Rekomendasi Film Tentang Duka dan Kehilangan

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Hahaha buset judulnya.

Haaaaai kawan-kawan, been awhile, isn’t it? Jadi berhubung kemarin sedang merasa teramat selo padahal sih mah break buat baca materi akhirnya saya menonton tiga film, yaitu Rudy Habibie, The Notebook, dan The Curious Case of Benjamin Button. Semuanya bagus menurut saya, namun yang akan saya bahas khusus The Notebook, The Curious Case of Benjamin Button, dan One Day.

Well, ada kalanya kamu, seseorang, atau saya membutuhkan bacaan atau film yang dapat menumbuhkan suatu perasaan tertentu, bisa dari semangat hidup, atau perasaan menyayangi, perasaan memahami. Dan yak, ketiga film yang saya sebutkan sebelumnya memang bener-bener deep. Sebenarnya, apa sih suatu hal terhebat yang dirasakan? Patah hati, ditinggalkan, atau meninggalkan?
SPOILER ALERT

Sengaja dikasih peringatan, walau sebenarnya kalian emang bisa menebak sendiri, dan emang ketiga film di atas mungkin aja kalian familier dengan beberapa karya sastra yang serupa. Namun, yang membangkitkan perasaan tersebut adalah prosesnya, yang orang-orang nggak ingin segera berakhir menjadi kenangan. Mari kita mulai ya.

The Notebook

the notebook film

film the notebook

Pasti kalian familier sama The Notebook, ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama karya Nicholas Sparks. Jadi, film dimulai dengan lelaki lanjut usia yang membacakan cerita pada seorang perempuan lanjut usia. Adalah cerita tentang Noah dan Allie, dari bagaimana mereka bertemu, menjadi sepasang kekasih, lalu berpisah karena Allie pindah untuk pendidikan. Kemudian masing-masing menjalani perjalanan kehidupannya sendiri, bahkan Allie sudah akan menikah, dan Noah sudah membangun rumah impian mereka berdua sewaktu muda. Kemudian semesta mempertemukan mereka lagi, and well, seperti cinta yang akan kembali pada rumahnya, singkat saja mereka bersatu. Uh oke ini kasian banget sama calon suaminya Allie tapi tegar melepas Allie, tanpa emosi atau balas dendam. 

Dari sini bisa bikin ide baru sih buat cerita, misal dua orang yang sama-sama patah hati well haha dua orang yang ditinggalkan Allie dan Noah. Lanjut, Noah dan Allie akhirnya menjemput mimpi mereka dengan tinggal di rumah yang mereka impikan, kemudian yang sudah dapat ditebak, lelaki lanjut usia itulah yang membacakan kisah mereka pada perempuan lanjut usia, mereka adalah Noah dan Allie. Noah selalu berusaha mengembalikan Allie kepadanya, karena terkena penyakit di usia senja yaitu kehilangan ingatan. Lalu bagaimana kelanjutan cerita mereka berdua di usia senja? Well, I save the rest for you.

The Curious Case of Benjamin Button

The Curious Case of Benjamin Button

Film Benjamin Button
 
Terlahir terbalik sebagai tua duluan, Benjamin menjalani perjalanan kehidupan yang berbeda tentunya dengan orang-orang. Terbuang dari ayahnya, dicemooh, namun Benjamin menggambarkan simbolik yang tegar. Kemudian pada suatu waktu dia bertemu Daisy yang masih berusia muda, kemudian Benjamin pergi merantau, juga rutin mengirimi Daisy kartu pos bahkan bagaimana ia menyukai perempuan. Kehidupan Daisy juga berjalan dengan menjadi balerina, juga sudah mempunyai lelaki kekasihnya. 

Lalu, singkatnya Benjamin dan Daisy dipertemukan lagi, bahkan tinggal bersama dan mempunyai anak. Awalnya Benjamin takut anaknya akan seperti dirinya, tumbuh semakin muda, namun tidak. Lalu suatu hari Benjamin memutuskan untuk pergi dari Daisy dan anaknya, karena ya, mereka akan butuh ayah dan suami, dan Benjamin rasa dirinya memang seharusnya pergi. Setelah sekian tahun dan Daisy punya suami lagi, Benjamin balik dan ya kelihatan lebih muda, juga saat dia ditemukan lupa ingatan dan posisi menjadi remaja. Daisy juga kemudian merawat Benjamin, kekasih hidupnya itu hingga ia balita, hingga ia mulai lupa caranya berbicara dan berjalan. Well, rasanya gimana mengantarkan teman hidupmu sendiri hingga ia benar-benar pulang? Kosong.

One Day

one day film

one day

Adalah sepasang teman baik, Em dan Dex sejak kelulusan. Yaaa intinya sih mereka tiap tanggal 15 Juli ketemu dan cerita masing-masing pengalaman bahkan sampai masing-masing udah punya kekasih. Mereka memiliki beberapa peraturan selama mereka lagi hang out bareng. Daaaan, well Dex bahkan sampai sudah menikah dan punya anak perempuan, namun jika semesta memang menakdirkan Em dan Dex bersatu, harus bagaimana? Kemudian Dex bercerai, mantan istrinya juga sudah mempunyai suami lagi. Kemudian di usia empat puluhan Dex dan Em menikah, yaa setelah bertahun-tahun hanya menjadi sahabat, bagaimana Dex menjadi pemabuk, Em yang sudah menulis buku. Namun sayang, terkadang takdir usil sekali bermain, cinta yang telah bersatu itu harus berpisah lagi karena Em kecelakaan, dan hanya berakhir sebagai memori. Sedih, lagi-lagi kosong, sebagian jiwa dari Dex, sahabat hidupnya, pergi. Instrumen di sini oke punya sih yang judulnya One Day We Had Today.

A Walk to Remember

a walk to remember film
pict: Bustle.com

Well ini tambahan singkat aja sih hehe. Lagi-lagi emang perjalanan sepasang manusia yang dealing with the death, saya suka bagaimana Langdon akhirnya memaknai lebih kehidupan melalui Jamie. Film lawas yang kayanya gapernah bosen buat ditonton, atau menimbulkan kesan pertama kali saat menonton.

Bridge to Terabithia

Whup whup kenapa ini jadi nambah lagi? Ya ini sih film favorit sepanjang masa saya, imajinasi anak kecil dengan persahabatan but sad kamu bahkan tak bisa melihat sahabatmu sendiri tumbuh. Kalau denger judul ini, saya jadi selalu teringat kata-kata dosen saya di mana pernah ada analisis mengenai buku ini "apakah anak kecil perlu dikenalkan dengan konsep berduka?"

Film di atas emang cocok buat kalian yang lagi cuma pengin galau-galau, tapi sih kalau buat saya malah suka dijadiin inspirasi. Hahaha. Mungkin keliatan biasa aja pas kalian baca (kalo ada yang baca) postingan ini, tapi emang ada lebih baiknya nonton langsung biar dapet feelnya, kalo dapet.  Tentang yah, bagaimana cinta membawa orang kemana-mana lalu dipersatukan, tentang perasaan yang membangunmu, lalu pasti dealing with perpisahan lagi, lalu sebenarnya kemana lagi, akankah dipertemukan lagi sebagai dua orang muda di suatu tempat lagi atau bagaimana. Adakah rekomendasi lain?
***
UPDATED! 
Maret 2021 dan saya baru ingat bahwa pernah membuat tulisan ini, selama 4 tahun belum diupdate juga hahaha sok sibuk bener rupanya. Untuk itu dari pada membuat postingan baru, maka saya memperbarui postingan ini dan sekaligus...nostalgia. Ah seru juga ya jaman-jaman 2017 ini, kerjaanya bisa nonton dengan mindful dan menghayati haha.

Oh iya, tambahan film di sini juga beberapa yang saya ingat dan saya pernah nonton ya untuk referensi. Aaand here we go!

Along with the Gods: The Two Worlds (2017)

along with the gods
pict: latimes.com

Mari mengawali daftar tambahan film pertama dengan film Korea yang cocok buat NANGIS SAMPAI JELEK. Film Korea seringnya emang bisa membawa emosi keluar dan tuntas penghayatannya, cocoklah buat yang pengin nangis tapi bingung kok nggak bisa nangis-nangis.

Singkatnya ini film adalah perjalanan dari seorang manusia setelah meninggal, diperlihatkan semasa hidupnya ngapain aja dibantu 3 pendamping yang nanti bakal bela dan analisis saat penilaian masing-masing tahapan. Tujuannya biar apa? Nah kalau lulus semua masing-masing dewa, nanti bisa reinkarnasi. Paling emosional itu ketika diperlihatkan relasi antar ibu dan anak, sesuatu yang rumit meskipun keduanya baik-baik saja namun ternyata kadang ada rasa nggak enakan. Gimana sih, intinya keadaan gitu yang membuat rumit. 

Oh iya film ini juga ada part 2nya yang bercerita mengenai kaka dari tokoh utama di film ini, sama-sama seru namun saya lebih suka yang pertama. Film ini bagi saya nggak membosankan karena ada sedihnya, ada lucunya, ada laganya juga sekalian.

The Light Between Ocean

the light between ocean
credit: tribunnewswiki

AAAAAAAAAAAH another film yang menyesakkan dada, sembarangan sekali. Sepanjang film bawaanya ikut dingin dan sendu, indah-indah tapi juga sedih. Film ini mempertemukan sepasang jodoh yang tinggal di sebuah pulau, karena profesi suaminya yang menjaga mercusuar. Suatu hari, ada perahu berisi mayat laki-laki dan seorang bayi yang masih hidup, kemudian diadopsilah sampai usia balita dan diakui sebagai anak.

Yang perempuan atau istri pasti seneng banget setelah dua kali keguguran dan berniat merawatnya seperti anak sendiri, niatnya baik kan dan tidak merebut juga karena tak ada identitas. Tapi lama kelamaan si suami merasa bahwa anak tersebut bukan hak mereka berdua, apalagi setelah mengetahui anak tersebut milik siapa. Dari sini mulai menyesakkan karena kita dibawa dealing with kehilangan, rasa hampa, marah, dan ketidakberdayaan. Kudu banget ditonton sampai akhir!

All The Bright Places


"Finch taught me that there's beauty in the most unexpected of places, and that there are bright places even in dark times. And that, if there isn't, you can be that bright place... with infinite capacities."
all the brigt places
credit: cinemags.co.id

Film yang diadaptasi dari judul buku yang sama, akhirnya! Sebagian mungkin menonton film ini dengan biasa saja atau bertanya-tanya sebenarnya apa yang coba disampaikan selain remaja dan percintaan. No, lebih dari itu. Film ini membawakan sosok Finch yang memiliki luka batin dari kecil kemudian menjadikan dirinya remaja yang depresif dan kadang membuat masalah yang bertemu dengan tokoh Violet yang masih dalam suasana duka pasca meninggalnya sang kakak.

Keduanya saling mengisi kekosongan satu sama lain seiring mengerjakan tugas geografi dalam satu kelompok. Yang Violet tak tahu bahwa Finch belum menemui cara yang tepat untuk menyembuhkan luka batin, dan betapa Finch seakan memiliki dunianya sendiri: entah untuk membuat dirinya nyaman atau siap lagi membaur seperti anak biasa. Film ini membawa rasa marah dan sakit akibat luka, namun terkadang bingung bagaimana menghadapinya. Alih-alih memiliki akhir yang bahagia, film ini membawa kita sedikit untuk merasakan dahulu pedihnya.

A Sun 

film a sun
credit: mubi.com

Another film keluarga yang membuat cirambay, tentang dua anak yang berbeda nasib dan karakter dan bagaimana masing-masing hubungannya dengan orang tua. Tentang bagaimana kesabaran dan penerimaan, dan hal-hal dalam hidup yang membuat kita kaget dan seakan tak mampu menghadapinya, namun memang perlu waktu. Film ini rasanya seperti siang yang terik namun lenggang, sembari mengingat masa-masa yang telah lalu.

Anyway, ini film Taiwan ya, bukan Korea hehe. Saya menonton setelah ada yang merekomendasikan, dan ternyata memang bagus menurut saya. Awal pertama menonton bisa jadi "bingung" karena hidup kok bisa aneh banget, namun seiring berjalannya waktu kita sadar kalau semakin dewasa semakin aneh juga hidup dan itu sudah menjadi hal yang biasa.

John Wick

john wick
credit: liputan6.com

YESS, film dogperson ini saya baru menontonnya saat akhir tahun 2020 lalu padahal ini film sudah sering dibicarakan. Meskipun film ini adalah film laga, kita semua tahu apa yang mendasari tokoh utama beraksi dalam film tersebut; kematian sang istri. Memang, bagaimana menyikapi dan bentuk griefing itu berbeda-beda, dan melalui film action ini kita bisa melihat contohnya. Film yang membuat semakin percaya kalau cinta dapat memberikan kekuatan dan harapan lagi bagi seseorang.

Selanjutnya, akan diupdate lagi jika sudah menemukan tontonan yang sesuai dan ingat. Terima kasih telah berkunjung!

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)