Kisah Karang


 
                Pagi ini kelas digegerkan dengan hilangnya  Karang. Tentu saja, Karang adalah nama rekaanku untuk perempuan yang senang bercerita dalam diamnya. Aku sendiri mengenal Karang 3 tahun yang lalu, dia suka bercerita apa saja padaku dan selalu dia yang memulai dengan “PING!!!”.

                Aku melihat Karang berbeda dengan dulu, Karang yang sekarang nampak overthinking tetapi masih ambisius. Karang tak banyak bicara, dan aku tahu dia sangat suka menulis dan begitu tenggelam dalam dunianya saat membaca. Karang tahu bagaimana menjadi dirinya sendiri, dia tak pura-pura seperti perempuan lain.



               Bagiku, Karang sosok perempuan yang unik. Bisa menjadi sangat pendiam di tengah keramaian. Namun bisa menjadi yang paling cerewet ketika berbicara dengan sahabat atau teman ngobrol yang menurut dia menarik. Benar, dia pemilih. Terkesan angkuh, namun itulah Karang. Cantik, karena karakternya sendiri. Aku heran aku begitu mengenal dia, atau tak mengenal sama sekali? Entahlah, yang aku tahu, ketika aku bersamanya, aku seperti bermain dengan teman di masa kecil.

                Karang tak suka mengucapkan selamat tinggal. Bahkan Karang tak memberiku kabar. Aku akan kehilangan pemilik sepasang mata coklat itu. Aku tahu, Karang hanya ingin mengembara. Karang juga ingin ditepuk bahunya, bahu yang begitu kuat namun juga rapuh. Karang kesepian. 

“PING!!!”

“Karang, aku punya koleksi buku lama, kamu mau baca?”

Pending. 

Kusesap aroma teh panas di kantin. Menghela napas. Terlambatkah aku untuk menjadi satu-satunya teman Karang? 
*** 

(Edited) Imgsc

4 comments

  1. Mungkin Karang sedang ingin sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berasa kaya judul lagunya Peter Pan :v

      Delete
  2. Bisa saja karang mencoba mencari kedamaian yang membuatnya nyaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyari temen ngobrol sama ngopi :3

      Delete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home