkembang nantinya. Mereka akan mengingat bagian yang menjadi dasar-dasar yang diajarkan sejak usia dini. Terutama, untuk konteks dalam menjalani kehidupan sosial, berbagai macam persoalan tentu bisa saja terjadi. 

kecerdasan spiritual
Imgsc: Markus Spiske pexels

Penting untuk melatih kecerdasan spiritual sejak dini agar terbiasa dengan hal yang sederhana kemudian berlevel. Karena jika sudah besar nanti akan lebih rumit seiring bertambahnya aneka problematika yang dihadapi dan kemampuan dalam menyikapinya tentu saja berbeda. Orang tua dalam hal ini tentu saja harus memiliki kesadaran betapa pentingnya melatih kecerdasan spiritual sejak dini secara tepat.

Tips Melatih Kecerdasan Spiritual 
Setiap orang, maupun anak memiliki cara dan perlakuan tersendiri untuk melatih kecerdasan spiritual. Beberapa tips berikut bisa menjadi acuannya:
September 16, 2019

5 Tampilan New Avanza 2019 yang Terlihat Lebih Segar

Mobil Avanza 2019 berhasil diluncurkan oleh PT TAM atau Toyota Astra Motor dengan beberapa perubahan baru yang membuat tampilan New Avanza 2019 semakin terlihat segar. Tampilan wajah Avanza yang terlihat modern dan stylish mampu meramaikan persaingan dunia otomotif pada mobil dengan kategori low MPV.

new avanza 2019

New Avanza 2019 memiliki ciri khas sebagai mobil Toyota. Sebagai mobil raja low MPV, Toyota melakukan perombakan atau perubahan di beberapa bagian, baik itu bagian interiornya maupun bagian eksteriornya. Untuk melihat perubahan detailnya secara langsung silakan datang ke Auto 2000 sebagai bengkel atau dealer resmi Toyota.

Tenang aja, ada 7 informasi perubahan apa saja yang menjadikan tampilan New Avanza 2019 semakin terlihat segar, yaitu sebagai berikut:
September 15, 2019

Promo Terbaru Harga Rush 2019 di Denpasar

Tidak dipungkiri jika jenis mobil Toyota Rush sangat diminati oleh masyarakat Indonesia termasuk Bali. Pasalnya, sebagai salah satu jenis kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV), Toyota Rush hadir dengan desain yang modern, mesin tangguh, dan perawakan yang gagah. Segudang teknologi terbaru dan fitur lengkap pun disematkan pada unit mobil ini. Tak heran, jika banyak calon pelanggan terpesona oleh inovasi dan perkembangan All New Rush 2019 ini baik dari segi interior maupun eksterior. 

toyota rush

Jika dibandingkan dengan seri mobil Rush generasi sebelumnya, maka desain All New Rush ini jauh lebih baik. Apalagi untuk seri tertinggi dari mobil Rush ini yaitu All New Rush 1.5 S M/T TRD. Tentunya, tak hanya dari segi desain yang terbilang lebih unggul, soal harga Rush 2019 pun juga lebih mahal. Bagi kamu yang penasaran dengan harga Toyota Rush 2019, yuk simak ulasan berikut!
September 12, 2019

Australia dan Impian Melanjutkan Studi



Halo, apa kabar?

Sudah lama saya tak menulis tulisan bertema harapan seperti ini, harapan ditulis-tulis saja dahulu menjelma kemudian nanti. Seperti saat saya menulis mengenai keinginan untuk dapat datang ke Bandung, kemudian setahun kemudian menjelma menjadi nyata padahal kala tersebut sudah lupa pernah menulis tentang Bandung

Menjalani perkuliahan, mencoba mengikuti organisasi, dan mencoba mengikuti mencari ilmu tak hanya di kota sendiri membuat saya memiliki keinginan lain yang menjadi harapan yang visioner. Betapa memang ilmu dapat didapat di mana saja, dan begitu banyak perspektif yang kita dapat. Selama ini belum pernah ke luar Jawa untuk mencari ilmu dan pengalaman, masih hanya sekitar Jawa Tengah dan Jawa Barat saja. Saya perlu melihat lebih banyak ke luar, seperti pesan dari Ibu saya sendiri agar melalangbuanalah sebagai perempuan muda yang masih memiliki semangat, yang mampu berpikir dan bertindak sendiri tanpa intervensi yang mengikat, yang memiliki idealis, dan yang pasti segala sesuatu diniatkan untuk ibadah. Selalu mengingat pesan Ibu tersebut, saya juga percaya bahwa dimanapun kaki memijak, di sanalah Bumi Allah.

australia flag
sumber: pixabay kw: australia flag
September 09, 2019

FOSA Talkshow 2019: Tentang Perjuangan, Merawat Mimpi, dan Kuliah di Luar Negeri

Minggu kemarin (8 September) saya berkesempatan dateng di acara talkshownya Festival of Study Abroad (FOSA). FOSA sendiri merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh BEM Unsoed yang berisikan serangkaian agenda mulai dari Workshop CV & Essay, TOEFL & IELTS Simulation, Expo, Cultural Night, dan Talkshow. Terakhir saya ikut acara FOSA kalau tak salah tahun 2015, dan bertemu dengan Agnes Harvelian—wanita inspirasi saya hingga saat ini.

talkshow fosa 2019 unsoed

Serangkaian acara FOSA sendiri memang dikhususkan sebagai penyedia bagi mahasiswa UNSOED dan mahasiswa yang ada di Purwokerto untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kuliah di luar negeri, mulai dari proses, beasiswanya, organisasinya, sampai pengenalan budaya-budayanya. Apalagi, expo dan cultural nightnya itu free HTM, sayang untuk dilewatkan untuk acara yang punya tagline break the limit, let’s study abroad ini. Kalau ke sini, motivasi buat lanjut kuliah di luar negeri jadi nambah lagi. Berasa pengin ngambil milestone buat mimpi-mimpi selanjutnya, buat jangan hanya berada di tempat satu ini.
September 03, 2019

Bertumbuh: Mengingatkan Bahwa Hidup Tak Melulu Tentang Diri Sendiri, Ada Manusia Lain

Halo, apa kabar?

Pernahkah kamu menemukan buku yang dari awal lihat ingin sekali dipunyai, rela benar-benar menabung untuk membeli, dan kemudian sangat menikmati tiap lembarnya? Saya baru saja menemukannya kemarin, judulnya Bertumbuh dan merupakan buku karya bersama dari Satria Maulana, Kurniawan Gunadi, Iqbal Hariadi, Mutia Prawitasari, dan Novie Ocktaviane Mufti. Buku ini berisikan kumpulan catatan perjalanan dan berbagai hal yang ditemui para penulis di kehidupan. Banyak kisah dari bermacam tema yang diangkat, masing-masing cerita membuat pembaca merefleksikan kembali pada setiap aspek kehidupan.

bertumbuh iqbal hariadi

Pertama kali tahu buku ini dari Iqbal Hariadi, nggak langsung beli dong waktu itu karena ternyata untuk harga di atas 70rb untuk buku bersama dengan tema kumpulan catatan. Nabung dulu sebulan, dan ini kebetulan pas sekali dengan tema buku ini, menahan dan sabar. Karena biasanya langsung beli buku yang diincar dari hasil recehan, jadi ya seperti kembali ke masa SMK—kudu nabung untuk barang incaran. Kebetulan juga dua minggu setelah buku diterima, justru ketemu salah satu penulisnya (Novie Ocktaviane) di acara Bekraf Writerpreneur Bogor. Waktu itu nggak ngeh dong soalnya pahamnya cuma Iqbal Hariadi belum ngepoin penulis yang lainnya. Padahal mah di grup sebelumnya udah ada daftar nama cuman nggak merhatiin, coba ya kala itu tahu jadi bawa buku buat sekalian minta tanda tangan hihi.

Sejarah dan Resep untuk Membuat Es Teh Tarik

Teh tarik, pasti nggak asing dong dengan minuman ini dan udah pasti pernah nyoba? Pasti tahu juga kalau teh tarik ini asalnya dari Malaysia, dan udah tersedia di Indonesia juga. Selain di Indonesia, dijajakan juga di negara asia tenggara lainnya yaitu Malaysia. Sejarahnya udah pernah baca juga belum?

Sejarah

Teh tarik minuman khas Malaysia ini umumnya dijual oleh para “mamak” alias orang India Muslim di Malaysia dan Singapura. Minuman ini berupa teh yang diberi susu kental manis dan dituangkan dari satu gelas ke gelas lainnya atau ditarik. Di dalam proses penarikan ini, berbagai kandungannya menjadi makin tercampur rata. Aromanya pun lebih kuat. Wah ternyata dari orang India ya bukan dari Malaysianya sendiri.

teh tarik

Selain itu, proses penarikan ini juga membantu mendinginkan suhu minuman dan memberikan lapisan berupa busa lembut pada bagian atasnya. Lapisan busa lembut tersebut terbentuk sebab kandungan gula yang ada di dalam air teh. Dulu pas pertama lihat proses pembuatannya yang unik di televisi, saya sendiri juga terkagum-kagum dan pengin nyoba rasanya.
August 30, 2019

Destinasi Wisata Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur

Kabar pindahnya ibukota baru di Kalimantan Timur, membuat lokasi tersebut mendadak jadi sorotan penduduk seluruh Indonesia. Bagaimana tidak, lokasi ibu kota baru yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur ini, merupakan kawasan asri yang terkenal dengan keindahan alamnya. 

Tidak hanya itu, kawasan ini juga terkenal dengan hutan bakau yang terbentang luas, hingga suasana pesisir tersebut sangat tenang. Dihimpun dari berbagai sumber, beberapa lokasi yang terdapat di Penajam Paser Utara ini, juga bisa dijadikan untuk destinasi wisata yang menarik untuk diulik.

Destinasi Wisata Mangrove Tanjung Penajam Paser Utara

Mangrove Tanjung Penajam Paser Utara

Untuk destinasi wisata pertama ibu kota baru di Kalimantan Timur ini adalah Wisata Mangrove Tanjung Penajam Paser Utara. Tak hanya di Jakarta kamu bisa menikmati indahnya hutan mangrove yang luas, di ibu kota baru di Kalimantan Timur, kamu juga bisa menemukannya.

Pilihan Hotel Di Pekanbaru Terbaik Dan Layak Anda Coba!

Ada yang sudah pernah berkunjung ke Pekanbaru?

Kota Pekanbaru menjadi salah satu destinasi wisata banyak orang. Tidak heran, jika banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Hotel di Pekanbaru tersedia dengan begitu banyak dan dapat menyesuaikan kebutuhan pengunjung. Untuk itu, jangan sampai memilih hotel yang salah. Pastikan, bahwa penginapan yang dipilih memang layak digunakan.

Tentunya, ingin kan memilih hotel yang berkualitas serta memiliki kenyamanan dan keamanan saat digunakan? Karena, hal ini akan sangat menunjang kegiatan baik menginap atau saat beraktivitas di luar agar menjadi lebih baik dan nyaman. Untuk itu, penting mengetahui rekomendasi hotel yang layak digunakan dan cocok sesuai dengan kebutuhan. Terdapat beberapa rekomendasi hotel di daerah Pekanbaru yang cocok untuk menjadi pilihan menginap. Nah apa saja pilihan hotel Pekanbaru yang cocok dipilih? Berikut beberapa rekomendasi hotel berkualitas di Pekanbaru:

Batiqa Hotel Pekanbaru

hotel di pekanbaru

Rekomendasi Coffee Shop & Coworking Space di Purwokerto



Halo, apa kabar?

Sudah lama tak menulis tentang Purwokerto, kali ini mau bagi info lagi deh tentang tempat ngopi di Purwokerto. Sekarang tempat ngopi di Purwokerto udah menjamur terutama di bagian kota dan area kampus, dari dulunya yang beberapa sekarang hampir kaya Alfamaret, baru jalan sedikit udah ada nyahaha! Coba aja jalan dari Pabuaran ke Jalan Ovis, cuma dengan jarak segitu dan menengok kanan kiri, maka jangan heran juga ada coffee shop yang malah bersebelahan.

rumah kopi pemuda purwokerto

Enak sih, jadinya pengunjung merata. Saya sudah mencoba kopi di beberapa coffee shop, namun hanya beberapa yang menurut saya cocok—belum lagi dukungan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas atau yang sifatnya coworking space. Kebanyakan sih coffee shop di Purwokerto sifatnya masih buat ngumpul atau nongkrong-nongkrong aja, jadi kalau misal nyari buat berduaan sama laptop itu agak tricky, kalau nggak tempatnya, suasananya, ya rasa kopinya. Saya suka gemes sih sama tatanan coffee shop di Purwokerto yang nggak alone-friendly (ini gimana ya nulisnya). Jadi misalkan ada yang tempat duduk enak buat ngelaptop tapi jauh dari colokan, tempat akses buat keluar masuk sempit, nggak ada sandaran di tempat duduknya (wahaha ini personal banget!), atau rasa kopinya pricey tapi biasa aja. Belum lagi kalau misal pelayanannya kurang ramah, udah deh langsung blacklist.
August 27, 2019

Mau Ke Mana, Gie?



Buku Catatan Seorang Demonstran saya beli pada Januari 2018 lalu, namun saya butuh sekitar satu tahun untuk tuntas membacanya. Awal mula membaca kalau tak salah sejak Agustus 2018 kemudian baru selesai pada Juli 2019, buku ini tanpa sadar sering saya bawa ke mana-mana walaupun tak terbaca. Ke kampus, ke kafe, ke ruang kerja, ke luar kota, di dalam kereta, dan terakhir di rumah. Dan saya kira dalam perjalanan waktu membaca terpanjang selama hidup serta sudah mampir ke banyak tempat—akan disayangkan kalau tak menulis satu dua kata.

catatan seorang demonstran gie

Membaca buku ini menyenangkan, tiga hari ditinggal maka lembar-lembar sebelumnya saya sudah lupa karena detail. Membaca tanpa perasaan emosional dan turut mengikuti alur pikiran Gie rasanya akan mustahil. Berkali-kali membayangkan apabila sosok Gie hidup di masa sekarang—sudah pasti saya akan mengikuti tulisan-tulisannya, atau bagaimana jika saya menjadi salah satu rekannya, mengikuti petualangan-petualangannya.
August 23, 2019

Manfaat Japan Rail Pass dan Beberapa Tempat Wisata Di Jepang



Ada yang bercita-cita ingin ke Jepang?

japan rail pass

Japan Rail Pass ini merupakan salah satu kunci utama kenyamanan saat berwisata ke Jepang. Karena dengan menggunakan Japan Rail Pass ini perjalanan menjelajahi Jepang menjadi lebih mudah dan nyaman dengan menggunakan kereta api dengan jaringan yang luas. Selain itu harga JR Pass ini relatif murah, dan bisa dipesan langsung via online melalui situs Blibli.com. Dan Japan Rail Pass (JR Pass) ini merupakan tiket khusus yang berlaku bagi para wisatawan mancanegara atau yang berasal dari luar negeri yang sedang berkunjung ke Jepang. Selain kereta api, Japan Rail Pass juga bisa digunakan untuk perjalanan dengan menggunakan bus dan kapal feri. Bahkan, hampir semua transportasi utama di seluruh Jepang yang dioperasikan oleh JR Group bisa digunakan, mulai dari kereta lokal, Shinkanen “Bullet Train”, Kereta Express, hingga Kereta Limited Express.
August 16, 2019

8 Cara Menggendutkan Badan yang Ampuh, Berat Badan Langsung Naik!

Halo, apa kabar?

Kamu sudah bosan dengan artikel yang selalu memberikan cara-cara diet karena kamu sendiri susah untuk menaikkan berat badan? Kamu juga pasti sudah kebingungan karena sudah makan banyak tetapi berat badan segitu-segitu aja? 

feet fashion


Tenang, kamu gak perlu panik apalagi khawatir, coba deh intip dulu tips-tips di bawah ini:

1. Tidur Cukup

Kalau kamu sering bergadang dan badanmu kurus, mulai sekarang kamu harus berhenti tidur kurang dari 7 jam sehari. Ketika kita nggak mendapatkan tidur yang cukup, tubuh kita nggak bisa berfungsi dengan baik keesokan harinya – termasuk dalam menyerap kalori dan nutrisi yang kita konsumsi serta memperbaiki otot kita setelah olahraga. Kita juga menjadi takmaksimal dalam berolahraga dan beraktivitas keesokan harinya ketika kurang tidur.

2. Berhenti Merokok
August 12, 2019

Asuransi Kesehatan Sebagai Investasi Gaya Baru Milenial

Bahasan mengenai milenial selalu menjadi topik yang menarik tersendiri bagi saya. Mengenai gaya hidup, pandangan politik, ide-ide, karya kreatifitas, sampai peran mereka terhadap perubahan di berbagai aspek dalam kehidupan. Sebelumnya, udah tahu belum ciri-ciri milenial seperti apa? Menurut saya milenial ini unik dan menarik lho, berdasarkan modul Statistik Gender Tematik: Profil Generasi Milenial Indonesia ada beberapa ciri-ciri milenial. Yaitu dekat dengan media sosial, kreatif dan punya passion, produktif, dinamis, ingin serba cepat, open minded, kritis, dan berani. Jadi, di balik gerakan mereka yang lahir antara 1980-2000 ini begitu cepat dan produktifnya, tetep ada kelemahan. Kelemahan ini jika tak segera dilatih dan dibangun, masa depan bakal terancam.

Disebut Generasi Dinamis dan Kutu Loncat, Bagaimana Tantangan Milenial di Masa Depan?

milenial

Gini, pernah mendengar berita kalau di masa depan milenial bakal susah punya rumah? Ternyata yang disoroti adalah pola konsumtif dan serta habit yang buruk. Sebagai salah satu bagian dari milenial, saya juga merasakannya. Terbiasa dengan yang serba instan, milenial seringkali mudah bosan dan menjadi kutu loncat—loncat dari satu bidang ke satu yang lainnya. Menurut Firdaus Putra (Direktur Kopkun Institute) milenial harus hati-hati dengan habit ini, milenial butuh gagal, jangan hanya berkarya dalam permukaan namun harus mengakar. Jadi, nggak heran kalau sekarang melihat banyak milenial yang multitasking namun kerjanya tak tuntas, medioker, dan sulit mengerjakan sesuatu dengan detail. Alasannya ya bukan untuk romantisasi, namun membentuk mental yang kokoh di masa depan. 

Kualitas Premium OLED TV LG Hadirkan Pengalaman Terbaik Menonton Televisi



Sejak kuliah, saya jadi jarang nonton televisi. Selain karena memang disrupsi dari gawai, tayangan televisi lokal jarang ada yang bagus kecuali saluran tv tertentu. Itupun bisa dihitung dengan jari, dan karena semenjak menerapkan hemat waktu, dengan adanya iklan saya rasa lebih suka nonton tayangan ulangnya melalui YouTube. Namun kemudian apakah produksi televisi menjadi hilang di pasaran? Tentu saja tidak, mengikuti zaman fungsi televisi bukan hanya untuk menayangkan tayangan stasiun siaran saja namun bisa juga untuk menonton film atau iklan. Kan, kalau misal kita sedang di ruang tunggu rumah sakit atau manapun biasanya ada televisi agar tak jenuh.

TV OLED LG

Kalau di penginapan atau di hotel meskipun sekarang sudah serba gawai, tetep ada tuh yang namanya televisi. Saya juga suka nyalain walau kadang saya yang ditonton televisi, ya biar nggak sepi-sepi banget gitu nyahaha. Tapi seringnya sih nonton saluran televisi luar negeri yang tanpa iklan, biasanya banyak film keren—dan rasanya berasa puas nonton seperti bioskop mini. Kemudian terpikir, wah asyik juga ya kalau misal pikiran sedang ingin nonton film kemudian disalurkan ke televisi yang bening abis. Kamu juga rasanya puas seneng gitu nggak kalau nonton film di televisi yang bagus?
August 05, 2019

Ibu Kota Baru Untuk Masa Depan Indonesia

Pada suatu pertemuan, CEO saya Anis Saadah pernah memberikan sejumlah pertanyaan dari buku Factfullness dan semua jawaban salah, hanya beberapa hampir mendekati benar. Buku tersebut ditulis oleh Hans Rosling tersebut memberikan fakta-fakta di dunia yang selama ini salah. 16 fakta tersebut yaitu angka kemiskinan, tingkat minat daya baca, partisipasi perempuan dalam politik, angka harapan hidup, sampai kesejahteraan sosial yang mana banyak diasumsikan masih menjadi masalah atau penurunan, namun justru berdasarkan fakta sudah membaik. Melalui 10 tahun proses dalam pembuatan buku tersebut, Hans mengajak pembaca atau orang di seluruh dunia dapat berpikir lebih adil dan jangan hanya menggunakan insting, namun melihat pada data dan fakta. 

Hans dalam buku tersebut juga memberian fakta bahwa salah berasumsi dikarenakan manusia punya insting yang buruk bagi sekitarnya. Dan cara untuk menguranginya adalah selalu mempertanyakan data dan detail dalam melihat informasi. Kemudian, kami juga berdiskusi mengenai peran media yang acapkali memberikan tentang kekurangan, serta isu sosial kemanusiaan lain dalam bingkai bad news is a good newsnya sedemikian rupa. Hal tersebut memberikan informasi bahwa beberapa sedang tak baik-baik saja, namun lagi-lagi kembali ke satu hal: hal tersebut tak menyeluruh, harus berhati-hati dalam mengonsumsi informasi.

ibukota jakarta

Pemindahan Ibu Kota Indonesia-lah yang membuat saya teringat akan bahasan dari buku Factfullness tersebut. Seperti yang kita tahu, April 2019 lalu Presiden RI, Jokowi menggelar rencana pemindahan Ibu Kota yang sebelumnya telah dikaji 2 tahun sebelumnya (2017), dan sebelumnya sudah menjadi wacana pada 2016. Lokasi tepatnya akan diumumkan pada bulan ini (Agustus 2019) dan menurut Bambang Brodjonegoro1 (Menteri PPN/Bapennas) pemindahan dapat dimulai dibangun pada 2020 dengan target selesai 2024. Anggaran biaya pemindahan mencapai 466 trilyun yang berasal dari APBN dan kerja sama dengan pihak swasta.

Pemindahan Ibu Kota Merupakan Sejarah Panjang
August 01, 2019

ISoLLING 2019: Challenges and Opportunites for Digital Literature



Halo, apa kabar?

Sabtu, 13 Juli 2019 lalu saya mengikuti ISOLLing 2019 (International Seminar on Literature and Linguistics dengan tema Industry 4.0: Challenges and Opportunites for Digital Literature yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sabtu yang random, sebetulnya karena tiba-tiba saja pagi memutuskan untuk datang ke sini tanpa rencana, alias bayar di tempat juga. Sejauh ini seminar termahal yang pernah saya ikuti saat ini, tapi setelah mengikuti sampai akhir emang worth banget, penuh gitu dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Udah kaya kuliah, lagian kan semester ini nggak ambil mata kuliah jadi seneng banget bisa bahas mengenai language & literature ini. Pun, dengan tema yang menarik karena lagi-lagi mengusung revolusi industri 4.0, di mana-mana ada akan dan saya mencoba mengambil insight dari perspektif sastra dan bahasa.

isoling 2019 ump


Pembicaranya ada 6 yaitu Prof. Dr. Mohd Nazri dari Universitas Zaenal Abidin Malaysia, Hywel Coleman dari Leeds University, Shuri M Gietty Tambunan, Ph. D. dari Universitas Indonesia, Prof. Martin Ebner,Ph. D dari Graz University of Technology, Luthfie Arguby Purnomo dari IAIN Surakarta, dan Khristianto dari UMP sendiri. Dari 6 pembicara itu tentu saja membuka banyak perspektif mengenai digital literature dan memaaang ya ternyata ilmu itu luas banget. Satu jenis ilmu aja bisa nyabang ke mana-mana, karena hidup sendiri juga berdinamika dan memungkinkan ilmu-ilmu yang baru tumbuh dari sana.
July 26, 2019

Semarak Hari Koperasi Nasional ke 72 di Purwokerto



Seneng banget, pada tanggal 10-14 Juli 2019 kemarin berkesempatan mengikuti serangkaian acara Hari Koperasi Nasional ke 72 di kota sendiri, yaitu Purwokerto. Merupakan tahun pertama juga saya berkenalan dengan koperasi, sejak Oktober 2018 sih tapi waktu itu masih di bagian komunitas anakan yang dibentuk. Pertama kalinya juga saya ikut Harkopnas, dan langsung sekaligus event besar nasional yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten, biasanya di kota provinsinya. Pemilihan Purwokerto ini tak lain juga karena sejarah kelahiran koperasi ada di sini. Jadi ya selain megah, sakral juga acaranya. Kapan lagi juga ngikut even gede tapi di kota sendiri, yang dari penjuru daerah ke sini. Suka sekali dengan atmosfirnya kala itu

harkopnas expo 2019

Kebetulan juga jadi panitia lokal kecil-kecilan, karena memang banyak sekali bagian dari beragam rangkaian acara juga. Kemudian dibagi lagi saya menjadi penulis reportase buat berita di MyCoop selama 10-14 Juli kemarin. Asyik bener emang kalau ngerjain tugas sesuai passion, berasa kaya jurnalis beneran muter ke satu acara ke yang lainnya. Seru hahaha! Selain itu dapat akses dong kaya seminar, jambore, dan lain-lain. Terus nih, emang kan Harkopnas ini rangkaiannya udah dari Maret sampai Oktober nanti di seluruh Indonesia, tapi untuk puncak kemarin emang di Purwokerto dan banyaaak juga rangkaian acaranya. Nih dijabarin satu-satu:
July 19, 2019

Bukan film Romansa Anak SMA: DUA GARIS BIRU IN REVIEW (SPOILER ALERT!)

Halo guiese, gimana kabar? Jadi, Juli ini saya berkesempatan untuk menonton film Indonesia dengan judul Dua Garis Biru setelah sebelumnya melewatkan banyak film Indonesia yang katanya bagus untuk ditonton seperti Ave Maryam, 12 Steps of May, Kucumbu Tubuh Indahku, Keluarga Cemara, dan Mantan Manten. Hhh banyak juga.

film dua garis biru

E sabar dong sabar yang udah nonton juga. Mungkin postingan ini akan mengandung bumbu-bumbu spoiler jadi jika yang belum nonton boleh berhenti dulu di sini dan kembali lagi saat sudah menonton. Tapi bagi yang sudah menonton, bolehlah berbagi pendapat di sini.
July 18, 2019

Sesibuk Apapun, SehatQ Solusi Info Kesehatanmu



Halo!

Gimana, setengah tahun ini masih dikejer-kejer deadline atau udah bisa mengimbangi pola habbit sehari-hari? Nggak kerasa setengah tahun ini saya mengubah cara belajar dari yang awalnya agak santai menjadi lebih serius. Otomatis, pola hidup juga berubah—jadi sering pulang malem, nggak pernah olahraga pagi, bangun pagi jarang-jarang, dan sering minum kopi dari pada air putih. Suatu hari, kaget dong karena efeknya tentu sudah bisa ditebak yaitu penambahan berat badan, jerawat, kantung mata, gangguan tidur, dan kulit yang kasar. Nggak enak banget kalau lagi suka-sukanya belajar tapi nggak invest kesehatan, bisa-bisa 5-7 tahun lagi kena penyakit serius kalau nggak memerhatikan pola kesehatan. Percuma banget kan kalau otak dikasih nutrisi tapi badan sendiri dipaksa bertahan melawan gaya hidup?



Makanya, saya juga lagi usaha nih biar jalan kuliah-freelance-life-balancenya, ada beberapa step yang saya lakukan. Masa sih, baru kuliah udah sepadat ini aja gimana nanti kalau udah kerja. Makanya perlu menciptakan kebiasaan mulai dari yang terkecil hingga terbiasa. Mungkin saja bisa cocok di kamu yang padatnya udah level “tidur aja sambil mikir”. So, here they are:
July 14, 2019

Pengalaman dan Tips Mendapat Beasiswa Dataprint 2019

Helo guiesse, gimana kabar?

Telah berada di semester dewasa membuat saya agak mikir gimana caranya mendapatkan dukungan dana pendidikan sekaligus challenge buat saya ikut seleksi lagi. Namanya juga telah memilih, harus paham ada resiko dan konsekuensi. Kalau misal ambil seleksi yang di kampus semacam Bank BTN, BI, Djarum udah nggak mungkin, jadi carilah opsi lain hingga sampailah nemu Beasiswa Dataprint. Beasiswa ini tetep diperbolehkan kalau kamu dapet beasiswa dari kampus, sekolah, atau pemerintah atau asal lagi nggak menerima dari perusahaan lain aja—jadi dimanfaatkan sebaik-baiknya ya!

beasiswa dataprint

Pas nemu info awal saat pasca KKN kalau nggak salah, artinya 2018 kemarin padahal ini beasiswa udah ada sejak 2015 buat mahasiswa dan pelajar, kalau beasiswanya sendiri sudah mulai sejak 2011. Kenapa nggak dari dulu nyoba ya? Ya belum kekumpul juga sih berkas-berkas pendukungnya kaya pengalaman organisasi atau sertifikat pendukung. Pas 2018 kemarin karena nunda atau udah keburu ditutup pendaftarannya waktu itu jadi nggak sempet daftar. Sedih dong padahal udah beli kertas foto buat dapetin kuponnya. 

Wisata Bandung: Rumah Halloween!

Halo, apa kabar?

Nggak kerasa ya udah setengah tahun terlewati di tahun 2019 ini. Jadi inget masa-masa semester 4 lalu lagi nyiapin kepanitiaan dengan tema Halloween dari UKM Bahasa Inggris Fakultas. Emang sih biasanya jadi meleset nggak di bulan Oktober tapi jadinya November. Ya, namanya juga Halloween versi mahasiswa Indonesia nyahaha. Nah udah mau deket juga dong nih, baru tahu juga dong saya ada tempat Halloween gini di Indonesia, yaitu di Bandung. Emang ya, kayanya Bandung apa-apa ada. Jodoh saya ada nggak ya? 

rumah halloween bandung

 
Namanya yaitu Rumah Halloween, terletak di Jalan Raya Lembang No. 234 Gudang Kahuripan Lembang, berjarak sekitar 5 menit dari Farm House. Wah menyesal pas kemarin ke Farm House nggak mampir dulu. Nah sesuai namanya, wisata Bandung ini mengambil tema horor dan seram untuk interior dan segala fasilitas di dalamnya. Rumah Halloween juga menyediakan kostum-kostum seram untuk dipakai pengunjung.

7 Cara Mengobati Sariawan Secara Alami Dengan Cepat

Halo guiesse, gimana kabar?

Lagi musim nggak menentu bikin daya tahan tubuh perlu perhatian ekstra, termasuk juga perubahan pada kulit juga bagian bibir. Kalau kurang vit C bisa bikin sariawan yang bukan hanya susah untuk makan saja, namun juga bisa menimbulkan rasa nyeri dan perih saat berbicara. Tentunya hal ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Tenang aja, ada beberapa cara alami kok untuk mengobati dan mencegah datang kembali, seperti:

1. Jus Cranberry

cranberry

July 09, 2019

The 4 Disciplines of Execution: Eksekusi Strategi, Komitmen, dan Perubahan Perilaku

Halo guiese, gimana kabar?


Dalam beberapa waktu, kadang saya tak menyukai persaingan. Selain takes time, hidupmu pasti akan selalu dibayang-bayangi ketidaktenangan. Kadang suka juga, namun dikerjakan dalam bagian yang saya bisa. Kemarin, di saat saya lagi mode agak malas bersaing justru kemudian diberi kesempatan untuk mengikuti 4DX Training & Workshop pada Rabu-Kamis, 19-20 Juni 2019 di Hotel Dominic, Purwokerto. Memang benar, kadang sesuatu datang tak perlu menunggu kamu siap—namun kamu juga perlu menyambutnya dengan maksimal dan sebaik-baiknya. Well, kalau bayar ternyata mahal sampai 1,6jt—pelatihan termahal yang saya ikuti dan jelas tak mampu saya bayar untuk saat ini. Sebagai gantinya, saya menulis reportase 4DX ini di blog web Prakarsa Unggul Consulting—penggagas acara ini yang bekerja sama dengan Kopkun Grup dan Kopkun Institute. Enak sih, jadinya baca ulang dan kembali memahami lagi.

4DX

Sebelum lebih jauh mengenai apa itu 4DX dan training selama 2 hari yang padat itu, ini merupakan ilmu baru bagi saya. Bagi temen-temen yang kebetulan membaca postingan ini dan berprofesi sebagai pimpinan-pimpinan, manajer, direktur mungkin sudah akrab dan mungkin juga sudah mengimplementasikannya di perusahaan masing-masing. But still, I’ll share the insights. Memang, sejak berada di lingkungan startup saya banyak mendapatkan ilmu pengetahuan baru mengenai bisnis dan manajemen—yes, karena startup nggak jauh-jauh dari yang namanya bisnis model baru.
July 04, 2019

Bekraf Workshop Writerpreneur Bogor 2019: Menulis, Perjalanan, dan Perenungan Makna



Halooooo guieseee gimana kabar nih?

Masih semangat kagaaa? Ah jangan bosen-bosen nih postingan ke tiga masih tentang Bekraf Writerpreneur. Buat yang belum baca part 1 dan part 2nya boleh langsung klik Menulis, Mengudara, Mengakar dan Berkarya Itu Harus Totalitas

Dari kemarin cuma cerita tentang insight dari para pembicara, sekarang dimulai dari kenalan sama peserta lain dulu deh yuk. Mulai dari kelompok saya, kelompok 6 yang dinamai Gatot Kaca. Isinya beragam seperti yang saya pernah sebut di postingan sebelumnya jadi bukan cuma penulis aja. Ada Kak Veronica Gabriella (penulis Lesap dan creative copyrwriter di Kompas), ada Kak MS Wijaya (ahli bikin puisi dan udah punya buku solo juga, andalan pas editing sama bikin cover buku), Kak Pratami Diah (dokter yang ramah sekali seperti kakak perempuan), Kak Nenny Makmun (bukunya udah banyak nih aktif banget), Kak Gina Maftuhah (jurnalis, ghost writer, dan alumni UNSOED juga nyahaha!) dan Kak Salamun Ali Mafaz (ini lagi di PH—yang kemarin di Dear Nathan). Keren-keren semua nggaaak tuuh? Ah maaf ya kemarin kurang ekspresi sayanya, kepikiran skripsi mulu soalnya. One day, akan menemui kalian kalau yang di sini udah kelar jadi nggak ada beban deeeh.

bekraf writerpreneur

July 02, 2019

Bekraf Workshop Writerpreneur Bogor 2019: Berkarya Itu Harus Totalitas

Writerpreneur dengan tema Accelerate memasuki hari ke dua. Dinamakan Accelerate karena memang tujuannya untuk tingkat lanjut bagi penulis-penulis yang berkembang dan akan diupgrade. Hari kedua ini (Rabu, 26 Juni 2019) ada Khrisna Pabichara dan Pidi Baiq, kemudian malamnya juga ada Kirana Kejora lagi. 

Nggak nyangka juga dulu cuma jadi peserta lomba blog yang dijuriin Khrisna sekarang malah mata kuliah Bahasa Indonesia secara langsung! Tema yang dibawakan sendiri yaitu Senjata Novelis Bernama Bahasa Indonesia, emang bener banget pas butuh pengetahuan Bahasa Indonesia secara lebih dan ada mentornya langsung. Bener-bener banyak pengetahuan baru yang didapat, dan penggunaan Bahasa Indonesia yang masih salah dan ternyata selama ini kurang banget. Hayo, siapa yang nggak peduli dan asal nulis juga padahal ejaanya salah? Terus nggak cuma bahasa Bahasa Indonesia aja tapi bahas tentang mengarang juga.  Menurut Khrisna, mengarang ini jangan langsung dikasih semuanya kejutan ke pembaca. Ada tekniknya yaitu teknik tarik ulur—biar pembaca penasaran, biar pembaca menjadi bagian dalam cerita.

khrisna pabichara

Kemudian, pakai nada irama buat selingan sebelum tulisan yang panjang. Alias buat penarik lagi buat pembaca. Misalnya kalau dari Khrisna nih:

 Semenjak luka kunamai doa, aku tahu kehilangan tak lagi butuh air mata

Bekraf Workshop Writerpreneur Bogor 2019: Menulis, Mengudara, dan Mengakar

Halo guiese, gimana kabar?

ALHAMDULILLAH akhirnya bisa posting baru juga, bisa bagi-bagi cerita lagi.Mumpung masih seger, tulis langsung! Jadi, tahun 2016-2017 saya sempat aktif di dunia kepenulisan fiksi. Banyak medium saya ikuti seperti lomba cerpen di fakultas, di media sosial yang diumumkan, hingga ikut antologi yang berawal dari kompetisi. Hasilnya cukup memuaskan untuk rentang waktu tersebut, saya memiliki seitar 12 antologi puisi dan cerpen, dan mendapatkan 3 piala dan 1 plakat dari lomba-lomba yang saya ikuti. Satu keinginan untuk memiliki piala terwujud, dan mediumnya melalui tulisan: pada apa yang saya suka, saya usahakan bisa, dan saya suarakan.

Nulis fiksi mulai kendor pertengahan 2018, saya lebih fokus ke blog dan tulisan-tulisan yang sifatnya reportase, opini, atau nonfiksi ditambah lagi berada di lingkungan startup untuk serba realistis, cepat, dan tak ada waktu untuk gali ide-ide lagi. Katanya juga, tulisan bagus itu pas lagi jatuh cinta dan patah hati. Bener juga sih karena di rentang waktu tersebut sampai sekarang cenderung mati rasa, jadi ya makin jauh aja dari dunia fiksi. Bentar-bentar, ini kok gaya bahasa saya juga jadi kaku? Eh tapi yang mau baca beberapa fiksi aku bisa dibaca di blog ini dengan label FIKSI.

Makan Enak Sepuasnya di Hanamasa PIM

Halo guiesse, gimana kabar?

Kayanya akhir-akhir ini lagi banyak restoran yang menyajikan paket menu makan sepuasnya atau all you can eat karena peminatnya sendiri juga banyak. Nggak heran, alasannya begitu digemari karena restoran all you can eat menyajikan makanan yang beragam dan dapat membuat kenyang seharian, cocok untuk berkumpul di akhir pekan bersama teman maupun kolega. Salah satu restoran yang cukup dikenal adalah restoran Hanamasa yang berada di PIM (Pondok Indah Mall). Ada banyak lokasi dari Hanamasa sebenarnya, namun salah satunya yang berada di PIM adalah yang kerap ramai dikunjungi. Restoran ini menyajikan menu masakan Jepang seperti daging sapi, robatayaki, seafood serta sayuran yang dapat dinikmati dengan cara memanggangnya di atas arang atau dimasukan ke dalam kuah sup khas jepang.

pim hanamasa

Detail info:
June 29, 2019

Jenis Coffee Table dan Menentukan Meja Kopi yang Tepat untuk Ruang Tamu

Salah satu furniture yang boleh dianggap penting di ruang tamu yaitu meja tamu ataun meja kopi (coffee table). Meja kopi memiliki peran penting bukan hanya untuk meletakkan berupa makanan dan minuman untuk tamu namun juga majalah dan beberapa benda lain yang ditaruh bawah meja kopi. Hal terpenting, dari meja tamu bisa berfungsi menjadi titik utama pada ruang tamu dan untuk membagi area duduk, sehingga terlihat simetris, dengan adanya meja kopi di tengah sebagai titik pusatnya.
 
Terdapat beragam jenis dan varian coffee table yang dikenal saat ini. Varian coffee table tersebut meliputi bentuk, desain, dan material yang berbeda-beda. Mari kenali berbagai macam coffee table yang sudah beredar di pasaran furniture. Berikut 3 jenis coffee table diantaranya:


coffee table

Keunggulan Mobil Toyota Calya Beserta Daftar Harga 2019

Dengan harga yang cukup terjangkau dibanding merk lainnya, mobil Toyota hadir menawarkan berbagai kelebihan yang dapat memuaskan kebutuhan keluarga Indonesia. Salah satu seri garapan terbaru adalah seri Toyota Calya. 

toyota calya 2019

Toyota Calya masuk ke dalam kategori mobil berteknologi LCGC atau Low Cost Green Car. Mobil LCGC merupakan mobil ramah lingkungan bermesin kecil yang hemat bahan bakar. Selain itu, mobil ini juga menggunakan komponen yang didominasi dari dalam negeri sehingga sangat cocok dipilih bagi yang peduli terhadap keberlanjutan ekonomi nasional.

Toyota Avanza, Mobil Sejuta Umat dengan Berbagai Fitur Canggih

Toyota Avanza merupakan mobil idaman setiap keluarga di Indonesia. Hampir di setiap jalanan, kita akan mudah menemukan jenis mobil ini. Selain digunakan sebagai mobil keluarga, mobil ini juga cocok digunakan untuk bekerja maupun untuk kegiatan sehari-hari. 

toyota avanza

Toyota Avanza pertama kali diproduksi pada 2011 dan selalu melakukan berbagai inovasi untuk menghasilkan mobil yang lebih canggih dan juga nyaman digunakan. Toyota Avanza merupakan salah satu inovasi dari Avanza yang paling diminati. Selain memiliki desain yang stylish, mobil ini juga memiliki kecepatan yang tangguh dengan mesin berkapasitas 1500 cc. Toyota Avanza dapat dibeli dengan mudah melalui dealer Auto2000 terdekat. Jika tertarik dengan mobil ini, berikut spesifikasi dan harga Toyota Avanza lebih lanjut.