Pilihan

Sabtu tengah malam saya terbangun, kembali memikirkan tentang kekosongan dan pilihan-pilihan tentang hidup. Ketika saya mengisi kolom “idola” dalam kuesioner, saya lebih memilih mengosongkannya. Karena saya rasa, seorang idola memang hanya perkara bagaimana dia memilih hidupnya sendiri, dan saya merasa tak ada yang cocok dengan saya.

Saya memilih membeli jam weker, bukan untuk membantu saya bangun, namun bunyi detiknya yang mengalihkan saya pada keheningan jam-jam malam. Saya memilih untuk terus memakai celana bahan, karena jika pakai jeans saya selalu tidak nyaman. Saya memilih merasa gerah melihat grup blog yang isinya hanya sekedar pamer penghasilan dari iklan, dan dengan mudahnya memerjualbelikan akun mereka. Saya memilih memotong pendek rambut saya, saya memilih menyukainya, saya memilih bahagia, saya memilih netral, saya memilih mengumpulkan tiket-tiket kereta dan struk belanja saat bersamanya, saya memilih, saya memilih, dan saya memilih...

Pun, tulisan ini tak ada artinya, tak melawan apa-apa. Eh, nggak juga sih, saya hanya sedang merasa sedikit kosong dan kehilangan diri sendiri. Saya hanya ingin menulis sedikit sesuatu di kala hingar bingar tulisan di media sosial. Gambar-gambar di bawah adalah keinginan tempat tinggal saya di masa depan, atau yang biasa disebut inspirasi dekorasi ruangan dan kamar tidur dalam rumah. Rumah tinggal yang tentunya nyaman ditempati, disayangi, dan juga memiliki arti dengan seseorang. Kamu juga punya? Seperti apa?






***

Imgsc:
bakufsa.com
http://www.omerohome.com/blog/vintage-eclectic-charm
https://id.pinterest.com/pin/370491506825740106/

https://id.pinterest.com/pin/340232946830627840/
https://id.pinterest.com/pin/543528248767051828/
https://id.pinterest.com/pin/382876405802295460/

No comments

Post a Comment

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home